OmPopa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  To: [EMAIL PROTECTED]
From: OmPopa <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 10 Jan 2007 23:01:44 +0700
Subject: [sekolah-kehidupan] Tips #132: Berbicara Kepada Anak-anak

        
            "Anak-anak tetaplah anak-anak. Orang dewasa mestinya makin dewasa." 
Ikhwan Sopa - Trainer 
      Tips #132:
Berbicara Kepada Anak-anak 
  Dari materi oleh: Renate Zorn
Konsultan Komunikasi, penulis "Good Conversation is for Everyone: Ten Steps to 
Better Conversations" 
  Anda mungkin tahu rasanya, bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak. Terlebih 
lagi, anak-anak sendiri. 
  Berbicara kepada anak-anak, sebetulnya menyenangkan walau kadang-kadang 
mengesalkan. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian, mengingat pekanya perasaan 
mereka, mengingat masih sedikit dan sempitnya wawasan mereka, dan masih 
polosnya cara berpikir mereka. 
  Di sela semua "kelemahan" itu, ada satu kekuatan terbesar yang dimiliki hanya 
di saat tertentu dalam hidup setiap manusia. Kekuatan yang dimiliki hanya di 
saat manusia masih menjadi anak-anak, yaitu daya ingat dan daya cerna yang luar 
biasa pesat dan hebatnya. Berhati-hatilah. 
  Berhati-hatilah jika Anda bermasalah di kantor. Jangan sampai kekesalan Anda 
tertumpah pada diri dan perasaan mereka. Apapun yang buruk dari mereka, akan 
berasal dari perkataan Anda sebagai orang tua. 
  Berhati-hatilah jika Anda bermasalah dengan pasangan atau keluarga Anda. 
Jangan sampai kemarahan Anda terlampiaskan pada perasaan dan jiwa yang masih 
benar-benar apa adanya. Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari 
perkataan Anda sebagai orang tua. 
  Berhati-hatilah jika jalan hidup Anda tidak sesempurna yang Anda minta. 
Jangan sampai kekecewaan Anda menerpa pada hati dan pikiran suci mereka. Sebab 
Anda akan menciptakan anak-anak yang penuh cacat dan cela di dalam jiwanya. 
Apapun yang buruk dari mereka, akan berasal dari perkataan Anda sebagai orang 
tua. 
  Berikut ini adalah tips dari seorang konsultan komunikasi yang mendalami 
persoalan komunikasi antar pribadi, termasuk berkomunikasi dengan anak-anak. 
  TERSENYUMLAH DENGAN TULUS PADA MEREKA 
  Smile! And mean it! Lebih dari 50% komunikasi Anda, dilakukan dengan bahasa 
tubuh termasuk ekspresi wajah. Saat berbicara kepada anak-anak, persentase itu 
akan bertambah. Sebab bahasa tubuhlah yang lebih mereka pahami, ketimbang 
bahasa intelektual Anda sebagai orang dewasa. 
  JANGANLAH MERENDAHKAN MEREKA 
  Janganlah berbicara dengan merendahkan mereka. Adalah baik untuk mengetahui 
terlebih dahulu, seberapa jauh pemahaman mereka tentang suatu topik. 
Snorklinglah sebelum diving. 
  GUNAKANLAH ALAT PERAGA 
  Gunakan sesuatu yang anak-anak dapat melihat, mendengar dan menyentuhnya. 
Gunakanlah alat peraga secukupnya. Tidak perlu kebanyakan dan bertaburan. Anda 
tahu bagaimana anak-anak. Dengan alat peraga, mereka akan lebih mudah mengingat 
berbagai hal. 
  SEDERHANAKANLAH BICARA ANDA 
  Anak-anak akan cepat lelah dengan deskripsi yang terlalu detil, dan dengan 
teori serta konsep. Gunakanlah cerita, untuk mendemostrasikan informasi yang 
akan Anda sampaikan. Buatlah proses itu menjadi fun. 
  BERTANYALAH PADA MEREKA 
  Pertanyaan akan membuat anak-anak berpikir dan terlibat. Menjawab pertanyaan, 
bertanya, mengutarakan pendapat, dan melakukan evaluasi, adalah lebih 
menyenangkan bagi mereka dalam memahami berbagai fakta. 
  ANTUSIASLAH DI HADAPAN MEREKA 
  Jadilah antusias dan enerjik. Ini akan membuat Anda dan mereka tetap terjaga 
dan tertarik pada topik. 
  PAKAILAH KACAMATA MEREKA 
  Anak-anak melihat berbagai hal dengan cara pandang yang berbeda. Mereka 
melihatnya dengan kacamata mereka, bukan kacamata Anda. Concern, prioritas dan 
sistem nilai mereka, juga berbeda. Temukanlah apa yang penting bagi mereka, 
sebelum berbicara. Doronglah mereka untuk meminta penjelasan, jika mereka tidak 
