Apa perbedaan antara persembahan makanan  versi Perdukunan, Brahmana Offering, 
Tridharma Tuapekong dan Buddhist Offering ?



1. Motivasi Buddhist Offering  memberi makan minum mahluk2 menderita di 3 alam, 
sebagai praktek nyata Metta bhavana sambil ber- Dana-paramita. memang diakui 
terdapat effek added Value praktek menanam "sebab food Offering(Berdana dan 
menolong Preta untuk naik kelangit)" versi Buddhist, yaitu Kesembuhan dari 
penyakit yang disebabkan mahluk Jin(kanker, sakit jiwa dll), membayar hutang 
karma kepada mahluk2 dialam menderita, kelancaran dalam bekerja atau bisnis dll.



2. Motivasi Tiktika umumnya ada nuansa ketakutan karena dituntut "the Supreme" 
memberi persembahan atau mendapatkan bencana,  atau dengan motivasi jual-beli 
dalam praktek food Offering, berupa diberi Perlindungan atau  bebas sakit atau 
sukses duniawi



==========================================================================================================================================



Cuplikan dari " Tze Pei De Zou Ie", disusun Hai Tau Fashe

Diterbitkan : Live Foundationm Jakarta



Kan Lu Zhe She Yi Kui

( TataCara Food/Nectar Offering kepada mahluk alam Preta)



Bila bhiksu, bhisuni, Upasaka, Upasika, Kumara, Kumari juga para Dewa Naga, 
berkehendak melaksanakan upacara dharma ini, maka wajib mengundang para mahluk 
dari 6 alam kehidupan Sadgati, termasuk para setan kelaparan, Dewa-Dewi, 
kemudian memlafalkan sbb :



Namo Buddha ye, 

Namo Dharma ye, 

Nama Sangha ye

Namo Guru Sakyamuni ye

Namo An CU TA TI PHU SA CUNG (Bersujud kepada Bodhisattva setempat)

NAMO YI CHIE LUNG THIEN SAN SEN (Bersujud  kepada Dewa Naga setempat)

YE YI WEI SEN CIA AI HU CU 

WO CIN CAU CHING SHE FANG CHA THU

CIN SI KHONG CIE, YI CHIE LIU CHI

ERL KUI YOU CHING LEI

YI SAN PAU WEI SEN LI KHU, SI CE WO SUO

 

(Selesai membaca, berdiri menghadap Timur dan mulai membaca mantra 
berikutnya).MUKA MENGHADAP ARAH TIMUr DAN MEN LAFAL MANTRA MENGUNDANG 7X)



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

MANTRA pembuka pintu Neraka (MALAM HARI)

OM   CHILA TIYE  SWARHA 7x (Mudra)

 

MANTRA MENGUNDANG MAHLUK PRETA

NAMO  PUPU-TILI  CHELI-TUOLI  TAN-TUO-YE-TUO-YE  3x atau 7x (Mudra)

(Mudra : jari jempol menempel jari tengah, visualisasikan Avalokiteswara berada 
dijari telunjuk, setiap habis Namo Popotili putar arah jarum jam----Mantra dan 
mudra ini adalah mantra mengundang Mahluk Preta), tatacara Mudra bisa 
menghubungi Life Foundation, Jl, Pluit Sakti Raya 28, telp. 021-6625605 atau 
setiap Biksu Mahayana

 

MANTRA PENAWAR DENDAM

OM    SAN-THO-LA   CHIE-THO    SWAHA 3x atau 7x (Mudra)

(Mudra : Hubungi Life foundation. Mantra ini berarti setelah Para Preta dari 10 
penjuru semesta datang, mereka diminta tidak berkelahi)

 

MANTRA PEMBUKA TENGGOROKAN MAHLUK PRETA

OM  PU-PU-TI-LI   CHIE-TUO-LI   TAN-THA-YE-TUO-YE  3x atau 7x (mudra)

(Saat membaca mantra ini, visualisaikan kekuatan mantra ini telah membuka 
tenggorokan para setan, api ditenggorokan jadi padam dan penderitaan 
menghilang, badan jasmasi dan rohani menjadi damai sejahtera. Saat memercikan 
Air Suci, gunakan jari manis menyetuh air lalu dipercik, dengan air suci ini 
tenggorokan mahluk setan menjadi terbuka). Air Suci ini dapat dibuat dengan 1. 
Memasukan daun Yang Liu 2. diberi Mantra Tai Pei Shou dll.)





