Latih Anak-Anak untuk Tepat Waktu dan Tahu Nilai Waktu
Setiap tahun saya sering kali berkeliling ke daerah-daerah untuk berceramah.
Pada saat kantor daerah mengundang saya, mereka akan mengumumkan waktu dan
tempatnya agar para umat berkumpul di satu tempat yang cukup strategis untuk
satu wilayah atau dua wilayah. Saya mengamati bahwa orang-orang akan datang
terlambat. Jika jadwalnya jam 09.00, ketika sudah waktunya, di tempat tersebut
hanya ada beberapa orang. Kemudian ceramah harus selalu tertunda sampai jam
10.00. Situasi semacam itu terjadi karena kita tidak begitu menghargai waktu.
Tidak seperti di negara maju, mereka berpikir waktu adalah sangat penting. Jika
berjanji dengan siapa pun, di mana pun, kapan pun, mereka selalu tepat waktu.
Tidak menepati waktu adalah sikap yang sangat buruk.
Agama Buddha mengandung beberapa ajaran di tempat yang beragam agar umat
menghargai nilai waktu. Contohnya perbuatan baik dari seorang pria dan seorang
wanita dalam Dharma adalah Kalannuta, yang tahu akan waktu yang benar untuk
melakukan suatu pekerjaan. Orang-orang yang menghargai waktu dianggap sebagai
orang-orang baik. Di sisi lain juga mengajarkan umat Buddha untuk selalu
mengingatkan diri mereka sendiri bahwa, Siang dan malam berlalu; apa yang
sedang kita kerjakan pada saat ini? Ini mengajarkan kita untuk berpikir
seperti itu dengan mengingatkan kita untuk menghargai nilai waktu, yang berlalu
di kehidupan kita. Waktu yang lewat tidak pernah kembali lagi. Seorang
bijaksana tahu menggunakan dengan baik kehidupannya, akan memanfaatkan setiap
detik dengan bekerja. Sebab waktu terpenting dari kehidupan kita hanya satu
detik, detik emas bagi setiap orang, jika berlalu, tidak akan kembali tanpa.
Buddha mengajarkan kita, Waktu lewat dengan sendirinya, terlewatkan oleh
semua makhluk. Tidak hanya waktu dan menit yang melewatkan kita tetapi hidup
kita juga berlalu. Satu detik telah lewat, itu berarti kemudaan kita berkurang
satu detik dan penuaan merayapi kehidupan kita.
Siapa yang tidak tahu betapa bernilainya waktu, akan lambat dalam melakukan
sesuatu yang sangat berguna. Mereka tidak memikirkan tentang kewajiban yang
perlu untuk dilakukan. Mereka hanya melewatkan waktu untuk berjalan, duduk, dan
berdebat keras atau hanya berbaring saja bagaikan anak malas. Ada banyak
orang yang tidak tahu tentang waktu. Meskipun mereka mempunyai sebuah jam
tangan yang bagus di pergelangan tangannya, mereka menganggapnya hanya sebuah
perhiasan dan tidak pernah memakainya untuk menepati janji mereka.
Ketika saya sedang melakukan perjalanan di Tokyo-Jepang pada pagi hari, saya
pergi keluar melihat begitu banyak orang-orang di jalan. Sekitar jam 08.00
pagi, saya melihat begitu banyak orang, kelompok, berlari sepanjang jalan.
Pertama saya kaget, takut sesuatu yang buruk telah terjadi. Kelompok pertama
berlari melewati saya, kemudian kelompok baru datang dan pergi. Akhirnya saya
tahu bahwa itu adalah penumpang kereta yang mengelilingi kota, yang membawa
orang-orang dari rumah ke kantor. Ketika kereta tiba di stasiun, penumpang
melompat keluar dan berlari menuju ke kantor. Mereka tidak mempunyai banyak
waktu, jadi mereka harus berlari mengejar waktu untuk hal yang berguna. Itu
sebabnya negara mereka kaya, stabil, dan maju.
Orang-orang yang tidak mengerti nilai waktu akan berjalan dengan santai ke
mana saja. Hal yang baik dan bagus yang seharusnya kita miliki, telah melayang
ke tangan orang lain. Sekarang ini, negara kita telah mulai mengembangkan
sumber daya manusia di tengah-tengah negara pesaing. Orang yang lemah pasti
akan kalah. Setiap dari kita harus cepat dan tanggap; dan harus bekerja
bertarung dengan waktu. Bagi orang-orang tua, yang biasa dengan kenyamanan,
terbiasa berbuat yang mereka suka, jumlah mereka ini menjadi semakin sedikit.
Mereka akan mati dan tak lama mereka semuanya akan menghilang. Orang-orang muda
dan anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa di masa depan. Kita tidak
diperkenankan menjadi orang yang lamban yang tidak menghargai waktu. Kita harus
memperbaharui cara hidup, cara bekerja, dan bersosialisasi sehingga membawa
kita ke tingkat yang lebih baik seperti negara-negara maju lainnya. Siapa yang
dapat menerima tanggung jawab ini? Para orangtua. Anda harus membantu
menciptakan kebiasaan tepat waktu pada anak-anak Anda. Mereka harus
menghormati waktu sejak usia muda. Pertanyaannya adalah bagaimana melatih
anak-anak tentang waktu. Bolehkah saya memberi Anda sebuah nasihat untuk
diingat, Orangtua dan pengasuh dapat menyatukan maupun memisahkan anak-anak.
Segala sesuatu tergantung pada orangtua, jadi Anda harus mempelajari masalah
ini hingga selesai.
Untuk meningkatkan ketepatan waktu, kita harus tanggap dengan situasi
keluarga kita agar lebih tertib. Contohnya, pada saat makan, Anda harus
melakukan selang waktu yang teratur dan tidak melakukannya kapan saja seperti
yang sering terjadi sekarang ini. Anda perlu tepat ke kantor, rekreasi, dan
olahraga yang membawa kebahagiaan bagi keluarga Anda. Orang-orang yang teratur
akan dapat menyelesaikan pekerjaan pun. Keteraturan keluarga tergantung kepada
kita. Siapa yang menghormati waktu adalah yang terencana dengan baik dan siapa
yang terencana dengan baik akan selalu melewatkan waktu sesuai dengan
pekerjaannya. Ketika Anda telah meningkatkan keteraturan di keluarga Anda, saat
istri hamil, bayi yang berada dalam kandungan akan menerima hal-hal yang baik
dari ibu yang baik hati.
Sesudah melahirkan, Anda harus langsung melatih sang bayi untuk tepat waktu
dengan jadwal menyusui yang teratur. Beberapa ibu mengeluh bahwa, Bayi saya
sangat merepotkan dan saya harus menjaganya sepanjang hari. Saya harus selalu
menyusui. Siapa yang membuat bayi rewel seperti itu? Siapa lagi kalau bukan
ibu bayi itu yang membuatnya menangis? Si ibu kurang sabar dan menjadi cemas
saat bayi mulai menangis. Ketika bayinya menangis, dia berpikir karena lapar
dan langsung selalu menyodorkan botol susu ke mulut bayinya. Bayi selalu
melekat dengan ibunya. Tangisan terkadang baik untuk bayi, kita hanya cukup
mencari penyebabnya saja. Jika tidak ada sesuatu yang tidak beres, mungkin ia
hanya ingin seseorang menghiburnya. Jika Anda setiap kali mencandainya, maka
cara ini akan melemahkan pikiran bayi secara tidak semestinya. Jadi ibu perlu
berhati-hati tentang hal ini untuk membantu membangun sebuah karakter yang kuat
pada anak-anak.
Waktu menyusui perlu ditentukan. Ini akan membantu anak-anak untuk mengetahui
ketepatan waktu. Badan manusia dapat dilatih dalam hal makan, tidur, ke kamar
kecil, dan lain-lain. Jika latihan dilakukan sesuai jadwal, segala sesuatunya
dapat benar-benar dilakukan sesuai jadwal. Orangtua perlu mengikuti petunjuk
yang pasti waktu minum susu si bayi. Jika bukan waktunya menyusui, jangan
memberi sesuatu yang ringan kepada bayi. Di samping waktu menyusui, mandi,
tidur, dan buang air besar perlu selalu dilakukan tepat waktu agar bayi belajar
melakukan sesuatu pada waktu yang ditentukan sejak usia dini. Saat mereka
sangat belia, latihan tersebut untuk menanamkan benih ketepatan waktu pada awal
kehidupan. Mereka akan mengerti sedikit dalam menghargai waktu.
Langkah berikutnya adalah jika anak-anak Anda telah melewati langkah tersebut
di atas, mereka secara alami akan mempunyai sesuatu yang dilakukan,dengan
teman-teman mereka. Mereka harus bersikap kepada diri mereka sendiri dengan
cara yang sesuai untuk kemajuan dunia ini. Orangtua harus bersikap sebagai
seorang pemandu bagi mereka untuk melakukannya dengan benar, aktif, dan
tanggap. Seseorang yang lamban akan selalu tertinggal dan tidak dapat bersaing
dengan orang lain. Orangtua harus mencoba keras untuk memonitor aktivitas
anak-anak sehari-hari. Contohnya, jam tidur untuk kelompok umur mereka. Setelah
waktu ditentukan, perhatian harus dilakukan untuk mengontrol situasi
sebenarnya. Jam bangun tidur ditentukan dan mereka harus diingatkan untuk
mengikuti aturan dengan memberitahu mereka untuk bangun pada jam tertentu.
Beritahu mereka, bahwa Buddha bangun sangat awal, sebelum semua manusia
bangun. Dan Beliau selalu bangun awal sampai hari Beliau meninggal. Murid-murid
Buddha, harus selalu bangun awal. Mengajarkan anak-anak untuk menentukan jam
bangun sebelum tidur dengan memberitahu diri sendiri untuk bangun pada jam-jam
yang ditentukan. Tubuh biasanya akan mengikuti arah pikiran. Saat jam bangun
tiba, mereka akan terbangun. Sesudah itu jangan tidur lagi. Coba untuk segera
bangun dari tempat tidur. Jika setelah terbangun Anda tidur lagi, Anda akan
mempunyai sebuah pikiran yang mengembara dan akan bermimpi tentang sesuatu yang
sangat membingungkan.
Bangun adalah sebuah cara yang mengisyaratkan bahwa tubuh Anda telah cukup
beristirahat. Ketika terbangun, bangunlah dengan segera. Cucilah wajah Anda dan
berbenahlah sebelum mulai memegang pekerjaan. Contohnya, membaca buku, menulis,
atau mengerjakan pelajaran sampai waktu makan pagi tiba. Orangtua harus bangun
sebelum anak-anak dan memperhatikan saat mereka bangun. Makan pagi harus tepat
waktu, pergi ke sekolah tepat waktu, dan kembali ke rumah juga tepat waktu.
Jika anak-anak Anda terlambat, Anda harus memperhatikannya dengan menanyakan
alasan keterlambatannya. Anda harus meminta mereka untuk memberi alasannya.
Anda harus mewaspadai mereka jika mereka tidak mempunyai cukup alasan yang
benar, dan tunjukkan kegembiraan ketika mereka mempunyai alasan yang tepat,
seperti terlambat karena menonton sepak bola, menengok temannya, atau
berbelanja ke pasar swalayan. Orangtua tidak perlu bereaksi dengan cara berbeda
mengenai kedatangan dan kepergian mereka.
Disadur dari buku : LOVE THE CHILDREN THE RIGHT WAY karya Bhikkhu Panyananda.
Sebuah buku terbaik yang telah tersebar lebih dari 200 ribu buku dalam bahasa
Inggris, Mandarin, dan Thailand.
Dalam rangka peluncuran buku ini, akan diadakan SEMINAR Keluarga Buddhis
Bahagia CARA BIJAK MEMBESARKAN ANAK yang akan diadakan pada hari Sabtu, 4
Agustus 2007 pk. 16.00-18.30 di Ballroom Hotel Mercure Rekso, Jl. Hayam Wuruk
123, Jakarta.
Tiket Rp. 50,000.- (sudah termasuk buku Love The Children The Right Way) dapat
diperoleh di Karaniya: 021-5687929 atau Meilarina: 0815 8807 388 / 935 23 763
Salam,
Panitia Seminar
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]