memahami apa yang Anda katakan. 
  MEREKA TIDAK PEDULI ANDA SEBAGAI PEMBICARA 
  Mereka, tidak peduli apakah Anda seorang pembicara yang hebat atau tidak. Apa 
yang mereka inginkan, hanyalah kejujuran, antusiasme, dan respek. Jika Anda 
melakukan kesalahan berbicara atau lupa akan sesuatu, tak perlu khawatir. 
Anak-anak itu menyenangkan, sebab mereka tak akan menghakimi Anda. Teruskan 
saja bicara Anda. 
  JUJURLAH PADA MEREKA 
  Jika Anda tidak tahu jawaban dari pertanyaan mereka, jujur saja. Tak usah 
Anda karang-karang jawabannya. Anak-anak, biasanya mengetahui jika Anda ngibul. 
Bilang saja nanti akan Anda cari jawabannya. Dan ingatlah, mereka akan 
menagihnya. 
  LIBATKANLAH MEREKA 
  Libatkanlah mereka. Jika ada bagian dari bicara Anda di mana mereka bisa 
tampil ke depan, melakukan penghitungan, atau membicarakan sesuatu, berikan 
kesempatan itu pada mereka. 
  JIKA MEREKA HARUS DUDUK DAN DIAM: TEKNIK ABC 
  Ada saat atau sesi tertentu di mana anak-anak memang diharapkan hanya duduk 
dan mendengarkan. Untuk sesi seperti ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa 
penyesuaian. 
  A: Attention Span 
  Attention span atau rentang perhatian, adalah faktor yang membedakan 
kemampuan mendengar, antara anak-anak dan orang dewasa. Setelah dewasa, Anda 
telah bisa mengembangkan kemampuan untuk lebih fokus dan lebih lama bertahan 
mendengarkan sesuatu. Anak-anak belum bisa sejauh itu. 
  Perhatikanlah acara bagus untuk anak-anak di televisi. Semuanya dipecah-pecah 
ke dalam berbagai segmen yang pendek-pendek. Dibuat seperti itu, agar anak-anak 
tetap duduk dan mendengarkan. 
  Jika anak-anak terlibat dalam suatu aktivitas yang tidak dipilihnya sendiri, 
mereka akan lebih enggan mendengarkan. Prediksilah secara realistis, berapa 
lama mereka akan tetap fokus. 
  B: Break it Up 
  Jika Anda berbicara pada sekelompok anak-anak, pecahlah mereka menjadi 
kelompok-kelompok kecil. Jika bicara Anda akan panjang atau menyangkut beberapa 
isu sekaligus, pecahlah bahan bicara Anda menjadi potongan-potongan yang 
sederhana dan mudah dicerna. 
  C: Children are Still Children 
  Seberapa pun besarnya energi dan antusiasme Anda, mereka tak akan pernah 
melihatnya dari perspektif Anda. Selogis apapun pernyataan Anda, mereka tak 
akan pernah melihatnya seperti Anda melihatnya. Cobalah untuk memasuki sudut 
pandang mereka, kemudian bertanyalan WIIFM (What's In It For Me?). Sebab, 
mereka juga punya yang namanya minat dan ketertarikan pada sesuatu. 
  KESIMPULAN 
  Sebagian besar dari kita, adalah orang-orang dewasa yang tak sempurna, 
manusia-manusia yang penuh dengan cacat dan cela. Sebagian besarnya, disebabkan 
oleh kata dan bicara para orang tua kita. Kita masih bisa merasakan bekas dan 
carut-marutnya. Itulah luka lama kita, yang kecil kemungkinan bisa hilang 
selamanya. 
  Kita tidak akan menyalahkan para orang tua. Sebab mereka hanya berjalan 
sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan, sejalan dengan impian dan 
harapan, seiring dengan wawasan dan kemampuan. Begitulah yang telah terjadi, 
dan kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, kecuali membangun masa depan. 
  Apa yang terpenting, adalah menciptakan masa depan yang lebih baik dan makin 
baik. Masa depan dari anak-anak kita. 
  Kita tak ingin mereka sama tak sempurnanya dengan kita. Kita ingin mereka 
lebih baik dari kita. Kita tak ingin semua cacat dan cela menggores lagi, 
seperti yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita tak ingin semua itu datang 
dan datang lagi. Oleh sebab itu, janganlah kita ulangi kembali. 
  Anak-anak tetaplah anak-anak. Orang dewasa mestinya makin dewasa. 
  Ikhwan Sopa 
Trainer E.D.A.N. 

  

         

 
---------------------------------
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask your question 
on Yahoo! Answers.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke