________________________________

From: Sinly [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tue, 29 May 07 13:35
To: Yudi
Subject: FW: Re : Peta sebagai Penglaris


this is a good article. read it bro!
 
 Regards, 
Sinly 
 

________________________________

From: Kalyasiri Tan [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, May 15, 2007 8:13 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Sinly; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; aina; andreas arianto; baruna 
dewi; charity dwini dahar; christin salim; Dharmanadi Chandra; eliza; emil tan; 
equarry harlan; Erwin Teo; ferdinand rismanto; frans mulyadi; giri khematto; 
hanlim; hendrawan; Henry Basuki; henry jie; Herman S Endro; hernawati; indriana 
wongso; Judy sirithorn; Laurénsius Widyanto; Liena Wong; Lowis, Hartono (ID - 
Jakarta); meling; minani rusli; Nani Rusli; novi; pramuji; [EMAIL PROTECTED]; 
tienna s; virawati shin; [EMAIL PROTECTED]; yani chaniago; yani siantar; [EMAIL 
PROTECTED]; Yen ling lioe; yin yin jie; yovi
Subject: Re : Peta sebagai Penglaris



(Mahluk)  Peta sebagai Penglaris

 

Tulisan ini berdasarkan Pengalaman salah seorang umat Buddhis  ketika sedang 
bersantap malam di salah 1  restoran Sea Food  terkenal di kota S. 
 
*)Nara sumber tidak bersedia mengungkapkan jati dirinya dan tidak bersedia 
menyebutkan nama nama restaurant yang menurutnya " Ditumpangi" oleh mahluk 
halus.  ( Dalam konteks ini :" saya " adalah nara sumber bukan penulis ) .

 

Tulisan di bawah ini sesuai dengan apa yang diceritakan tanpa di beri  "embel2" 
atau di "per indah" dan di tulis apa adanya karena Dhamma adalah kebenaran. 
Prinsip saya Lebih baik menceritakan kebenaran meski tak enak didengar daripada 
 menceritakan kebohongan meskipun  indah atau enak di dengar.  

 

Beginilah  kisahnya ....................
  
Saya mempunyai  seorang Klien di S. Suatu ketika kebetulan saya berkunjung 
kesana . Klien saya ini pernah bercerita bahwa suaminya adalah penyembuh 
spiritual kristen ( spiritual healer) , sebelum jadi penyembuh sang suami 
mempelajari  berbagai macam ilmu klenik, seperti bertapa dalam air (kungkum)   
selama beberapa hari, puasa putih, dll,   sampai akhirnya menjadi insyaf dan 
menjadi pengikut  nasrani. Saya tidak begitu antusias mendengarkannya dan hanya 
memperhatikan sekilas. Lagipula saya merasa tidak tertarik dengan yang hal hal 
begituan (klenik, black magic, spiritual healing, dll) . 
 
Dan  saat saya berkunjung kesana (kota S)  , klien saya bermaksud mengundang 
saya bersantap malam di sebuah restoran sea food yang paling terkenal di kota 
tsb. Menurut beliau , restoran ini amat ramai, sehari pemasukannya sampai 
ratusan juta rupiah . Saya sempat menolak ketika mendengar  bahwa sea food ( 
udang, ikan, dll) nya benar benar fresh (segar) / hidup hidup langsung dimasak. 
Sebagai seorang Buddhis merski bukan vegetarian tetapi   saya merasa "risi" dan 
tidak tega  memakan  binatang yang hidup hidup langsung dimasak. Tetapi beliau  
 ini memaksa , dan berkata bahwa seafood di restoran itu amat enak dan 
terkenal. Begitu sampai di tempat tujuan (di daerah ber intial M) , tampak  
pada pintu masuk terpampang sebuah kereta kayu ( gerobak dorong) yang  cukup 
besar . Saya mempunyai perasaan tidak nyaman dan  dengan sengaja   mengambil 
arah ke kanan (menghindar) . Beliau menyarankan agar saya memilih sendiri sea 
food yang akan dihidangkan. Saya menolak dengan halus dan menyarankan agar 
tidak memilih yang hidup. Selesai beliau memilih hidangan , kami berdua duduk 
di   meja bulat  agak  besar ( kira kira cukup untuk 6 orang)  . Tempat duduk 
tersebut terletak agak dekat ke tengah ruangan . Saya lalu memperhatikan ke 
sekeliling , ruangan luas dan terdapat banyak meja serta kursi,   dan ketika  
melihat kearah  atas tampak patung kuda putih , kalau tidak salah berjumlah 3 
ekor , tergantung di atas di tengah tengah  atap . Kemudian  tepat di tengah 
tengah ruangan tak begitu jauh dari tempat duduk kami, tampak ada tandu 
pengantin cina antik  yang terbuat dari  kayu. Saya berusaha untuk tidak 
melihat ke arah tandu  karena merasa tidak nyaman.  Dalam hati saya berpikir, 
kok tempat ini terasa angker dan membuat hati saya merasa tidak genah. Tak lama 
kemudian makanan dihidangkan. Terus terang, saya tidak merasa makanan itu enak. 
Rasanya biasa saja, hambar dan sama sekali  tidak istimewa. Sehingga saya 
merasa heran melihat betapa ramainya restauran sea food itu. 
 
 Kira kira 20 - 30  menit kemudian  suami klien saya muncul bersama ke 2 anak 
laki lakinya yang baru berangkat remaja.   Setelah saya diperkenalkan kepada 
suami dan anak anaknya,.Sambil menunggu hidangan selanjutnya, kami mengobrol 
tentang hal hal umum (basa basi). Tampak suami klien saya memperhatikan saya 
dengan seksama, saya agak heran. Lalu dia bertanya : " Bu ....coba lihat ada 
apa di tandu sana. "  karena saya kaget di "tenbak" secara tiba tiba , secara 
spontan saya langsung melihat ke arah tanda. Sebelumnya firasat  saya sudah 
merasakan ada sesuatu yang aneh disana   tapi saya berusaha  tak ambil peduli 
dan berusaha tak memperhatikan tandu itu. Tetapi karena kaget secara otomatis 
saya melihat dengan mata batin ( meski saya tidak memalingkan kepala  --- tetap 
saja "mau tidak mau " tetap terlihat  ). Reaksi "spontan" . Dan tampak    
seorang wanita duduk didalam tandu sana. Dan pada saat itu  juga semua bulu 
kuduk dan bulu roma saya berdiri, dan ke 2 tangan serta kaki  saya dingin . 
Hati saya tergetar dan tiba tiba saya merasakan ada kesedihan amat mendalam 
disana ( pada wanita itu) . Suami klien saya terus mendesak dan bertanya   : 
Apa yang ibu lihat ? Saya menjawab secara spontan tanpa bisa di "rem" , seorang 
wanita. Lalu ia bertanya lebih lanjut : "Tua atau muda" , saya jawab muda. 
Sudah nikah belum, hampir.   Saya jawab hampir karena wanita itu mengenakan 
baju pengantin kuno, seperti jaman cina kuno dengan segala ornamen dan 
atributnya. Sebenarnya, saya melihat pada perut wanita itu ada bekas tusukan 
(berdarah). Rupanya , wanita itu dibunuh dalam perjalanan menuju ke tempat 
upacara pernikahan (pelaminan) . Mungkin karena kemelekatannya pada tandu   
(mati  penasaran) maka ia terperangkap disana selama entah berapa ratus atau 
mungkin ribuan tahun. Saya amat yakin bahwa wanita ini merasa amat menderita 
dan sebenarnya ingin dibebaskan dari sana. Tetapi saya tak mampu mengatakan apa 
apa atau berbuat apa apa   selain berdoa dan mencoba menyalurkan jasa agar ia 
bisa bebas dari penderitaannya. Hanya saja pertanyaan pertanyaan itu membuat 
saya dongkol karena  saya merasa " di paksa" melihat sesuatu yang tidak 
menyenangkan. Saya bertanya apa maksud bapak bertanya hal hal seperti ini 
kepada saya ? Menurut suami klien , ia bertanya karena wanita dalam tandu itu 
terus menerus melihat dan memperhatikan saya. 
 
