SEGERA TERBIT
DON’T WORRY BE HEALTHY 
  Hidup Sehat Tanpa Cemas – JILID II
   
  Penyusun                          :  Dr. Phang Cheng Kar (MD)
  Penerjemah                      :  Chuang
  Penyunting                       :  Dr. Taruna Widjaja
  Penata letak & grafik       :  Indra Ari Wibowo
   
  Hubungi: [EMAIL PROTECTED] atau situs kami: www.karaniya.com 
   
  Penerbitan buku ini dipersembahkan dengan penuh cinta kasih sebagai 
pelimpahan jasa untuk mengenang Ven. Dr. K. Sri Dhammananda yang telah wafat 
tanggal 31 Agustus 2006.
  ________________________________________________
   
  PINDAH AGAMA SEBELUM MENINGGAL DUNIA
  -Ven. Dr. K. Sri. Dhammananda-
   
  Sekadar percaya bahwa ada seseorang yang akan membersihkan dosa-dosa kita 
tanpa memberangus kejahatan dalam pikiran kita, adalah tidak sesuai dengan 
ajaran Buddha.
   
  Sangat sering kita berjumpa dengan kasus dimana orang-orang mengubah agama 
mereka di saat-saat terakhir ketika mereka akan meninggal dunia. Dengan memeluk 
agama lain, beberapa orang memiliki kepercayaan yang keliru bahwa mereka dapat 
membasuh dosa-dosa mereka dan mendapatkan tumpangan gratis menuju surga. Mereka 
juga berharap dapat memastikan diri mereka mendapatkan imbalan yang lebih 
emosional dan upacara penguburan yang lebih atraktif secara estetik. Bagi orang 
yang telah hidup sepanjang hayatnya bersama sebuah agama, untuk secara 
tiba-tiba memeluk sebuah agama yang sepenuhnya baru, tak akrab, dan untuk 
mengharapkan keselamatan segera melalui keyakinan baru mereka adalah 
sungguh-sungguh jauh panggang dari api. Hal tersebut hanyalah sebuah impian 
kosong. Beberapa orang bahkan menyadari bahwa mereka telah pindah agama ketika 
mereka dalam keadaan koma dan dalam beberapa kasus bahkan sesaat setelah 
meninggal. Mereka yang terlalu bersemangat dan tak layak untuk mengubah
 orang lain ke dalam keyakinan mereka telah menyesatkan orang-orang tak 
berpendidikan ke dalam kepercayaan bahwa merekalah dan hanya keyakinan mereka 
yang memiliki metode mudah atau jalan pintas menuju surga. Jika orang-orang 
dituntun untuk percaya bahwa ada seseorang yang duduk di suatu tempat nun 
tinggi di sana yang dapat membasuh seluruh dosa-dosa yang telah diperbuat 
sepanjang hidupnya, maka kepercayaan ini hanya akan mendorong orang-orang untuk 
berbuat jahat tanpa rasa takut akan akibatnya. 
   
  Menurut ajaran-ajaran Buddha, tidak ada kepercayaan semacam itu bahwa ada 
seseorang yang dapat membasuh dosa-dosa kita. Hanyalah ketika orang-orang 
sungguh-sungguh menyadari bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah dan 
setelah menyadari hal ini, berusaha memperbaiki perilaku mereka dan melakukan 
hal-hal baik barulah mereka dapat memberangus atau menangkis akibat-akibat 
buruk yang akan mereka petik untuk perbuatan-perbuatan buruk yang telah mereka 
lakukan. 
   
  Adalah pemandangan yang umum di banyak rumah sakit untuk menjumpai para 
relawan dari beberapa agama yang mengerumuni para pasien dan menjanjikan kepada 
mereka kehidupan sesudah kematian. Hal ini mengeksploitasi ketidaktahuan 
mendasar dan ketakutan psikologis para pasien. Jika mereka benar-benar ingin 
menolong, maka mereka seharusnya membuat mukjizat yang dengan begitu bangganya 
mereka klaim dalam kitab suci mereka. Jika mereka dapat membuat mukjizat 
tersebut, kita tidak akan membutuhkan rumah sakit dan pekuburan. Umat Buddha 
seharusnya tidak akan pernah menjadi korban dari orang-orang seperti itu. 
Mereka seharusnya mempelajari ajaran-ajaran utama dari agama mereka yang mulia, 
yang mengajarkan mereka bahwa penderitaan adalah satu paket dengan kemanusiaan. 
Satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan adalah dengan memurnikan 
pikiran. Orang per orang menciptakan penderitaannya sendiri-sendiri dan hanya 
orang itu sendirilah yang dapat mengakhirinya. Seseorang tidak dapat
 berharap dapat menghapus konsekuensi dari perbuatan jahatnya hanya dengan 
sekadar mengubah agamanya di saat-saat menuju kematian. 
   
  Tujuan pada kehidupan mendatang dari orang yang sedang sekarat tergantung 
dari pikiran-pikiran terakhir yang muncul sesuai dengan karma baik dan buruk 
yang terakumulasi selama kehidupan, terlepas dari apa pun jenis label agama 
yang dirujuk oleh orang tersebut pada saat-saat terakhirnya.

                
---------------------------------
Get your email and more, right on the  new Yahoo.com 
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Everyone is raving about the  all-new Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke