1231
Ada naik dan turun dalam hidup manusia. Jika sedang surut, orang harus
mengamati dengan bijaksana dan menanti perubahan dengan tenang
Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
web : www.accurateheatlh.blogspot.com
(Tipitaka 61) Sahabat
Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
Kisah Murid Yang Tinggal Bersama Mahakassapa Thera
Ketika Mahakassapa Thera bersemayam dekat Rajagaha, beliau tinggal bersama
dua orang bhikkhu muda. Salah satu bhikkhu tersebut sangat hormat, patuh, dan
taat kepada Mahakassapa Thera. Tetapi bhikkhu yang satu lagi tidak seperti
itu. Ketika Mahakassapa Thera mencela kekurang-taatan melaksanakan tugas-tugas
murid yang belakangan, murid tersebut sangat kecewa.
Pada suatu kesempatan, ia pergi ke salah satu rumah umat awam siswa
Mahakassapa Thera, dan membohongi mereka bahwa Sang Thera sedang sakit. Ia
mendapatkan beberapa makanan dari mereka untuk Mahakassapa Thera. Tetapi ia
makan makanan tersebut di perjalanan. Ketika sang thera menasehati tentang
kelakuannya itu, bhikkhu tersebut menjadi sangat marah.
Keesokan harinya ketika Mahakassapa Thera pergi keluar untuk berpindapatta,
bhikkhu muda yang bodoh ini tidak ikut. Ia memecahkan tempat air dan kuali,
serta membakar vihara.
Seorang bhikkhu dari Rajagaha menceritakan peristiwa itu kepada Sang Buddha,
Sang Buddha mengatakan lebih baik Mahakassapa Thera tinggal sendirian daripada
tinggal bersama orang bodoh.
Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 61 berikut:
Apabila dalam pengembaraan,
seseorang tak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya,
maka hendaklah ia tetap melanjutkan pengembaraannya seorang diri.
Janganlah bergaul dengan orang bodoh.
Bhikkhu dari Rajagaha tersebut mencapai tingkat kesucian sotapatti setelah
khotbah Dhamma itu berakhir.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]