1239
  Orang yang berpakaian seputih salju belum tentu bersih hatinya. Lebih  baik 
tetap miskin daripada menjadi kaya karena berbuat jahat 
  
  join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
  web : www.accuratehealth.blogspot.com
  
  
  
  (Tipitaka 62) Anak milikku 
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
     
  
  Kisah Ananda, Seorang Hartawan
  
  Tinggallah seorang hartawan yang sangat kaya bernama Ananda di  Savatthi. 
Meskipun dia memiliki delapan crore, dia tidak mau memberikan  sesuatu apapun 
untuk berdana. Kepada anaknya Mulasiri, dia sering  mengatakan, "Jangan 
berpikir bahwa kekayaan yang kita miliki saat ini  cukup banyak. Jangan berikan 
sesuatu apapun yang kau punyai, untukmu  buatlah semakin bertambah. Jika tidak, 
kekayaanmu semakin berkurang."
  
  Orang kaya ini memiliki lima guci berisi emas yang dikubur di dalam  
rumahnya, dan ia meninggal dunia tanpa memberitahukan tempat  penyimpanan guci 
itu kepada putranya.
  
  Ananda, orang kaya yang telah meninggal tadi, dilahirkan di sebuah  
perkampungan pengemis, tidak jauh dari Savatthi. Waktu ibunya sedang  
mengandung, penghasilan dan keberuntungan para pengemis menurun.  Penduduk 
perkampungan itu berpikir bahwa ada seseorang yang tidak  beruntung dan 
menyebabkan kesialan di antara mereka. Dengan membagi  mereka ke dalam 
kelompok-kelompok, mereka mengambil kesimpulan bahwa  pengemis wanita yang 
sedang mengandung itu mendatangkan kesialan bagi  mereka.
  
  Ia diusir keluar dari desa. Ketika anaknya lahir, anaknya sangat jelek  dan 
menjijikkan. Jika wanita itu pergi mengemis sendirian ia akan  memperoleh hasil 
seperti biasa, tetapi jika ia pergi bersama putranya,  ia tidak mendapatkan 
apa-apa. Maka, ketika putranya bertambah dewasa  dan dapat berjalan sendiri, 
ibunya memasang tanda di tangannya dan  kemudian meninggalkannya.
  
  Ketika pengemis muda itu berkelana ke Savatthi, ia mengingat rumahnya  dan 
kehidupannya yang lampau. Ia mengunjungi rumah tersebut. Anak-anak  dari 
putranya, Mulasiri, melihatnya. Mereka sangat ketakutan melihat  penampilannya 
yang buruk. Pelayan-pelayan kemudian memukulinya dan  mendorongnya keluar rumah.
  
  Sang Buddha yang sedang melakukan pindapatta melihat peristiwa itu dan  
meminta Y.A. Ananda untuk mengundang Mulasiri. Ketika Mulasiri datang,  Sang 
Buddha memberitahukan bahwa pengemis muda tadi adalah ayahnya  sendiri pada 
kehidupan yang lampau. Tetapi Mulasiri tidak  mempercayainya.
  
  Maka Sang Buddha menyuruh pengemis muda itu untuk menunjukkan dimana  lima 
buah guci emas tersebut dikubur. Akhirnya Mulasiri menerima  kenyataan yang 
ada, dan sejak itu ia menjadi umat awam pengikut Sang  Buddha.
  
  Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 62 berikut:
  
  "Anak-anak ini milikku, kekayaan ini milikku,"
  demikianlah pikiran orang bodoh.
  Apabila dirinya sendiri sebenarnya bukan merupakan miliknya,
  bagaimana mungkin anak dan kekayaan itu menjadi miliknya?

Kirim email ke