Lalu ia melanjutkan dengan berkata :" coba lihat ke  mata saya" . Dalam hati 
saya pikir kurang ajar sekali, dan saya tahu maksud dan tujuan dia adalah 
berusaha menghipnotis saya . Dalam hati saya berkata : " Emangnya gua takut" ? 
, lalu dengan menantang saya langsung melihat ke bola mata nya. Tampak ke 2 
bola mata bapak itu menjadi putih semua. Saya mengeraskan hati dan memperkuat 
keyakinan saya  terhadap Sang Triratana . Dan  saya merasa yakin tidak akan 
terpengaruh. Kemudian dia berhenti sambil tertawa dan berkata. Ibu...ini .... 
belajar  ilmu dimana. Dan saya jawab dengan sejujurnya , tidak saya tak pernah 
belajar ilmu apa apa dan tidak berusaha untuk belajar apapun. Hanya saya pernah 
meditasi, itupun  tidak rutin dan sebentar serta  tanpa guru dan sudah lama 
tidak pernah meditasi  lagi. Kemudian suami klien ini mengakui , memang patut 
diakui agama budha itu hebat, sebaiknya ibu rajin meditasi. Kemudian dia 
melanjutkan, bercerita mengenai restoran ini . Menurut dia, restoran ini 
sengaja menaruh mahluk ( wanita di tandu) dan setan anak kecil ( pada kereta 
dorong di depan) supaya laris. Sambil mendengarkan, terasa oleh saya kalau 
sebenarnya masih ada mahluk mahluk halus lain yang berseliweran diantara para  
pengunjung. Dalam hati saya merenung, sebenarnya untuk apa pemilik restoran  
melakukan hal hal seperti itu. Ingin kaya ? Saya amat menyayangkan pendapat 
seperti itu . Menyedihkan sekali . Mereka tidak sadar akan akibat buruknya. 
Atau mereka secara "tidak sengaja" membeli barang antik yang sebenarnya ada 
"penghuni"nya. Tetapi mengapa barang barang itu di letakkan sedemikian rupa.   
Apapun alasannya , setelah meninggal suka tidak suka si empunya restoran itu 
akan menjadi budak dari mahluk mahluk yang sekarang dijadikan  sebagai 
penglarisnya. Bayangkan ! Sedangkan mahluk mahluk itu saja sudah amat 
menderita. Dan yang lebih menyedihkan lagi keluarga dari empunya restoran itu 
(karena turut menikmati   hasil uang kotor hasil dari jasa mahluk tsb ) akan 
juga menerima akibat buruknya. Saya juga merasa kasihan kepada mahluk mahluk 
itu karena tak bisa bebas dari penderitaan . Kalau saya mengundang  bhikkhu  
(sangha) yang pandai  kesana, pastilah si pemilik akan marah besar. Jadi saya 
juga tidak bisa berbuat apa apa kecuali menyalurkan jasa kebaikan saya kepada 
mahluk mahluk itu. Semoga bermanfa'at   bagi mereka.

 

 

Saran saya sebaiknya jangan memakan makanan di restoran yang memakai mahluk 
sebagai penglaris  karena makanan tsb sudah di persembahkan untuk mahluk mahluk 
itu terlebih dahulu.  Terkadang makanan  itu sudah " di muntahkan" terlebih 
dahulu oleh mahluk yang bersliweran di sekitar pengunjung. Jadi yah bayangkan , 
apakah tidak "
jijik " melihatnya ? .    

 

Janganlah meniru si empunya restauran itu (*menggunakan penglaris dengan cara 
tidak wajar)  , hendaknya kita  belajar menerima apa adanya. Harta duniawi 
bukanlah  segala galanya. Nibbana adalah tujuan kita dan Nibbana sesungguhnya 
berkah tertinggi. 

 

Dan saya ingin menghimbau agar para umat buddhis jangan lupa membagi jasa 
kepada semua mahluk yang ada dialam semesta ini (pattidana) dengan membacakan 
paritta suci (aradhana/ ratanasutta/ 
karaniyamettasutta/buddhanussati/dhamma/sanghanussati/   jayamangala. 
cullamangala/pattidana). 

Tidak perlu membakar kertas dan menyajikan buah buahan , lebih baik uangnya di 
danakan untuk ARIYA sangha atau sesuatu yang lebih berguna, misalnya utk anak 
hidrosefalus /sakit / yatim piatu . Untuk membangun jembatan rusak, membantu 
penderita musibah / kecelakaan, dll. 

 

Note :

Kisah diatas adalah pengalaman salah  seorang umat yang memiliki "mata batin" 
(mata dewa / Dibbacakkhu ) semenjak lahir. 

 

Menurut umat tsb , banyak restauran di Jakarta ysng "DITUMPANGI"  ( "salah 1 
kuring yg terkenal,  restauran di kota tua yg memang bekas   jaman penjajahan 
dahulu )  yang ada "mahluk"nya. Ada yang memang di sengaja tetapi ada yg memang 
sudah semenjak dulu sdh di "huni" oleh mahluk tsb.   Demikian juga dengan  bbp 
toko emas di Jakarta / Tangerang.  Biasanya resto atau toko tsb ada 1 hari 
libur dalam seminggu . Hari tsb digunakan khusus untuk mempersembahkan sesajen 
kpd   mahluk yang menumpang tsb. Ada juga money changer di daerah KG Jakarta 
Utara yang meminjam jasa "Semar mesem" sebagai penglaris. Jadi bukan hanya 
resto yang bisa memakai "jasa" peta ini. 

 

Jadi berhati hatilah makan di restoran.  Bila merasa "tidak genah" spt bulu 
kuduk berdiri, ada bebau an aneh ( * tidak selalu harus bau, kadang wangi 
bunga) , tiba tiba angin kencang bertiup padahal tidak hujan.   Sebaiknya jauhi 
tempat tempat seperti itu. 

 

Tulisan diatas bukan bertujuan untuk menakut nakuti tetapi lebih untuk 
meningkatkan kewaspadaan kita .

 
Sekali lagi percaya atau tidak terserah anda.  Dan mohon ma'af bila tidak 
berkenan dihati anda.  

  

SEMOGA BERMANFA'AT bagi anda .  Paling tidak membuka wawasan kita bahwa setan 
itu ada. Dan tidak seperti "perkiraan orang pada umumnya" bahwa setan itu 
berada di neraka. Tidak , pendapat itu tidak benar, meski tidak memiliki alam 
sendiri tapi setan tidak berada di neraka. . Setan itu berada   di dunia ini 
dan bertempat tinggal di hutan , gunung, kuburan, rumah tua, terkadang rumah 
yang dihuni oleh manusia . Hanya saja mereka "kasat mata" sehingga kita tidak 
menyadari "keberadaan " mereka.     Maka dari itu jangan buang hajat atau 
"kencing" sembarangan (mis, di pohon besar --- yang seringkali berpenghuni) . 
Bila merasa terganggu setan juga   bisa membalas dendam . Dan ada beberapa 
jenis  setan yang memiliki kesaktian (mahidhikka) sehingga bisa menyalin rupa, 
menampakkan diri, menakut nakuti orang, dll. 

 

             Salam metta,

 

             KS

 



DISCLAIMER:
Any person receiving this email and any attachment(s) contained, shall treat 
the information as confidential and not misuse, copy, disclose, distribute or 
retain the information in any way that amounts to a breach of confidentiality. 
If you are not the intended recipient, please delete all copies of this email 
from your computer system. As the integrity of this message cannot be 
guaranteed, neither PT Bank UOB Buana Tbk (Bank UOB Buana) nor any entity in 
the UOB Group shall be responsible for the contents. Any opinion in this email 
may not necessarily represent the opinion of Bank UOB Buana or any entity in 
the UOB Group

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke