Namo Buddhaya, Kasus Ferry mungkin memang telah mencoreng wajah umat Buddha di Indonesia, namun saya pikir hal ini jangan sampai membuat umat Buddha menjadi down. Kalau ada sebuah titik hitam pada sebidang papan tulis putih, janganlah kita terfokus hanya melihat bahwa ada titik hitam pada papan tulis tersebut. Bukankah ada bagian putih yang lebih luas daripada titik hitam tersebut?
Kalaupun akhirnya benar bahwa Ferry adalah seorang bhiksu (semoga saja tidak), janganlah membuat kita membuat kita lupa bahwa ada banyak sekali bhiksu yang benar-benar menjalankan vinaya dengan baik, ada banyak bhiksu yang berkualitas. Walau kasus Ferry ini di mata awam bisa menjadi setitik nila yang merusak susu sebelanga, tapi bagi kita yang mengerti, kasus Ferry bukan setitik nila pada sebelanga susu, tapi adalah setitik noktah pada sebidang papan. Umat Buddha tetap harus menjaga suasana yang kondusif bagi anggota Sangha untuk dapat menjalankan perannya dengan baik. Umat Buddha tetap harus mensupport dan mendukung Sangha dengan bijaksana. Salam, Abin ," DISCLAIMER : The information contained in this communication (including any attachments) is privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission. We apologize if you have received this communication in error; kindly inform the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that do not relate to our official business. [Non-text portions of this message have been removed]
