TELAH TERBIT!!!
   
  EASTERN HORIZON
  Edisi Indonesia No. 3
   
  Pengarah: Bhikkhu Dharmavimala
  Pemimpin Redaksi: Taruna Widjaja
Redaktur Pelaksana: Mei Cu
Tim Redaksi: Chering, Hendrawati Chai, Jenna Widyawati, Lena Tambo, Lilis, Liu 
Ferry, Sya-Sya, Yuli Chen
Editor: Tan Tai Ui, Budi Hartono, Wahid Winoto, Surya Wijaya
Marketing: Ashoka Handaka
Penata letak dan grafik: Indra Ari Wibowo
Harga satuan: Rp 30.000,-
  Harga berlangganan: Rp 80.000,- (1 tahun-3 edisi)
   
   
  Editorial:
  Memperkenalkan Agama Buddha Melalui Musik, Lagu, dan Film
  
Shantideva pernah berkata: “Apabila Anda menggabungkan 84.000 ajaran Buddha, 
intinya adalah bodhicitta, yaitu aspirasi untuk mencapai pencerahan demi 
kepentingan semua makhluk hidup.” Dan ada banyak jalan untuk memberi manfaat 
kepada makhluk-makhluk lain, yang bergantung pada keterampilan kita dan 
kapasitas mereka untuk memahami Dharma. Saat ini, musik, lagu, dan film semakin 
sering digunakan untuk memperkenalkan Dharma.
Menjelaskan Dharma melalui musik bukan sesuatu yang baru. Dalam Sutta Vina (SN 
XXXV.205), ada cerita tentang seorang raja yang terpesona oleh musik yang 
dihasilkan oleh sebuah kecapi (vina). Setelah alat musik itu dibawa kepada 
beliau, beliau memerintahkan pembantunya untuk mengambil musiknya saja. 
Pembantu itu menjawab bahwa kecapi terdiri dari banyak bagian, yang bila 
disatukan akan menghasilkan musik. Setelah mengerti itu, raja merusak kecapi 
itu dan menjelaskan bahwa apa yang dinamakan kecapi hanyalah sebuah konsep. 
Demikian juga, tidak ada entitas permanen di dalam diri kita. Yang ada hanyalah 
tanpa diri atau kekosongan. Sifat halus musik telah menunjukkan kosongnya 
identitas diri kita sendiri. Karena itu, lagu rohani Buddhis jika dinyanyikan 
dengan disertai pengertian merupakan suatu cara yang baik untuk memperkenalkan 
Buddhisme.
Dewasa ini memperkenalkan Dharma melalui berbagai konser dan film juga sedang 
menjadi mode. Ajahn Brahm bukan hanya menulis buku “MEMBUKA PINTU HATI”, tetapi 
juga mengilhami pertunjukan musik Soracco di mana beliau juga hadir saat selama 
pertunjukan berlangsung. Saat dilaksanakan Konferensi Global Buddhisme di 
Singapura pada tahun 2004, Ven Kwang Shen, kepala Vihara Phor Kark, menampilkan 
pertunjukan drum yang membangkitkan inspirasi pada pembukaan konferensi 
tersebut. Dan, tentu saja, ada pula film yang memenangkan penghargaan karya 
Khyentse Norbu Rinpoche “The Cup”, dan film terbarunya “Travellers and 
Magicians”. Master Hsing Yun baru-baru ini membeli hak cipta film “Bright 
Moon”, yang diproduksi di Cina untuk didistribusikan di Taiwan. Film ini 
menceritakan kisah Guru Besar Buddhis Hong Yi.
Setelah mengakui film sebagai satu medium penting untuk memperkenalkan 
Buddhisme, sebuah kelompok yang terdiri dari limabelas organisasi Buddhis di 
Malaysia memutuskan untuk menyelenggarakan Festival Film Buddhis pertama di 
Kuala Lumpur selama periode Waisak bulan Mei tahun ini. Dengan mencontoh 
Festival Film Buddhis Internasional di AS, festival yang diadakan oleh Malaysia 
juga bertujuan menampilkan film-film berinspirasikan dan bertemakan Buddhis 
untuk segala jenis film, seperti film-film panjang dan lengkap untuk dewasa dan 
anak-anak, film dokumenter, dan animasi. Tujuan diadakan festival, yang akan 
menampilkan tiga film panjang dan utuh dan sebelas film dokumenter pendek, 
adalah untuk memanfaatkan film sebagai sarana untuk apresiasi yang lebih luas 
dan pemahaman yang lebih baik mengenai Buddhisme.
Semakin lama hiburan akan menjadi semakin popular sebagai sebuah konsep untuk 
memperkenalkan pesan Buddha masa kini. Walaupun tidak banyak dari kita yang 
mengenal musik yang dimainkan oleh Beastie Boys, Adam Yusch, penyanyi utama 
mereka yang mengklaim dirinya sebagai praktisi Buddhis, menggubah syair musik 
ini, Bodhisattva Vow (Janji Bodhisattva), yang dapat dipandang sebagai jenis 
musik Buddhis, karena melantunkan belas kasih, hubungan, dan perjuangan untuk 
mencapai ke-Buddha-an demi kepentingan semua makhluk hidup – sebuah 
pengembangan bodhicitta:
Saat saya mengembangkan Pikiran Sadar
Saya memuji para Buddha karena Mereka bercahaya
Saya bersujud di hadapanMu saat saya berangkat,
Jalanku menuju persatuan dengan jajaranMu
Saya ingin mengabdi sepenuh waktu
Untuk kepentingan semua makhluk
   
   
  Untuk berlangganan atau mendapatkan majalah ini, hubungi kami di:
  Yayasan Penerbit Karaniya
  Jl. Mangga II no 8, Duri Kepa, Green ville,
  Jakarta Barat 11510
  Telepon: 021-5687929
  SMS Layanan Pelanggan: 081 315 315 699
  Email: [EMAIL PROTECTED]
  Website: www.karaniya.com
   
   
  Be happy
  Penerbit Karaniya

                
---------------------------------
Get your email and more, right on the  new Yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke