1097
  Tidak seseorang pun yang pernah dihormati karena apa yang dia terima,  
penghormatan merupakan ganjaran untuk apa yang dia berikan.
   
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
  
  
  (Tipitaka 46) Tubuh busa
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
  
  
  
  Bhikkhu Yang Memandang Tubuh
  Sebagai Suatu Bayangan
  
  Pada suatu kesempatan, setelah belajar bermeditasi dari Sang Buddha,  seorang 
bhikkhu segera pergi ke hutan. Meskipun ia telah berusaha  dengan keras, dia 
hanya mendapat kemajuan yang kecil dalam latihan  meditasinya; sehingga ia 
memutuskan untuk kembali menemui Sang Buddha  untuk belajar lebih jauh.
  
  Dalam perjalanan pulang, dia melihat sebuah bayangan, dimana hanya  merupakan 
penampakan semu dari air. Segera ia menyadari bahwa tubuh ini  juga semu 
seperti bayangan. Dengan tetap memelihara pikiran tersebut,  dia kembali ke 
muara sungai Aciravati. Ketika ia sedang duduk di bawah  pohon dekat sungai, 
melihat ombak yang pecah, ia menyadari bahwa tubuh  ini tidak kekal.
  
  Kemudian Sang Buddha menampakkan diri dan berkata kepadanya: "Anak-Ku,  apa 
yang kamu telah sadari bahwa tubuh tidak kekal seperti halnya busa,  dan semu 
seperti halnya sebuah bayangan."
  
  Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 46 berikut:
  
   
  
  Setelah mengetahui bahwa,
  tubuh ini bagaikan busa,
  dan setelah menyadari sifat mayanya,
  maka hendaknya seseorang mematahkan bunga nafsu keinginan,
  dan menghilang dari pandangan raja kematian.
  
   
  
  Bhikkhu tersebut mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu 
berakhir.
   
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke