Dear All,
Berikut rekap yang dibuat oleh orang tua Frisca. Dan meminta saya untuk
menyampaikan laporan kepada semua teman-teman seDharma.
1. 24 Juli 2007 Rp. 100.000,-
2. 30 Juli 2007 Rp. 650.000,-
3. 31 Juli 2007 Rp. 200.000,-
4. 06 Agustus 2007 Rp. 400.000,-
5. 15 Agustus 2007 Rp. 500.000,-
Total Rp. 1.850.000,-
Pengeluaran di Bulan Agustus 2007 Rp. 3.000.000,- untuk terapi.
Sisa saldo terakhir Rp. 9.987.000,-
Berdasarkan pemeriksaan terakhir, dokter menganjurkan perawatan :
1. Kemoterapi 2 kali lagi yaitu tgl 12 September 2007 dan tgl 12 Oktober 2007
2. Operasi penyambungan Kolostomi ( Penyambungan tempat Buang Air Besar) yang
akan diperkirakan setelah selesai pelaksanaan kemoterapi 6 kali.
Untuk informasi dapat menghubungi : Bapak Samirin (085885699962)
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan membantu keluarga Frisca
Regards,
V e r a
Be Good, Be Happy, Be Mindful
----- Original Message ----
From: Vera <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 9, 2007 11:28:55 AM
Subject: email frisca
01. 17 Juli 2007 Rp. 105.000,-
02. 17 Juli 2007 Rp. 100.000,-
03. 18 Juli 2007 Rp. 400.000,-
04. 18 Juli 2007 Rp. 250.000,-
05. 18 Juli 2007 Rp. 1.000.000,-
06. 18 Juli 2007 Rp. 150.000,-
07. 18 Juli 2007 Rp. 200.000,-
08. 18 Juli 2007 Rp. 500.000,-
09. 19 Juli 2007 Rp. 500.000,-
10. 19 Juli 2007 Rp. 200.000,-
11. 20 Juli 2007 Rp. 300.000,-
12. 23 Juli 2007 Rp. 1.000.000,-
13. 23 Juli 2007 Rp. 50.000,-
Total Penerimaan melalui B. Mandiri Rp. 4.775.000,-
Menerima secara langsung :
01. 16 Juli 2007 Rp. 2.000.000,-
(Dharmajala)
02. 22 Juli 2007 Rp. 6.150.000,-
(Wihara Buddhasena, Bogor)
Subtotal Rp. 8.150.000,-
Total yang diterima Rp. 12.925.000,-
Pembayaran ke R.S. ( Rp. 1.768.000,-)
Sisa dana Rp. 11.157.000,-
Demikian laporan rekap untuk Frisca Murdiratna, saya sampaikan secara lengkap
melalui sumber dari orang tuanya.
Kedua orangtua dan segenap teman-teman orangtua Frisca di Depag dan adik Frisca
juga mengucapkan TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya atas kesediaan semua donatur
yang telah meringankan beban kedua orang tuanya dalam mengobati penyakit yang
dihadapi oleh Frisca.
Untuk informasi dapat menghubungi : Bapak Samirin (085885699962)
Demikian yang dapat saya sampaikan.
Thanks.
Regards,
V e r a
Be Good, Be Happy, Be Mindful
================================================================
Sekuntum Teratai untuk Anda, seorang Calon Buddha.
Beberapa
hari yang lalu DKD mendapat informasi dari salah seorang Donatur
DKD bahwa Ibu Suktadharmi harus kembali inap rawat di RS dengan anemia
karena pendarahan kankernya. Rekan-rekan tentu sudah tak asing lagi
dengan sosok beliau sebagai Pandita senior yang telah berdedikasi
sekitar 20 tahunan terhadap perkembangan Ajaran Buddha. Minggu kemarin
tepatnya tgl 15 Juli, DKD mengunjungi beliau di RS Siloam Hospitals di
ruang 4110 Kebun Jeruk, kondisinya masih lemah sehingga tidak bisa
berbicara terlalu banyak. Karena takut mengganggu istirahat beliau,
kunjungan kami pun berlangsung singkat, setelah membacakan doa
kesembuhan untuk beliau dan menyerahkan dana 2 juta
sebagai tanda simpati & cinta kasih kepada beliau , kami pun
berpamitan.
Setelah itu kami mengunjungi
adik Frisca Murdiratna di RS Dharmais, ibunya Karwati, sebagai staf
Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha Depag
RI, Ibu ini orangnya ramah.
Frisca
Murdiratna, gadis manis berusia 12 tahun ini Kamis sore tgl 12 Juli
masuk rawat inap di RS Dharmais. Tahun ajaran 2006/2007 ia sedang duduk
di kelas VI SD. Anaknya berprestasi rangking 1 di kelasnya dan
mendapatkan banyak piala kejuaraan antara lain Juara 1 Pencak silat
tingkat kabupaten. Sebenarnya awal Januari 2007 kemarin, ia harus
mengikuti pertandingan pencak Silat tingkat Propinsi di Bandung. Namun
setelah 2 hari balik dari Camping Pramuka awal January, ia jatuh sakit
dan terdeteksi menderita penyakit Tumor Indung Telur, sehingga untuk
UAN tahun ajaran ini pun harus melalui ujian susulan dan tahun ajaran
selanjutnya vakum sekolah setahun. Saat ini ia sedang menjalani
kemoterapi yang ketiga kalinya. Operasi pengangkatan Ovarium telah
dilakukan. Selain kemoterapi, juga dilakukan pencabutan selang yang
disambungkan ke dua ginjalnya sebagai alternatif buang air kecil, namun
untuk BAB masih melalui usus besar yang terpasang di perut, belum bisa
dilakukan operasi, karena kondisi tubuh Frasiska yang belum mendukung
dan membutuhkan biaya cukup besar. Kondisi terakhir sudah bisa jalan
sendiri walau masih rada susah kadang masih harus dipapah. Kondisi ini
sudah lebih baik, sebelumnya untuk bangun dari tempat tidur saja harus
dibantu, begitu cerita ibunya. Rambutnya sudah rontok semua sebagai
efek dari kemoterapi, saat ibunya berkata sambil bercanda kalau ia
hanya perlu memakai jubah utk latihan sementara sebagai Anagarika, ia
tersenyum dan kelihatan tegar. Sepertinya anak ini perlahan-lahan mulai
mengerti atas penyakit yang dideritanya. Per tgl 15 Juli, tagihan di
rumah sakit sudah dilunasi oleh berbagai pihak. DKD telah menyalurkan
dana 2 juta untuk Friska, Selasa ini direncanakan keluar dari rumah
sakit. Untuk selanjutnya dibutuhkan biaya cukup besar lagi untuk
kemoterapi lanjutan dan operasi mengembalikan Usus Besar untuk
pembuangan Air Besar yang saat ini masih terpasang di Perut.
Maitricittena,
DKD
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun membutuhkan uluran tangan teman-teman
se-Dharma.
Ayahnya seorang pekerja servis barang elektronik sedangkan ibunya Pegawai Negeri
Sipil tepatnya staf Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas
Buddha Depag RI.
Anak ini menderita penyakit TUMOR INDUNG TELUR dan GANGGUAN GINJAL yang saat ini
sedang dirawat di RS. Dharmais.
Secara medis telah melakukan operasi tahap I yang menelan biaya Rp.34.000.000, -
dan tahap II Rp. 18.000.000,- serta terapi kemoterapi yang telah menghabiskan
biaya Rp. 15.000.000,- . Saat ini, anak tersebut, Frisca Murdiratna, harus
menjalani 5 kali kemoterapi dan operasi tahap III untuk mengembalikan Usus Besar
untuk pembuangan Air Besar yang saat ini masih terpasang di perut (colostomi)
yang
diperkirakan akan membutuhkan biaya Rp. 25.000.000,- .
Selama ini, orang tuanya sebagaimana yang disarankan oleh dirjen Buddha telah
memohon bantuan dana ke berbagai pihak, namun masih belum mencukupi dana untuk
operasi.
Frisca, pada saat mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut diatas,
dia sedang duduk di kelas VI SD, dan beberapa bulan kemudian harus menjalani UN.
Namun penyakit tidak membuatnya patah semangat. Dalam kondisi sakit, Frisca
menjalani UN di atas tempat tidur di rumahnya di Bogor (hari I) dan di RS.
DHarmais (hari ke-2). Perjuangan Frisca sempat dijadikan berita di Radar Bogor
dengan judul " Cara Siswa Sakit Kerjakan UAS Susulan, Menjawab Soal dengan
Anggukan Kepala"
Bagi rekan-rekan se-Dharma yang hendak membantu meringankan kedua orangtuanya
dengan bantuan dana dapat disalurkan langsung ke rekening ibunya di :
BANK MANDIRI no. 123-00-0449757- 6
Kantor Cabang Jakarta, Departemen Agama
a.n. Karwati
Alamat kedua orang tuanya :
Kp. Pahlawan RT 01 RW 17
Cilendek Barat- Bogor Barat, Semplak
16130- Bogor.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Bapak Samirin (rekan kerja Ibu Karwati di Depag) : 085885699962
Regards,
V e r a
Be Good, Be Happy, Be Mindful
[Non-text portions of this message have been removed]
Regards,
V e r a
Be Good, Be Happy, Be Mindful
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
[Non-text portions of this message have been removed]