Sebagai manusia yang berwujud, kita seringkali fasih dengan keberwujudan kita dan fasih akan lambang-lambang materi yang kita pergunakan dalam keseharian, bahkan ketika kita berbicara tentang hal-hal yang secara fisik, materi itu tidak ada bentuknya pun, kita cenderung untuk menggunakan istilah, simbol yang mewakilinya. Tentu itu sah-sah saja dan jamak dilakukan karena untuk hal materi, kebendaan dan bentuk-bentuk perasaan, emosi dan pemikiran itu, hampir semua orang bisa mengalaminya dan bisa menemukan arti-makna dari simbol bahasa yang dipergunakan. Namun, ketika yang kita bicarakan itu sudah tidak mencakup bidang-bidang tersebut tadi, atau sudah memasuki areal atau hal-hal yang tidak banyak yang bisa memahaminya dengan baik, akan mulai timbul kekacauan dan kerancuan yang sesungguhnya timbul karena kefasihan kita dalam bermain dengan simbol wujud dan perasaan atau bentukan-bentukan yang umum dan jamak itu tadi... Lalu, gi mana dong, yaa, saran saya cuma satu, hati-hati saja, dan klo mengutip peribahasa lama ato ujaran lama itu ada yang bilang, Lihatlah dengan hati, bukan dengan mata Dengarlah dengan hati, bukan dengan telinga Rasakan dengan hati, bukan dengan kulit..... Lalu, hatinya yang mana???!!!! heheheehehehe, itulah permasalahannya, anda musti membuka diri anda dan mengorek si hati itu???!!!! hehehehe kembal lagi, fasih dengan kata dan simbol..... :) ya, itulah problem kita bersama..... 250607
--------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut. [Non-text portions of this message have been removed]
