Militan Pakistan Mencoba Ledakan Pahatan Buddha
Wednesday, September 12, 2007 
Mingora, Pakistan, Reuters -- 
Militan di Pakistan telah mencoba meledakan pahatan batu Buddha dari abad 
ketujuh dalam sebuah penyerangan yang mengingatkan kepada penghancuran 
patung-patung Buddha kuno di Afghanistan enam tahun yang lalu. 

Namun disana tidak terdapat kerusakan pada bentuk dari Buddha-duduk yang 
terpahat pada batu gunung setinggi 40 meter yang terletak 20 km di utara 
Mingora, sebuah kota di lembah Swat yang indah, di barat laut ibukota 
Islamabad. 

Sekelompok pria bertopeng mencoba untuk menghancurkan pahatan tersebut 
pada hari Selasa, kata petugas departemen ilmu purbakala propinsi, Aqleem 
Khan. 

”Para militan membuat lubang-lubang di batu dan mengisinya dengan peledak 
dan meledakannya,” kata Khan pada hari Rabu. 

”Ledakan tersebut merusak bagian atas dari batu tetapi bentuknya sendiri 
tidak mengalami kerusakan,” ia mengatakan kepada Reuters. 

Buddhisme menyebar melalui India utara dan berkembang di daerah yang 
sekarang disebut sebagai Pakistan dan Afghanistan pada ratusan tahun 
sebelum kedatangan Islam. Kedua negara tersebut sekarang adalah mayoritas 
Muslim. 

Khan membandingkan penyerangan pada pahatan tersebut dengan penghancuran 
patung Buddha raksasa di propinsi Bamiyan di Afghanistan pada awal tahun 
2001 oleh Taliban. 

Taliban meledakkan kedua patung kuno yang dipahat di permukaan jurang 
tersebut yang dianggap bertentangan dengan Islam, mengacuhkan seruan dari 
seluruh dunia, termasuk dari pemimpin-pemimpin Muslim, agar kedua patung 
tersebut diselamatkan. 

”Ini seperti cara-cara yang digunakan oleh Taliban dalam bertindak,” 
katanya. 

Khan mengatakan bahwa tidak ada arahan untuk menjaga situs di area 
Jehanabad di lembah Swat. Polisi telah diberitahukan mengenai penyerangan 
ini, katanya. 

Seperti halnya di bagian lain barat laut Pakistan, para militan telah 
mengintensifkan aktivitas mereka di dalam lembah untuk memaksa rakyat 
untuk mengikuti kaidah-kaidah Islam yang keras. 

Mereka juga telah melakukan beberapa penyerangan terhadap pasukan keamanan 
di lembah tersebut pada bulan-bulan terakhir. 

Minggu lalu, para militan menghancurkan 60 kios-kios musik, video dan 
kosmetik di sebuah pasar di lembah tersebut setelah para pemiliknya 
mengacuhkan peringatan untuk menutup dagangan yang dianggap oleh umat 
Islam sebagai hal yang tidak Islamis. 

Pihak Pakistan Moderat mencemaskan perkembangan pengaruh para militan yang 
memaksakan penafsiran keras mereka terhadap Islam, terutama di daerah suku 
Pashtun di barat laut, dalam proses yang dikenal sebagai ”Talibanisasi”. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke