Kesan itu bukan Anda
.
Dalam berdiskusi, dalam berinteraksi dengan orang lain, seringkali kita itu
gampang marah, apalagi kalau ada yang tidak sependapat dengan kita apalagi
dengan orang-orang yang mengkritik kita atau bahkan tentu saja orang yang
mencela atau menghina kita. Seolah-olah ada bagian dari diri kita yang tercuil,
tergumpilkan atau terkoyak karenanya. Ini umum sekali sifatnya, hanya kalau itu
terjadi pada orang-orang yang katanya telah mengerti apa itu Anatta dan
terlebih lagi mengartikannya itu sebagai tanpa aku dan lalu mengatakan bahwa
aku itu tiada atau aku nya telah tiada, tentulah ini menjadi suatu paradoks
atau kontradiksi.
Sudah sering saya menjelaskan bahwa Anatta sebagai salah satu konsepsi yang
sangat mendasar dalam ajaran Buddha itu hendaknya tidak diterjemahkan sebagai
tanpa (an) aku (atta), namun, sepertinya penjelasan saya itu hampir tidak
pernah digubris, apa lagi ditelaah dan coba di cari pemahaman yang lebih
mendalam darinya. Saya sangat senang jika ada yang bisa mencari dan menggali
lebih jauh sutta-sutta atau bagian-bagian dari kitab suci Ajaran Buddha yang
menjelaskan tentang Anatta ini dengan lebih lengkap. Salah satu tokoh yang
menurut pandangan saya, bisa memberikan penjelasan yang cukup lengkap tentang
Anatta ini adalah YA Mahasi Sayadaw, saya katakan cukup lengkap itu karena
sesungguhnya penjelasan yang paling lengkap itu, mesti anda pahami sendiri
dalam batin anda, tanpa itu, tidak akan pernah lengkap.
Semoga dengan memahami uraian singkat ini anda bisa mengerti bahwa kalau anda
punya pandangan, kesan atau pemahaman, itu bukanlah anda, itu adalah pemahaman
anda, kesan anda. Itu bisa benar, bisa juga salah. Kalau anda dikritik, yang
dikritik itu anda, bukan pemahaman anda. Ketika pemahaman anda itu sudah benar,
tentu tidak akan ada kritik atau tidak akan ada kritik yang tidak bisa anda
jawab dengan mudahnya.
Sama halnya dengan yang disampaikan dalam ajaran islam bahwa kita tidak boleh
membenci orang, seberapa jahatnya dia, yang kita benci adalah kejahatannya,
perbuatannya, kesan kita kepadanya. Ketika dia berubah baik, tentu kejahatannya
telah berhenti, dan semestinya kesan kita kepada dia itu juga berubah, maka
agar kita tidak malu atau salah menilai orang, jangan terlalu gampang
menghakimi, dan yang dihakimi atau dibenci itu perbuatannya, bukan orangnya
yang sebetulnya kan sama-sama ciptaanNya.
Semoga berguna, minal aidin walfa idzin
.
Salam
Irwan Sutjipto
THE GREAT DISCOURSE ON NOT-SELF
(ANATTALAKKHAṆA SUTTA)
Venerable MAHASI SAYADAW
-III- PERCEPTION AND VOLITIONAL FORMATIONS
-ooOoo-
Saññā bhikkhave anattā saññā ca h' idaṁ bhikkhave
attā abhavissa nayidaṁ saññā ābādhāya
saṁvatteyya labbhetha ca saññāya 'evaṁ me saññā hotu,
evaṁ me saññā mā ahosīti.' Yasmā ca kho bhikkhave
saññā anattā tasmā saññā ābādhāya
saṁvattati. Na ca labbhati saññāya evaṁ me saññā hotu
evaṁ me saññā mā ahosīti.
"Monks, saññā, (perception or memory) is not self..."
Perception is sixfold in kind:
1. Perception born of eye-contact.
2. Perception born of ear-contact.
3. Perception born of nose-contact.
4. Perception born of tongue-contact.
5. Perception born of body-contact.
6. Perception born of mind-contact.
Whenever an object is seen, heard, touched, or known, we usually think, "It
is I who perceives; this object is perceived and remembered by me." On seeing a
sight, it is remembered as a man or a woman, or as an object perceived at such
and such a time at such and such a place. The same applies to audible objects
and other forms of sensory awareness. This process of perception or memory is
wrongly held to be a personal feat: "It is I who remembers, my memory is
excellent." The Blessed One explains here that this view is wrong, that there
is nothing individual or personal in the process of remembering, just
insubstantial phenomena; it is not self.
Explaining how perception is not self, the Buddha continued:
"Monks, perceptions, saññā, are not self. If perceptions were self, then
they would not tend to afflict or oppress, and one should be able to control
perceptions thus: 'Let my perceptions be thus (all pleasant), let my
perceptions be not thus (unpleasant)'."
Ada enam bentuk persepsi:
Persepsi (kesan) yang timbul dari kontak mata
Persepsi (kesan) yang muncul dari kontak telinga
Persepsi (kesan) yang muncul dari kontak hidung
Persepsi (kesan) yang muncul dari kontak lidah
Persepsi (kesan) yang muncul dari kontak fisik/tubuh
Persepsi (kesan) yang muncul dari kontak pikiran
Kapanpun suatu objek terlihat, terdengar, tersentuh atau diketahui, kita
sering berpikir,Oh ini persepsi (kesan) saya, objek ini dipersepsikan dan
dingat oleh saya.. Ketika melihat pemandangan, kita mengingat nya sebagai pria
atau sebagai wanita, atau sebagai objek yang dipersepsikan pada tempat ini dan
waktu ini. Sama halnya juga dengan objek suara dan bentuk kesadaran
sensorik.lainnya. Proses munculnya persepsi (kesan) atau ingatan ini dipahami
dengan salah sebagai kemampuan pribadi kita,Sayala yang mengingat, memori saya
sempurna, Yang Dimuliakan menjelaskan bahwa pandangan ini salah, bahwa dalam
proses pengingatan, tidak ada individu atau pribadi, yang ada hanyalah bagian
dari fenomena, dia itu bukan anda.
Menjelaskan bahwa persepsi (kesan) it bukanlah anda, sang Buddha mengatakan:
Oh Para bhikkhu, persepsi (kesan), Sanna, bukanlah anda, kalau persepsi
(kesan) itu adalah anda, maka mereka tidak akan cenderung untuk menyakiti atau
menekan, dan seseorang tentu akan bisa mengendalikan persepsi (kesan) misalnya
dengan cara ,Semoga Persepsi (kesan) saya semuanya adalah yang menyenangkan,
semoga persepsi (kesan) saya semuanya bukanlah yang tidak menyenangkan.
===sisanya anda bisa cari di sini....
http://www.buddhanet.net/budsas/ebud/mahasi-anat/anat01.htm
atau di
http://www.buddhistinformation.com/great_discourse_on_not-self.htm
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/