Masih. Tiada ada keharusan bicara soal Buddha melolo.
"Feni" <[EMAIL PROTECTED]> Others, 02/01/2007 04:01 PM Sent by: [email protected] To: <[email protected]> cc: Subject: Re: [MABINDO] Mari menanam Mabindo masih milis Buddhis??? ----- Original Message ----- From: siao jin To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, December 26, 2006 3:25 AM Subject: [MABINDO] Mari menanam Mari menanam Natal bagi banyak orang di dunia adalah hari yang ditunggu-tunggu, hari yang menyenangkan; pohon Natal, kue-kue, makan malam dan berbagai kegiatan lainnya, baik itu di rumah-rumah dan terutama di gereja-gereja. Hari kelahiran Sang Kasih sejati, PutraNya yang di utus untuk menyelamatkan kita dari kehidupan yang tanpa kasih. Sebanyak yang menyambut datangnya Natal dengan suka cita, mungkin sedikian juga banyaknya orang-orang di sekeliling kita yang menggerutu dan bahkan bersembunyi di pojok-pojok yang gelap sambil marah dan membayangkan hal-hal yang mengerikan lainnya, yang mungkin tidak terbayangkan oleh kita, sebagian lagi sibuk dengan trauma dan kebenciannya akan para penyebar kasih yang dengan nama kasih telah mencoba mengkonversi atau mengajak umat beragama lain untuk pindah dan memeluk agama kasih. Lucu memang, dan ironis faktanya bahwa banyak di antara kita, ups tepatnya sebagian besar dari kita itu hidup dalam trauma-trauma dan kejadian-kejadian yang membuat kita saling membenci satu dengan yang lain, antara penganut satu agama dengan penganut agama yang lain. Kesemuanya itu memberikan simpanan memori atau ingatan bagi kita semua dan ketika kita mendengar atau melihat sesuatu yang berkaitan dengan trauma-trauma kita itu lalu dengan mudahnya asosiasi kita akan beralih pada kejadian yang menimbulkan sakit dan benci di dalam diri kita dari trauma-trauma tersebut, dan katakanlah kembali masing-masing dari kita itu memupuk rasa benci dan sakit hati kita dengan makin mendalam. Akan panjang sekali uraiannya kalau kita mau membahas satu persatu sebab dan akibat dari trauma, sakit hati dan kebencian yang mendiami hati kita semua dan secara singkat, walaupun mungkin bagi sebagian orang bisa dikatakan saya memaksakan penyingkatan sumber ini, namun, semua kejadian itu, baik dari sisi orang yang membuat anda mengalami trauma, rasa sakit dan benci di dalam hati anda itu dan diri anda sendiri, sama - sama berada dalam posisi kebodohan, kegelapan batin. Mungkin dari sisi dia - yang berbuat- kegelapan dan kebodohan dirinya adalah tidak menyadari bahwa apa yang dia perbuat telah menyakiti orang lain, dan dari sisi anda tentu kebodohan anda, kegelapan batin anda tentu bisa saja karena anda tidak bisa memahami dan memaafkan orang yang berbuat kepada anda. Sangat bisa jadi perbuatan yang mesti anda terima itu memang sangat menyakitkan dan secara normal, semua orang akan merasa maklum akan kebencian yang timbul di hati anda, namun di sisi lain, kalau kita menelusuri dengan teliti lalu akan sampai pada suatu titik bahwa anda tidak punya cara lain selain dari pada memaafkannya karena toh semuanya telah terjadi, kebodohannya telah membuat anda menderita. Kalau saja semua orang bisa menimbang dan merenungkan apa-apa yang akan dilakukannya dan senantiasa mencoba untuk tidak menyakiti orang lain, tentu saja trauma dan rasa sakit yang anda alami itu tidak perlu terjadi, dan kiranya memang itu yang lebih penting untuk kita coba lakukan untuk masa depan atau hari-hari mendatang kita. Mencoba hidup dengan penuh kesadaran, penuh pertimbangan akan kasih dan kebaikan yang mesti anda berikan kepada kehidupan. Secara sederhana ini merupakan bentukan lain dari tulisan saya di kabarindonesia yang berjudul,"Orang pintar, satu detik" dari sisi lain ini merupakan praktek meditasi yang tertinggi yang diajarkan oleh Sang Buddha, yaitu Sabar; Sabar yang mengamati kehidupan, sabar yang memberikan kebaikan pada kehidupan, dan bagi para sahabat umat Nasrani, mungkin ini disebut dengan mengisi kehidupan dengan Kasih sejati. Mulailah dengan diri anda sendiri, dan saya tentu akan memulai dengan diri saya sendiri, memulai dengan istri dan anak-anak saya, sahabat-sahabat saya, rekan kerja saya dan lalu kepada anda semua, serta kemudian untuk masyarakat dan bangsa, dan untuk anda semua, untuk alam semesta. Saya titipkan kasih bagi mereka semua melalui hati anda masing-masing, karena di sanalah kasih itu akan bertunas dan berkembang. Mari kita tanam bibit kasih dalam hati masing-masing, kasih yang tulus, kasih yang memberi tanpa meminta. salam kasih. 261206 sjw Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ," DISCLAIMER : The information contained in this communication (including any attachments) is privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission. We apologize if you have received this communication in error; kindly inform the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that do not relate to our official business. [Non-text portions of this message have been removed]
