*PENJELASAN SANBAO GE (LAGU TIGA MUSTIKA)** **三寶歌*** Latar Belakang
Tahun 1930 di Akademi Buddhis Minnan di Xiamen, Tiongkok, beberapa Master Buddhis berpandangan bahwa sudah seharusnya dunia Buddhisme juga memiliki sebuah lagu yang mengumandangkan ajaran dan semangat agama Buddha, seperti layaknya sekolah yang memiliki lagu sekolah atau negara yang memiliki lagu kebangsaan. Maka lahirlah Sanbao Ge (baca: San Pao Ke) yang digubah oleh Master Hongyi dengan lirik yang ditulis oleh Master Taixu. Berikut adalah penjelasan singkat tentang makna yang terkandung dalam lirik lagu Sanbao Ge. *Syair Pertama* *三寶* *San Bao* (Tiga Mustika) Buddha, Dharma dan Sangha. Buddha adalah 'Yang Sadar' atau 'Yang Bijaksana', adalah Manusia Agung yang telah memahami kebenaran hakiki alam semesta, Guru para Dewa dan Manusia yang telah mencapai kesempurnaan dalam kebijaksanaan dan moralitas. Dharma adalah kebenaran hakiki alam semesta. Sangha adalah komunitas para siswa non-perumah tangga yang mengabdikan hidup mereka bagi pelestarian Buddha Dharma demi kebahagiaan semua makhluk. *人天長夜** **Ren Tian Chang Ye* (Manusia Dewa Malam Panjang) Enam bentuk kehidupan di alam semesta terdiri dari Dewa, Asura, Manusia, Hewan, Setan dan Neraka. 'Manusia dan Dewa', kata pembuka lagu ini merujuk pada semua makhluk enam bentuk kehidupan yang mengalami proses lahir dan mati, bagaikan mengarungi malam panjang yang tiada awal dan tiada akhir. *宇宙黮闇* *Yu Zhou Tan An* (Alam Semesta Gelap Gulita) Alam semesta penuh diliputi kegelapan yang hitam kelam. Ini adalah kegelapan batin makhluk hidup yang menyebabkan alam semesta menjadi gelap gulita. *誰啟以光明** **Shei Qi Yi Guang Ming *(Siapa Membuka Memberi Cahaya Terang) Siapa gerangan yang membuka tabir kegelapan itu memberi cahaya yang terang? *三界火宅** **San Jie Huo Zai* (Tiga Alam Rumah Terbakar) Tiga alam adalah Alam Nafsu, Alam Rupa dan Alam Arupa (tanpa bentuk). Alam Nafsu adalah alam tempat berdiamnya makhluk yang berbadan dan memiliki nafsu birahi, Alam Rupa tidak lagi memiliki nafsu tetapi masih memiliki badan, sedang Alam Arupa hidup dalam bentuk kesadaran/batiniah. Alam Rupa dan Arupa adalah alam dewa tingkat tinggi, sedang dewa tingkat rendah hidup di Alam Nafsu, demikian pula asura, manusia serta makhluk alam menderita. Tiga alam ini bagaikan rumah yang terbakar, semua makhluk yang tinggal di dalamnya penuh diliputi penderitaan. Bait ini berasal dari Sutra Saddharma-pundarika (Miao Fa Lian Hua Jing). *眾苦煎迫** **Zhong Ku Jian Po* (Berbagai Penderitaan Menggoreng Menekan) Berbagai penderitaan menerpa dan menyiksa semua makhluk. *誰濟以安寧**Shei Ji Yi An Ning *(Siapa Menolong Memberi Kedamaian Ketenangan) Siapa gerangan yang menolong para makhluk itu dengan memberi kedamaian dan ketenangan? *大悲大智大雄力**Da Bei Da Zhi Da Xiong Li* (Maha Welas Asih Maha Bijaksana Maha Perkasa) Ini melukiskan tiga moralitas Buddha. Welas asih adalah kata lain dari tidak mencelakai, menunjukkan ketidak-tegaan melihat penderitaan makhluk hidup. Lebih lanjut, welas asih memiliki pengertian