MANTRA Perubah makanan duniawi menjadi Nectar Dewata


Namo Sarva Tanthayetou Walutieti, Om Sampala Sampala Hung  3x atau 7x (Mudra)

(Mantra ini mengubah makanan duniawi berkat kekuatan mantra berubah menjadi 
makanan Nectar Dewata, disebarkan dibawan pohon, kemudian visualisasikan 
makanan tersebut memperbanyak diri memenuhi jagat raya dharmadatu, Dengan 
kekuatan mantra ini Semua setan Kelaparan mendapatkan makanan dan minuman, api 
yang berkobar ditubuhnya menjadi padam, setelah berjuta tahun kelaparan dan 
kehausan dan menderita)

Note : Persembahan terdiri dari  semangkok kecil : air, air susu, Nasi, bubur, 
Mie. atau mudahnya berupa campuran bubuk cendana : susu : tepung beras, 1 : 0,5 
: 0,25 



 

MANTRA Amrta

Namo SuluPhoye  Tanthayetouye Tancetha Om Sulusulu Palasulu Polasulu swaha 3x 
atau 7x (Mudra)


(Visualisasikan air telah diberkati(Adhistana) oleh mantra ini menjadi Suci dan 
memenuhu seluruh dharmadatu, menyebabkan keringkongan oara setan kelaparan 
menjadi terbuka, meninum air amrta, sehingga meperoleh ketenangan setelah 
menerima persembahan makan minum. 

 

MANTRA PERSEMBAHAN umum

OM   YE-YE-NANG   SAN-PHO-WA   FA-JE-LA   HUNG 3x atau 7x (Mudra)

 

 

PERSEMBAHAN MAKANan  KEPADA MAHLUK PRETA tanpa syarat

PAGI :

KEKUATAN DHARMA TAK BERBAYANGKAN, WELAS ASIH TIADA HAMBATAN, 7 BUTIR MENGISI 
SELURUH JAGAD RAYA. DIPERSEMBAHKAN KE SEGENAP DUNIA Soha 

OM TU- LIYI SWAHA 3x atau 7x (Mudra)

 

SIANG :

BURUNG GARUDA, PARA PRETA DAN DEWA YANG BERKELIARAN, RAKSA DAN HARITI, TELAH 
KENYANG OLEH AIR AMTRITA

 

OM  MU-TI   SWAHA

 

MALAM :

WAHAI PARA PRETA DAN DEWA, SAYA BERDANA DAN MEMPERSEMBAHAN MAKANAN INI TERSEBAR 
DI 10 PENJURU, UNTUK DIBAGIKAN KEPADA PARA PRETA DAN DEWA

 

OM  TU-LI-LING   SWAHA 3x atau 7x (Mudra)

(Dibaca 3-7 kali, ditiup ke makanan, binatang dan Preta akan segera naik keALAM 
DEWA)



Setelah mereka menghilangkan penderitaan dan makan minum dengan kenyang, maka 
dimulai dibacakan Mantra2 yang dapat menolong Mahluk Preta/Neraka meninggalkan 
alam Preta/Neraka, naik ke langit bahkan ke Sukhawati.



- Mantra 7 Tathagata

- Mantra Kritigarbha : Om Pola Moning Thoning Swaha 7x atau 108x

- Mantra Avalokiteswara penghapus karma : Om Arureji Swaha    7x atu lebih

- Mantra : Om Mani Padme Hum 7 x atau 108 kali

- mantra Amitabha : Om Ami Dewa Hrih   7x atau 108x

 

-         The Amitabha Dharani

(Mantra for Rebirth Into the Realm of Bliss; recite ten times)

NAMO RATNA TRAYAYA 

NAMAH ARYAMITABHAYA TATHAGATAYA

ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA. 

TADYATHA: OM AMRITE AMRITODBHAVE AMRITA SAMBHAVE

AMRITA GARBHE AMRITA SIDDHE AMRITA TEJE AMRITA VIKRANTE

AMRITA VIKRANTA GAMINI AMRITA GAGANA KRITIKARE

AMRITA DUMDUBHI SVARE SARVARTHA SADHANE

SARVA KARMA KLESHA KSHAYAM KARE SVAHA!



Doa Pelimpahan Jasa :

Bertekat terlahir di alam Buddha Sukawati

Terlahir diatas teratai 9 kuntum

Teratai mekar melihat Amitabha menjadi sadar bumi ke 8

Bertekat menjalani kehidupan Bodhisattva



Selesai

 

 

Mantra to offer food to the pretas 

OM AH TSI TA BENZA ASHIBYA SOHA 

I prostrate to the Bhagavan the Tathagata, the Arhat, the fully accomplished 
Buddha Precious King of Light Very Clear Fire Light (Ratnaprabharaja 
Jvalanakaraprakatita) 7x

Mantra to purify negativities associated with the offerings 

NAMA SAMANTA PRABHA RAJAYA/ TATHAGATAYA/ ARHATE SAMYAKSAM BUDDHAYA NAMO 
MANJUSHRIYE/ KUMARA BHUTAYA BODHISATTVAYA/ MAHA SATTVAYA/ MAHA KARUNIKAYA/ 
TAYATA/ OM NIRALAMBHA NIRABHASE JAYA JAYE LAMBHE MAHA MATE DAKSHI DAKSHENAM 
MEPARISHVADHA SOHA 3x 

May all those who offered food to me attain the happiness of total peace.


                  
                 
           
     

  ----- Original Message ----- 
  From: ad2000 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 02, 2007 8:50 AM
  Subject: [MABINDO] Re: Pengantar Pattidana/Ta Mung San/Sur Offering


  Bro. francis, mohon maaf untuk memberikan pengantar sebelum memposting tata 
Cara memberi makan/minum mahluk Preta, dimana kita harus sadar 100%, bahwa 
Praktek ini yang mungkin mirip perdukunan ini, ternyata juga diwajibkan Buddha 
Sakyamuni bagi para pengikutnya*(Bikku/Upasaka untuk praktek memberi 
makan/minum harian) sebagai janji Buddha kepada para Raja SETAN untuk tidak 
memakan daging dan minum darah manusia, apabila para Raja Setan itu memegang 
sila tidak membunuh, thus, segala bakar membakar dupa,persembahan makanan dll 
itu 100% sesuai Dharma Buddha.

  Kita umumnya yang mengenal Buddhisme melalui jalan Kebijaksana (Theravada) 
sejak zaman SMU/Mahasiswa, barangkali akan mempunyai masalah2 yang tidak bisa 
"dipecahkan" via meditasi Vipassana saat kita telah bekerja atau berbisnis atau 
saat karma buruk menerkam. 
  karena memang Vipassana mengajarkan kita untuk menuju Jalan Pelepasan Duniawi 
total, sedangkan kehidupan kita sekarang ini canderung penuh dengan Lobha 
duniawi dan masalah2 keuangan-penyakit-bencana dll, 
  Kita Beruntung Buddha Mengajrkan 84.000 methode untuk kebutuhan manusia, baik 
untuk kemakmuran, kesehatan, bebas bencana, maupun Jalan Pelepasan duniawi, 
yaitu Jalan Tengah melatih Kemakmuran(Hokky) dan Kebijaksanaan(Panna). Sehingga 
sebelum kita mencapai tingkat batin Araht/Bodhisatva/Buddha tidak mendapatkan 
halangan berupa : kemiskinan, penyakit, bencana dll,

  ----------------------------------------------------------

  Catatan :
  1.. Biksu Hai Tauw yang pertama mempopulerkan Ta Mung San untuk umat Awan 
praktek memberi-makan kepada Mahluk Preta pagi dan malam, sebagai upaya untuk 
melatih welas asih kepada mahluk2 yang kelaparan dan kehausan dialam Preta & 
Mahluik gentayangan. Manfaat samping dari praktek ini adalah, mahluk2 Preta 
yang datang, menikmati asap bebauan makanan, setelah diberi Mantra2 akan segera 
melepaskan diri dari alam Preta dan naik kealam surga <<Kitab Suci Buddha 
Dharani untuk memberi makan dan nectar alam Preta>> PLUS untuk urusan Duniawi, 
a.l. Penyakit2 yang disebabkan Mahluk Preta akan sembuh, nakmur tidak 
kekurangan sandang pangan dll.(ini bukan tahayul, praktisi kelas berat bisa 
merasakan/melihat/mendapat mimpi, atau minta jasa paranormal untuk membuktikan)

  2. Biksu Hai Tauw menjelaskan bahwa Praktek Ta Mung San yang dipraktek Sangha 
Mahayana setiap hari 3 kali bukan monopoly Sangha saat Ullambama atau Praktek 
harian Sangha, tetapi untuk dipraktekan semua umat Buddha <>Lihat dharani >>, 
baik untuk melatih tindakan Welas asih maupun untuk Kesembuhan dan praktek 
mengumpulkan kebajikan DUNIAWI supaya Mahkmur sejathtera(Berdana kepada Preta 
sebagai SEBAB, Kamakmuran sebagai AKIBAT).

  Praktek harian Theravada :
  tanyakan kepada Bhante

  Praktek Harian Mahayana :
  - Nien cing/Nien Fo/Meditasi Chan (Melatih Panna/hokky)
  - Fang Shen, charity, Memberi makan kepada Mahluk Preta(Melatih Hokky)
  - dll

  Praktek Harian Vajrayana
  - Ngondro (Melatih Hokky/Panna)
  - Deity Yoga (Melatih Panna)
  - Fangshen, Charity, memberi makan kepada Mahluk Preta(Sur Offering/Homa) 
(Melatih Hokky)
  = dll

  ----------------------------------------------------------

  10 MANFAAT BERDANA HARIAN KEPADA MAHLUK PRETA 

  1. Berdana, mempraktekan Dana Paramita.
  2. Bermanfaat untuk hubungan baik mahluk alam dunia dan fana.
  3. Membina hubungan baik dengan semua Mahluk
  4. Mendapatkan perlindungan dari Buddha Bodhisattva dan Dewa Naga
  5. Menghilangkan hawa bencana dunia
  6. Menghilangkan karma2 buruk
  7. Menambah karma baik keuangan dan kebahagian duniawi
  8. Mengurangi bencana dan menambah umur
  9. Rumah tinggal menjadi damai tenteram
  10. praktek meditasi menjadi bertambah maju

  APAKAH MANTRA2 ITU BERMANFAAT DAN BUKAN TAHAYUL SIMSALABIN ?

  JAWAB : Melafal mantra adalah tindakan berbuat atau katakanlah membuat 
"sebab", thus kalau ada sebab pasti ada akibat, thus melafal mantra itu tidak 
lain menciptakan "sebab" untuk berbagai tujuan.

  Contohnya, Nienfo ---- mengingat Buddha sebagai sebab, menjadi Buddha sebagai 
akibat
  ----------------------------------------------------------
  aPAKAH PRAKTEK TA mUNG sAN BISA MENGUNDANGAN MAHLUK PRETA DAN DAPAT MENOLONG 
MEREKA MELEPASKAN ALAM PRETA ?

  Jawab :
  1. Bagi praktisi meditasi jam terbang cukup, saat pengundangan Mahluk Preta 
dapat merasakan "Kehadiran mahluk tidak terlihat', Biksu HaiTauw pernah 
mengecek masalah ini dengan meminta Paranormal yang bisa melihat, ternyata 
benar.
  2. di Chiangai ada Ajahn yang sakti, di Burma masih ada Arahat kalau meditasi 
didalam batu. Kalau ada karma baik cari mereka untuk bertanya.

  ----------------------------------------------------------
  Bersambung : (Tatacara mengundang dan memberi makan/minum mahluk Preta)

  ----- Original Message ----- 
  From: francis 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, October 01, 2007 3:33 AM
  Subject: Re: [MABINDO] Fwd: ADS PATTIDANA "BISA GAK SICH MAKHLUK HALUS 
SEBAGAI PENGLARIS?"

  Bro AD

  Bisa dimuatin gak di sini tatacara Ta Mung San itu?

  ----- Original Message ----- 
  From: ad2000 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, September 04, 2007 9:00 AM
  Subject: [MABINDO] Fwd: ADS PATTIDANA "BISA GAK SICH MAKHLUK HALUS SEBAGAI 
PENGLARIS?"

  Sharing :

  Kita semua harus kembali kepada ajaran Sakayamuni mengenai Sutra Ulambama.

  Ringkasan Sutra Ulambama Mahayana :
  Alkisah suatu saat Moggalana dalam semedinya melihat ibunya menderita dialam 
Neraka, maka dengan kekuatan siddhinya Moggalana masuk dalam alam Neraka, saat 
ibunya melihat Moggalana maka ibumya berkata : "anakku berikan makan dan 
minum", maka Moggalana memberikan makan dan minum, betapa sedihnya Moggalana 
saat melihat ibunya membuka Mulutnya, mulut ibunya menyembur api dan 
menghanguskan makanan". Moggalana seorang Arahat kebingunan dan dalam kesedihan 
menemui gurunya Sakyamuni, maka Buddha Sakyamuni memberikan tatacara untuk 
memberi makan dan minum mahluk neraka dan Preta.

  ----------------------------------------------------------

  Mahluk Halus, Mahluk Jin Asura, Mahluk Raja Setan, mahluk Preta, Mahluk Bardo 
dll tidak lain adalah mahluk2 tumimbal lahir yang keberadaanya dialam 6 Samsara 
sesuai dengan Buddha Dharma. Mahluk 2 ini memang banyak dipakai oleh berbagai 
Tradisi Animisme/dinamisme, shamanisme, sebagian umat Buddha-non dharma 
sebagai----figur untuk penglaris dibeberapa Tempat Kramat..

  ----------------------------------------------------------

  Mahayana dan Vajrayana memandang mahluk alam neraka dan preta sebagai mantan 
ayah ibu dalam tumimbal lahir sejak tanpa awal, maka Buddha dalam beberapa 
Sutra memberikan tatacara memberi makanan dan air nectar untuk mahluk2 neraka - 
preta yang sedang menderita sebagai praktek Dana Paramita atau praktek 
Bodhicitta.

  ----------------------------------------------------------

  Biksu/Biksuni Mahayana dalam Vinayanya diwajibkan untuk memberikan 
persembahan makanan/minimun 3 kali sehari, terutama sebelum makan/mimum dan 
pelimpahan jasa doa ke alam Sukawati. (Ta Mung San / siaw Mung San)

  Praktisi Vajrayana mengenal Torma Offering, Water Offering, Lamp Offering, 
Sur Tsog, Fire Puja dll

  Catatan : Praktisi Mahayana/Vajrayana memberikan Offering kepada mahluk 
neraka/preta dengan MOTIVASI mempraktekan Bodhicitta/dana paramita, bukan 
minta2 penglaris ala shamanisme. (Meskipun banyak umat kaum bisnis dianjurkan 
juga mempraktekan daily Food/Water Offering untuk melatih Bodhicitta/berdana, 
memang dilaporkan bahwa bisnis jadi lancar kata mereka-----ini memang sesuai 
hukum sebab akibat Buddha dharma, thus bukan ilmu babi ngepet atau sejenisnya.)

  PS. apabila ada yang berminat mengetahui tatacara Ta Mung San-----bisa 
didapat free di Bursa Buku Ekayana atau Buddhist Education Center Pluit

  Salam

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke