1241 Kegemaran mengambil pekerjaan besar untuk mendapat pujian dan ketenaran disebut ambisius, menganggap diri benar dan penting disebut congkak, mempertahankan kesalahan dan menolak nasihat orang lain disebut keras kepala, dan akhirnya mendukung orang berpendapat sama dengan kita dan mengutuk mereka yang pendapatnya berbeda disebut fanatik. Ini merupakan kekurangan manusia Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame web : www.accuratehealth.blogspot.com (Tipitaka 64) Sayur Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha Kisah Udayi Thera Udayi Thera sering mengunjungi, dan duduk di atas tempat duduk, dimana para thera terpelajar duduk pada waktu menyampaikan khotbah. Pada suatu kesempatan, beberapa bhikkhu tamu menyangka bahwa ia adalah seorang thera yang terpelajar, dan mereka mengajukan beberapa pertanyaan tentang lima kelompok unsur khanda. Udayi Thera tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebab beliau tidak mengerti sama sekali tentang Dhamma. Para bhikkhu tamu sangat terkejut menemukan seseorang yang tinggal dalam satu vihara dengan Sang Buddha hanya mengetahui sedikit saja tentang khanda dan ajaran ayatana (dasar indria dan objek indria). Kepada bhikkhu tamu itu Sang Buddha menerangkan keadaan Udayi Thera dalam syair 64 berikut ini: Orang bodoh, walaupun selama hidupnya bergaul dengan orang bijaksana, tetap tidak akan mengerti Dhamma, bagaikan sendok yang tidak dapat merasakan rasa sayur.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