membebaskan semua makhluk dari penderitaan. Welas asih yang dipancarkan Buddha bukan welas asih biasa, melainkan welas asih yang maha besar. Kebijaksanaan Buddha adalah kebijaksanaan yang absolut, yang tidak berlubang, yang maha besar. Berbeda pengertiannya dengan kebijaksanaan duniawi. Perkasa menunjukkan bahwa kekuatan Buddha dapat menundukkan segala kekuatan jahat, merupakan kekuatan yang sangat luar biasa Bait ini menjelaskan bahwa Buddha Dharma menekankan pentingnya welas asih dan kebijaksanaan yang merupakan perwujudan perasaan dan logika. Hanya Buddha yang mampu memadukan keduanya dengan sempurna sehingga menghasilkan kekuatan yang maha perkasa, ini karena Buddha telah terbebas dari cengkeraman 'aku' yang rendah. *南無佛陀耶** **Na Mo Fo Tuo Ye* (Namo Buddhaya) Namo berarti berlindung atau menghormat. Buddhaya adalah merujuk pada Buddha. Namo Buddhaya berarti berlindung pada Mustika Buddha. Kenapa berlindung pada Buddha? Karena Buddha yang membuka tabir kegelapan, memberi cahaya terang serta menolong para makhluk dengan menunjukkan jalan kedamaian dan ketenangan. *昭朗萬有** **Zhao Lang Wan You* (Cahaya Menerangi Semua Makhluk) Cahaya kebijaksanaan Buddha menerangi semua makhluk. Dengan munculnya Buddha maka tiada lagi malam panjang bagi para manusia dan dewa, alam semesta pun tak lagi gelap gulita. *衽席群生* *Ren Xi Qun Sheng* (Jubah Tikar Makhluk Hidup) Jabang bayi yang baru lahir akan diselimuti oleh sang ibu dengan sehelai jubah, lalu digendong dan diletakkan di atas tikar. Di zaman Tiongkok kuno, jubah dan tikar ini melambangkan dalamnya cinta kasih seorang ibu kepada bayinya. Bait ini melukiskan rasa welas asih Buddha terhadap semua makhluk, ibaratnya seorang ibu mengasihi bayinya. Welas asih dan cinta kasih Buddha ini memadamkan api penderitaan yang membakar tiga alam serta melenyapkan siksaan yang mendera semua makhluk. *功德莫能名**Gong De Mo Neng Ming* (Jasa Kebajikan Tak Dapat Disebutkan) Jasa kebajikan mulia Buddha untuk membebaskan semua makhluk dari penderitaan agar memperoleh kebahagiaan adalah tidak terhingga, tidak terbatas, tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata ataupun segala bentuk pujian. Bukan pula hal yang dapat disetarakan dengan jasa kebajikan duniawi. *Refrain* *今乃知唯此是真正皈依處**Jin Nai Zhi Wei Chi Shi Zhen Zheng Gui Yi Chu* (Kini Baru Tahu Hanya Ini Tempat Berlindung yang Sejati) Dari kehidupan yang tak terhitung jumlahnya, baru kali ini mengetahui ajaran mulia para Buddha. Dan memang benar, hanya Tri Ratna (Tiga Mustika) yang merupakan tempat perlindungan sejati bagi semua makhluk. *盡形壽獻身命** **Jin Xing Shou Xian Shen Ming* (Hingga Akhir Hayat Mengabdikan Jiwa Raga)** Berlindung pada Buddha, Dharma dan Sangha, bukan berlaku sesaat, melainkan sepanjang hayat, pun setulus hati mempersembahkan jiwa dan raga bagi tercapainya kebahagiaan semua makhluk. * * *信受勤奉行* *Xin Shou Qin Feng Xing *(Yakin Menerima Giat Menerapkan) Berlindung pada Tiga Mustika berarti yakin dan menerima ajaran mulia para Buddha, serta giat menerapkannya. Buddha Dharma bukan hanya sekedar kebenaran di atas kertas atau basa basi, melainkan hidup di dalam penerapan. ** * * ------------------------------ *Syair Kedua* *二諦總持** **Er Di Zong Chi* (Dua Kebenaran Selalu Dipegang) Dua kebenaran adalah kebenaran non-duniawi (mutlak) dan kebenaran duniawi (relatif). Untuk terbebas dari penderitaan maka makhluk hidup harus mencapai kedamaian Nirvana yang merupakan kebenaran mutlak. Tetapi meskipun demikian, ajaran Buddha adalah ajaran yang hidup dan humanistik. Hanya dengan berbaur dalam kehidupan duniawi baru bisa membimbing para makhluk untuk memahami dan mengalami kebenaran mutlak. Dua kebenaran inilah yang merupakan dasar landasan Buddha Dharma yang harus selalu dipegang oleh para siswa. * * *三學增上** **San Xue Zeng Shang* (Tiga Pelajaran Bertambah Maju) Tiga pelajaran adalah: Sila (Moralitas), Konsentrasi dan Kebijaksanaan, merupakan tiga tonggak besar ajaran Buddha yang harus dilatih dan dikuasai. Sila adalah pelajaran atau pelatihan yang harus dijalankan agar terbebas dari perbuatan buruk, Konsentrasi bertujuan meningkatkan kewaspadaan, sedang Kebijaksanaan adalah kemampuan memahami kebenaran mutlak. Tiga pelajaran ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa yang dapat mendorong kita menapak semakin maju di dalam Jalan Dharma. * * *恢恢法界身** **Hui Hui Fa Jie Shen* (Maha Luas Tubuh Dharma) Tubuh sejati para Buddha, yakni Tubuh Dharma berada di segala penjuru alam semesta yang tak terhingga luasnya. * * *淨德既圓** **Jing De Ji Yuan* (Kebajikan Murni Sempurna) Moralitas kebajikan Buddha adalah murni dan telah mencapai kesempurnaan. * * *染患斯寂** **Ran Huan Si Ji* (Pencemaran Penderitaan Lenyaplah Sudah) Kegelapan batin membuat batin yang jernih menjadi tercemar dan timbullah penderitaan, tetapi Buddha telah berhasil mengikis kekotoran batin. Tiada lagi batin yang tercemar dan lenyaplah penderitaan. * * *蕩蕩涅槃城** **Dang Dang NIie Pan Cheng* (Sangat Luas Benteng Kota Nirvana) Nirvana adalah kondisi berakhirnya penderitaan. Nirvana diibaratkan sebagai sebuah benteng kota yang merupakan tujuan siswa Buddha. * * *眾緣性空唯識現** **Zhong Sheng Xing Kong Wei Shi Xian* (Segala Berkondisi Tidak Berinti Hanya Merupakan Perwujudan Kesadaran) Segala sesuatunya tidak berawal dan tidak berakhir, pun tidak dapat berdiri sendiri. Segala sesuatunya saling berketergantungan, karena itu tidak memiliki inti (bersifat kekosongan). Dengan kata lain, inti dasar segala yang berbentuk adalah kekosongan, sedang kekosongan itu terwujud dalam segala yang berbentuk. Semuanya hanyalah merupakan perwujudan dari 'Kesadaran'. * * *南無達摩耶** **Na Mo Da Mo Ye* (Namo Dharmaya) Berlindung pada Mustika Dharma, karena Dharma yang dibabarkan Buddha adalah kebenaran sejati yang akan mengantar semua makhluk mencapai pembebasan penderitaan. *理無不彰** **Li Wu Bu Zhang* (Kebenaran Tidak Ada Tidak Jelas) Dharma yang dibabarkan Buddha dan dilestarikan oleh Sangha adalah sangat jelas dan lengkap. * * *蔽無不解** **Bi Wu Bu Jie* (Hambatan Tidak Ada Tidak Terbebaskan) Yang dimaksud dengan hambatan adalah kekotoran batin. Buddha telah mencapai Penerangan Sempurna dan terbebas dari jeratan hambatan kekotoran batin. * * *煥乎其大明** **Huan Hu Qi Da Ming* (Bersinarlah CahayaNya yang Terang) Dharma di dunia ini bagaikan matahari tengah hari yang bersinar terang. * ------------------------------ * *Syair Ketiga* *依淨律儀** **Yi Jing Lu Yi* (Mematuhi Aturan Kedisiplinan Tidak Tercemar) Para siswa non-perumah tangga mematuhi aturan tata tertib kedisiplinan yang terbebas dari keinginan rendah. * * *成妙和合** **Cheng Miao He He *(Mewujudkan Keharmonisan Komunitas) Berdasarkan aturan kedisiplinan merealisasikan enam keharmonisan kehidupan Sangha, yakni keharmonisan dalam perbuatan jasmani, ucapan, pikiran, Sila, pandangan dan manfaat untuk bersama. Dengan terwujudnya keharmonisan Sangha maka Buddha Dharma akan selalu abadi. * * *靈山遺芳型** *Ling Shan Yi Fang Xing (Gunung Kepala Burung Nasar Diwariskan ke Bentuk Indah) Gunung Kepala Burung Nasar adalah salah satu tempat Buddha membabarkan Dharma. Sejak pemutaran roda Dharma oleh Buddha Sakyamuni hingga kini, aturan komunitas Sangha telah mengalami penyesuaian yang indah hingga menjadi bentuk saat ini. * * *修行證果弘法利世** **Xiu Xing Zheng Guo Hong Fa Li Shi* (Berlatih Diri Mencapai Kesucian Membabarkan Dharma Membahagiakan Dunia) Inilah tujuan siswa Buddha, khususnya komunitas Sangha. * * *焰績佛燈明** **Yan Xu Fo Deng Ming* (Berkilau Meneruskan Pelita Terang Buddha) Melukiskan misi mulia Sangha melestarikan pelita Buddha Dharma agar cahayaNya yang terang senantiasa menyinari alam dewa dan manusia beserta seluruh alam semesta. * * *三乘聖賢何濟濟** **San Sheng Sheng Xian He Ji Ji* (Tiga Kereta Para Suciwan Betapa Banyaknya) Tiga Kereta adalah merujuk pada Arhat (Arahat), Pratyeka (Paccheka) Buddha dan Bodhisattva. Disebut sebagai kereta karena ibaratnya kendaraan yang dapat mengangkut makhluk hidup mencapai Pantai Seberang Nirvana. Pada dasarnya ketiga kereta ini adalah satu. Penyebab munculnya tiga kereta ini terletak pada perbedaan tekad yang diikrarkan oleh para suciwan. Makhluk hidup yang berikrar, berlatih dan mencapai kesucian di dalam praktik Tiga Kereta ini berjumlah tak terhingga. * * *南無僧伽耶** **Na Mo Seng Qie Ye* (Namo Sanghaya) Berlindung pada Mustika Sangha yang melestarikan ajaran mulia. * * *統理大眾一切無礙** **Tong Li** Da Zhong Yi Qie Wu Ai* (Menyatukan Semua Makhluk Segalanya Tiada Rintangan) Sangha adalah penerus dan pengganti Buddha sebagai pemersatu semua siswa Buddha untuk berlatih mempraktikkan Buddha Dharma. Bila Sangha dapat mematuhi aturan kedisiplinan yang tidak tercemar maka tiada lagi rintangan yang berarti. * * *住持正法城** **Zhu Chi Zheng Fa Cheng* (Memimpin Benteng Kota Dharma Sejati) Dharma sejati adalah Buddha Dharma yang suci dan mulia. Dharma sejati ini ibaratnya sebuah benteng kota yang merupakan tempat tinggal yang tenang dan damai. Sangha adalah pelindung Dharma, karena itu dilukiskan sebagai memimpin benteng kota Dharma sejati. Pustaka: "Sanbao Ge Guangshi", karya Chenkong Fashi, 1938. [Non-text portions of this message have been removed]
