Tulisan lama, di repost, mungkin masih berguna...
   
  ==
  Coba anda baca kembali dengan lebih teliti….
   
  Sering kali kita itu asal menjawab saja apa yang menurut kita mungkin adalah 
pertanyaan atau masalah yang diajukan oleh seseorang kepada kita. Dan tanpa 
anda sadari, itu sebetulnya sebentuk kesombongan dan arogansi kita yang 
walaupun tidak terlihat kasar, namun sebetulnya itu merupakan penyakit kronis 
yang sangat susah untuk disembuhkan, ya, katakanlah itu semacam kanker dalam 
pola pikir anda, mungkin juga bisa disebut semacam sindrom kesucian atau 
sindrom kebaikan hati, sindrom bodhisatva mungkin begitu karena dalam agama 
Buddha Bodhisatva itu adalah orang suci yang telah mencapai pencerahannya tapi 
menunda untuk melebur dengan kesujatian (paling tidak itu yang ada dibeberapa 
text book buddhis yang pernah saya baca dan umum diketahui oleh umat buddha di 
Indonesia, mungkin juga dunia).
   
  Sindrom kebaikan atau enaknya kita katakan sindrom kesucian ini bisa dilihat 
dalam beberapa stadium. Stadium awal tentunya bisa jadi dalam bentuk itu tadi, 
menjawab pertanyaan orang akan kebenaran spiritual, tanpa melihat dengan jelas, 
apa sih yang ditanyakan, dan lalu mesti dijawab apa. Ybs itu langsung saja 
menerjemahkan kebutuhan orang yang bertanya atau melontarkan pertanyaan itu 
sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan dia, baik kelihatannya, tapi lalu 
apakah memang demikian? 
   
  Kelihatannya sepele masalahnya, tapi ini sebetulnya merupakan salah satu 
sumber konflik yang parah, yang bisa mengarah ke stadium dua, yaitu memaksa 
orang lain untuk mau percaya kepada apa yang disampaikannya, tanpa mau perduli 
apakah pandangannya itu sudah benar dan bisa menjawab pertanyaan dari si 
penanya atau orang yang menghadapi masalah dan kebetulan dekat dengannya. 
   
  Sindrom ini bisa menjadi parah dan mengarah pada obsesif kompulsif atau 
obsesi yang demikian meledak-ledaknya dan mungkin bisa mengarah pada sindrom 
kesucian stadium lanjut mendekati parah yaitu halusinatif dan mungkin sekali 
bisa dikatakan gila, ya, contohnya beberapa orang yang pernah anda ketahui 
mengakui dirinya itu Nabi, titisan nabi atau penerima wahyu Nabi, walaupun 
analisa perilaku ybs itu sebetulnya sangat bertentangan dengan norma umum, tapi 
saya tidak mengatakan bahwa Ibu siapa tuh, klo nggak salah Lia Amalia itu 
termasuk golongan ini, tidak, saya kira beliau itu baik, kok dan tidak termasuk 
golongan penderita sindrom kesucian. 
   
  Umumnya hampir semua orang mengalami sindrom kesucian ini pada stadium awal, 
termasuk anda dan saya. Dari observasi saya selama ini, stadium kesucian 
tingkat awal ini akan selalu dialami oleh setiap penekun pada awal-awal 
perjalanannya sebagai penekun spiritual, kecintaan akan kebenaran dan keinginan 
untuk mengajak orang lain untuk menemukan kebenaran sejati, pencerahan itu 
merupakan bagian dari keimanan yang kasar, suatu manifestasi dari keyakinan 
kita kepada ajaran yang kita tekuni, jadi wajar saja muncul dalam perjalanan 
itu. Lama tidaknya kita ngedon atau mengidap sindrom kesucian tingkat awal itu 
tergantung pada banyak faktor, namun tentu yang utama adalah tekad dan 
perjuangan kita untuk memproses diri kita agar bisa memahami lebih jauh, ajaran 
yang kita tekuni itu agar lalu kita bisa bergerak dari bentukan keyakinan ke 
arah pengertian dan bahkan pemahaman akan ajaran yang kita tekuni.
   
  Bagaimana itu, ya saya tidak bisa menjawabnya secara pasti, namun, kalau anda 
sudah bisa memahami atau menemukan hikmah atau pelajaran-pelajaran spiritual 
dari kehidupan anda sehari-hari dalam interaksi sosial anda, itu bisa jadi 
merupakan suatu pertanda bahwa anda sudah mulai sembuh dari sindrom kesucian 
ini. Saya katakan mulai, ya, kalau anda memupuk rasa bangga dan kesombongan 
secara halus dalam diri anda tanpa menjaga pintu-pintu batin anda dengan 
hati-hati, anda akan kembali dijangkiti oleh sindrom itu dan mungkin langsung 
masuk ke stadium yang lebih gawat….. :D 
   
  Ya, untuk yang lagi kena stadium awal, cobalah dibaca lagi apa yang saya 
tulis di bawah ini. Jangan lalu anda baru digelitik sedikit, sudah muncul wajah 
asli anda yang tentu tidak menarik untuk dilihat, apa lagi untuk mencapai 
pencerahan….
   
  “Meditasi, yoga, dzikir itu merupakan bagian dari upaya untuk melihat ke 
dalam, memahami diri. Mungkin kalau dzikir dengan mengucapkan asma Allah itu 
bisa juga mengandung filsafat lain yang tentunya merupakan bagian yang mesti 
anda kaji dengan ahlinya, sori saya kebetulan bukan ahlinya, masih belajar 
juga, tapi kalau tidak salah ingat, ada ujaran yang mengatakan bahwa untuk 
menemukanNya, anda mesti mengenal diri anda sendiri. Nah ini yang saya lupa 
lengkapnya berbunyi gi mana, tolong dong saya di bantu.”
   
  171006

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke