sumber: http://www.buddhamanggala.blogspot.com

**********************************************

Welcome 2008 !!!
Selamat datang tahun 2008... selamat tinggal tahun 2007.


Walaupun kita telah meninggalkan tahun 2007, bukan berarti kebajikan2 
yang telah kita lakukan kita tinggalkan, namun dengan memasuki tahun 
2008, kita perbarui, kita kembangkan lagi kebajikan yang akan membawa 
kebahagiaan bagi kita dan semua mahluk.

Mengawali tahun 2008, Graha Buddha Manggala dengan didukung oleh 
MAGABUDHI dan PATRIA, telah melakukan satu langkah awal yang LUAR 
BIASAAAAA.... !!!
Serangkaian acara telah disusun, serangkaian hasil yang memberikan 
kebahagiaan sejati bagi para umat Buddha juga telah didapatkan oleh 
para umat yang tentunya telah mengikuti dengan baik ataupun 
bersimpati atas kebajikan orang lain.

Berikut rangkaian acara yang telah dilaksanakan pad abulan Januari 
2008:
1. Kunjungan Dhamma oleh Venerable NYANADASSANA MAHATHERA dari Yunani 
dan Venerable VISUDDHACARA dari Taiwan, 5 - 7 Januari 2008.
Bhante Nyanadassana telah menjalankan masa kebhikkhuan selama 22 
tahun di Srilanka, dan mengambil studi tentang Pali dan Sutta.
Bhante Visuddhacara telah menjalankan masa kebhikkhuan selama 9 
tahun, dan mahir dalam mengajarkan meditasi dengan metode Pa Auk 
Sayadaw.
Kali kesempatan ini.. merupakan satu kesempatan yang baik sekali bagi 
umat Buddha, karena sangat jarang sekali kesempatan demikian muncul, 
apalagi hadir di tengah2 himpitan kesibukan kerja & usaha, himpitan 
hiruk pikuk masyarakat Kota Batam. Tentu dengan adanya Karma Baik 
yang mendukung untuk berbuah di Graha Buddha Manggala, para umat 
Buddha dapat banyak belajar dari beliau.

1.a. Siraman Rohani di Lapas Barelang, Sabtu, 5 Januari 2008 jam 14-
16, Romo Suwarno dan Bhante Visuddhacara mengisi siraman rohani, di 
mana secara rutin pembinaan kerohanian Agama Buddha di Lapas yang 
sudah menjadi tugas bagi para Pandita MAGABUDHI, Romo Suwarno 
memberikan pembinaan rohani, dan ditemani oleh Bhante Visuddhacara, 
yang khusus sharing tentang meditasi Anapanasati kepada para umat 
Buddha di Lapas. Para umat tentu menjadi senang, karena mereka bisa 
mempelajari satu cara meditasi dari seorang guru meditator dan yang 
telah diberikan tugas untuk membimbing meditasi dengan metode Pa Auk 
Sayadaw oleh guru beliau. Para umat Buddha di Lapas mengikuti latihan 
meditasi dengan khidmat, menjadi seperti mendapatkan pencerahan, 
karena telah memiliki satu metode untuk mengisi hari demi hari dengan 
mengembangkan Sati (perhatian) terhadap satu objek, sehingga hari 
demi hari akan dilalui dengan tanpa terasa, namun penuh dengan nilai-
nilai kebajikan yang membawa hasil pada pencerahan & kebijaksanaan.

1.b. Diskusi Dhamma bersama Bhante Nyanadassana di Graha Buddha 
Manggala, Sabtu, 5 Januari 2008, jam 19:30 s/d 21:30. Para umat yang 
hadir merasakan satu hal yang lain, karena kali ini mereka berjumpa 
langsung dengan sosok bhikkhu bule, yaitu seorang yang berasal dari 
negeri Yunani, dan telah mau membagi pengetahuan beliau tentang Sutta 
dan Pali kepada para umat Buddha. Satu pertanyaan yang muncul dan ini 
sangat penting sekali... siapakah yang mulai mengulang Abhidhamma 
apakah Bhante Mahakassapa ataukah Bhante Ananda... awalnya para umat 
yang hadir memberikan jawaban Bhante Mahakassapa, namun jawaban 
beliau adalah Bhante Ananda, karena sesuai dengan SEJARAH yang ada, 
bahwa Abhidhamma sebelumnya telah diulang kembali oleh Bhante Ananda 
dalam kelompok Sutta-pitaka. Dan sesuai dengan kejadian yang ada, 
yang meminta adalah memang Bhante Mahakassapa kepada Bhante Ananda, 
yang terkenal sebagai salah satu murid Sang Buddha yang memiliki 
kemampuan luar biasa dalam menghafal dan mengingat seluruh apa yang 
pernah diajarkan oleh Sang Buddha.

1.c. PINDAPATA, Minggu, 6 Januari 2008, jam 8-9, merupakan satu 
kebahagiaan tersendiri bagi warga sekitar Baloi Mas Permai dan 
Anggrek Permai, karena mereka memiliki kesempatan yang secara nyata 
dalam praktek dana menyokong Sangha melalui dana-makanan saat para 
bhikkhu melaksanakan pindapata. Kesempatan ini tentu jarang-jarang 
sekali bisa dimiliki oleh para umat, sehingga para umat yang berada 
di luar perumahan sekitar vihara, mereka harus berangkat dari rumah 
dengan niat yang kuat, dan usaha yang gigih, maka mereka bisa turut 
serta dalam meramaikan pindapata ini.
Walaupun dalam waktu kurang lebih 1 jam, Bhante Nyanadassana dan 
Bhante Visuddhacara berkeliling di perumahan Baloi Mas Permai dan 
Anggrek Permai, tak terasa satu mobil bagasinya telah penuh dengan 
makanan. Bhante dengan kelemahlembutan nan penuh perhatian ketika 
berjalan, tetap memberikan senyum dan sapaan kepada para umat yang 
ingin berdana, tentu hal ini menjadi satu hal yang spesial bagi 
mereka.

1.d. Sekolah Minggu Buddhis, 6 Januari 2008, jam 9:30-11:00, setelah 
para siswa/i sekolah Minggu turut dalam melaksanakan Pindapata, 
mereka melanjutkan masuk ke dalam Dhammasala, untuk melaksanakan puja-
bakti, dan mengikuti bimbingan meditasi bersama Bhante Visuddhacara, 
yang dilanjutkan dengan Diskusi Dhamma bersama Bhante Nyanadassana. 
Tentu bahasa bukan menjadi kendala bagi siswa/i, mereka justru makin 
semangat dan senang mengikuti Pelajaran yang diberikan dalam Sekolah 
Minggu ini.
Para orang tua yang menemani, tentu turut merasakan senang, karena 
mereka telah melihat dengan sendiri, mendengarkan sendiri, dan 
menyaksikan sendiri bagaimana putra-putrinya telah mengikuti Sekolah 
Minggu Buddhis di Graha Buddha Manggala, telah mendapatkan satu 
bimbingan kontinyu nan positif, dan membawa kemajuan batin serta 
mendidik nilai-nilai moral Buddhis.

1.e. Kelas Dhamma di Kampus Universitas Internasional Batam, Minggu, 
6 Januari 2008, jam 13-15, awalnya teman-teman mahasiswa belum 
terlihat tertarik dengan kedatangan dua bhikkhu dari luar negeri ini, 
namun ketika Kelas Dhamma telah dimulai.. tak terasa waktu 2 jam 
telah berlalu, namun menyisakan satu keinginan untuk terus berdiskusi 
dengan Bhante Nyanadassana dan Bhante Visuddhacara. Dengan ditemani 
oleh Bpk. Teddi Jurnali selaku Pembantu Rektor 1 UIB, teman2 
mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian 
Buddha, telah merasakan satu sentuhan Dhamma, sekaligus saatu hal 
yang memotivasi mereka untuk terus berbenah diri dalam mengembangkan 
paramita, meditasi, dan pengabdian mereka pada Buddha-Dhamma.

1.f. Kunjungan Kasih ke Ibu Lenny, Minggu, 6 Januari 2008, jam 18:30-
19:30, Bhante Visuddhacara dengan senang hati telah memberikan satu 
wejangan kepada Ibu Lenny, yang tengah menjalani masa penyembuhan... 
terasa sekali suasana yang penuh kebahagiaan dari raut wajah ibu 
Lenny, di mana dapat bertemu dengan seorang bhikkhu, dan khusus hadir 
memberikan wejangan dan semangat dalam menjalani masa penyembuhan 
ini. Semoga Ibu Lenny dapat menjalani masa penyembuhan dengan baik, 
dan memperoleh hasil kesembuhan yang baik, sehingga dapat 
beraktifitas kembali, dan tentunya dapat kembali berkumpul dalam 
persaudaran teman2 se-Dhamma untuk mengumpulkan kebajikan.

1.g. Kelas Meditasi di Vihara Dharma Mulia, Minggu, 6 Januari 2008, 
jam 19:30-21:00, melanjutkan perbincangan hari Sabtu malam, teman2 
yang tergabung dalam Pemuda Theravada Indonesia dan para umat Buddha 
yang hadir, dengan semangat mengikuti Kelas Meditasi bersama Bhante 
Visuddhacara, Bhante telah menyiapkan sebuah buku panduan kecil, yang 
telah beliau susun, untuk menjadi satu pegangan dalam latihan 
meditasi Anapanasati. Dengan dibantu oleh Bpk. Djarmin Sugianto 
sebagai penerjemah, tentu menjadi satu kelengkapan yang sempurna, 
sehingga nilai-nilai Dhamma yang disampaikan menjadi dapat diterima 
oleh umat Buddha.


2. Bhante Dhammavuddho, Bhante Jutipanno, dan rombongan dengan 
ditemani Bhante Vimaladhiro tiba di Batam dari Medan tiba Selasa 
pukul 15:30, dijemput oleh sebuah
mobil mini van, ternyata di luar dugaan, satu mobil van masih kurang, 
karena rombongan dengan sejumlah tas-tasnya cukup penuh.

Mobil meluncur ke Graha Buddha Manggala, akhirnya mereka bisa melepas 
kelelahan di Graha Buddha Manggala, yang telah menyediakan tempat ala 
kadarnya, dan sangat berbahagia sekali, ternyata para-tamu nya ini 
penuh dengan kerendahan hati dan penuh pengertian atas keterbatasan 
kondisi vihara, sekaligus mereka didukung oleh Bhante Dhammavuddho 
untuk melatih atthasila.

Malam pertama diisi dengan Diskusi Dhamma bersama Bhante Jutipanno, 
yang dibawakan dengan penuh tawa-canda bersama para umat, apalagi 
ditambah dengan suasana kedekatan bhante dengan umat, Bhante bisa 
berbahasa hokkien, dan bercampur dengan bahasa melayu, sehingga 
serasa sebagai sebuah keluarga dekat sekali.

Dilanjutkan esok Rabu pagi, para umat di vihara berdatangan 
memberikan dana makanan pagi, dan begitu pula siang hari. Rombongan 
di hari Rabu tidak ada jadwal khusus. Sorenya kami berangkat menuju 
Vihara Dharma Mulia.

Rabu malam mulai Bhante Dhammavuddho memimpin Diskusi Dhamma di 
vihara Dharma Mulia, dan sejumlah teman2 PATRIA bermalam di vihara 
Dharma Mulia, didukung dengan fasilitas kamar yang banyak di vihara 
tersebut, memudahkan kami untuk memutuskan mengadakan acara bermalam 
di vihara Dharma Mulia... tidur dengan beralaskan tikar menjadi satu 
pengalaman tersendiri bagi teman2 PATRIA.

Kamis paginya ... saat matahari belum muncul, pukul 4:30 subuh... 
teman2 PATRIA telah bangun dan siap melatih meditasi dan chanting 
bersama Bhante, kemudian
dilanjutkan dengan dana makan pagi, dan persiapan menuju pulau Galang.

Saat ada waktu sela sembari menunggu persiapan ke pulau Galang, kami 
dari Dayaka Sabha mencoba membawa Bhante bertiga, ke rumah umat, yang 
mana istrinya baru
saja menjalani penyembuhan dari serangan stroke, beliau adalah Ibu 
Lenny, yang kerap dikenal sbg ibu yang gemar berdana makanan kepada 
para bhikkhu. Para Bhante hadir dihadapan ibu Lenny, menjadi satu 
kebahagiaan sendiri bagi Ibu Lenny dan keluarga, cukup hangat 
sambutan dari para keluarga Ibu Lenny.

Seusai dari rumah Ibu Lenny, kami segera meluncur ke Vihara Dharma 
Mulia, untuk segera berangkat ke Pulau Galang... namun sayang sekali 
Bhante Dhammavuddho dan
Bhante Jutipanno tidak berkenan turut berangkat ke pulau Galang, dan 
Bhante Vimala yang menemani para rombongan ke Pulau Galang... Mr. Tan 
sebagai ketua rombongan juga urung ikut ke pulau Galang, karena 
beliau ingin menemani Bhante di vihara Dharma Mulia.


Jalan-jalan ke Pulau Galang

Kami berangkat ke pulau Galang dengan sebuah bus dan sebuah minivan, 
semua seat terisi ... sungguh senang sekali teman2 berangkat menuju 
pulau Galang yang melewati beberapa jembatan.

Setiba di Pulau Galang.. kami menuju vihara kecil Theravada bersiap2 
untuk lunch dahulu karena waktu telah menunjukkan pukul 11, kami 
bersama2 mendanakan makanan kepada Bhante Vimaladhiro, selanjut kami 
bersama2 makan siang ... di sekitar vihara.
Setelah santap siang, kami melaksanakan puja bakti yang dipimpin oleh 
Bhante Vimaladhiro.

Selanjutnya kami menuju ke satu vihara lagi .. masih di pulau Galang, 
vihara ini bernuansa mahayana... teman2 bertemu dengan sebuah 
mahluk ... mahluk itu dijuluki .. k-e-r-a ... Ternyata banyak kera-
nya di pulau terpencil ini.. yang dulunya menjadi tempat pengungsian 
orang2 vietnam.

Seusai kami bersantai ria di sana.. kami segera menuju vihara Quan Am 
Tu.. di dekat pintu gerbang, di sini vihara sudah lebih baik, dan 
bertemu dengan suhu yang menjaga di sana... Selanjutnya perjalanan 
kami teruskan.. untuk segera kembali ke pulau Batam
mengarungi beberapa jembatan, setibanya di jembatan yang 
menghubungkan pulau Rempang dan Batam, kami turun sejenak, untuk 
melepas kelelahan sambil menikmati pemandangan sebuah jembatan yang 
kerap dikenal dengan jembatan Barelang.

Kami tiba di vihara Dharma Mulia kira-kira pukul 3 sore... 
selanjutnya kami kembali ke masing2 rumah, dan menyiapkan diri untuk 
mengikuti kelas Diskusi Dhamma dengan Bhante Dhammavuddho pukul 19:30.
Keesokan jumatnya, pagi hingga sore Bhante dan rombongan beristirahat 
di Vihara Dharma Mulia, dan selanjutnya sorenya kembali ke Graha 
Buddha Manggala, dengan diantar oleh Ibu Susi.


Jumat malam Bhante Jutipanno memimpin Diskusi Dhamma.
 
Sabtu pagi para bhikkhu melanjutkan dengan pindapata keliling 
perumahan Baloi Mas Permai dan Anggrek
Permai, para umat Buddha telah mengetahui sebelumnya dari selebaran 
yang kami bagikan dari rumah ke rumah, sehingga para umat Buddha 
telah siap sedia di depan
rumah menunggu para bhikkhu berkeliling pindapata.

Pukul 10 Bhante Saddhaviro & Olivia Yunita tiba di Batam, dan bertemu 
dengan Bhante Dhammavuddho, dan Bhante Jutipanno, saling memberikan 
salam dan penghormatan ...

Seusai makan siang, para bhante dan rombongan siap sedia untuk 
berangkat menuju Tanjung Pinang, berkat ketulusan berdana dari Sdr. 
Akimono, kami terbantu
dengan disediakan 2 minivan, untuk mengangkut rombongan.

3. Kunjungan Bhante Saddhaviro ke Batam 12-13 Januari 2008, Bhante 
Saddhaviro tiba di Batam bersama dengan Olivia Yunita, dijemput oleh 
Sdr. Kadim, anumodana kami ucapkan kepada Sdr. Kadim. Dalam rangka 
sebagai pembicara dalam Dhamma-Talk "Meditasi sbg Gaya Hidup Sehat". 
Olivia pun juga turut meramaikan Dhamma-talk dengan melantunkan 
beberapa lagu Buddhis.

Sabtu sore harinya, 12 Januari 2008, pukul 14-16, Romo Suwarno 
bersama dengan Bhante Saddhaviro dan Olivia Yunita, menuju ke Lapas 
Barelang.
Kedatangan Olivia ternyata telah ditunggu-tunggu oleh teman di Lapas, 
dan ini menjadi satu kebahagiaan bagi teman-teman di Lapas, dan 
Olivia sempat berpikir, apakah teman-teman di Lapas ini wajahnya 
suram-suram, serem-serem gak ya... Ternyata diluar dugaannya, wajah 
teman-teman di Lapas nampak sekali cerah, bahagia,... tentu ini 
berkat bimbingan Dhamma yang telah diberikan selama ini oleh Pembina 
Agama Buddha di Lapas yaitu Graha Buddha Manggala & MAGABUDHI. Olivia 
bernyanyi bersama-sama, tak terlewat juga lagu favorit teman2 di 
lapas, juga direquest .. yaitu lagu berjudul "Tekad Siswa Sang 
Buddha", suasana riang gembira, teman2 Buddhis di Lapas bersama-sama 
menyanyikan lagu tersebut dengan Olivia.
Setelah itu Bhante Saddhaviro memberikan ceramah Dhamma dengan topik 
Membangun Kesadaran, sesuai dengan lagu "Sadarlah" yang sempat 
dilantunkan oleh Olivia sebelumnya.

Malam harinya, Graha Buddha Manggala kedatangan dua tamu penting, 
yaitu: Drs. Ponijan Liaw, MBA, MPD, beliau dikenal sebagai sosok 
moderator yang bagus di Indonesia, dan hal ini terbukti dengan apa 
yang dibawakan beliau selama Dhamma-Talk, mampu menarik perhatian 
sejumlah peserta Dhamma-Talk, dan juga Ko Joky, yang merupakan 
produser lagu-lagu Buddhis "Joky Music Production".
Dhamma-Talk diawali dengan pemaparan oleh Dr. Fisher, Sp.RM dari 
Rumah Sakit Awal Bros, dokter memaparkan banyak hal tentang apa itu 
meditasi, manfaatnya dari segi medis klinis, sedangkan Bhante 
Saddhaviro dari penjelasan kacamata Dhamma.
Sungguh satu paduan yang sempurna, sehingga hal ini menjadi satu 
pesan penting bagi umat Buddha untuk mengawali tahun 2008, dengan 
semangat "Back to Nature", kembali ke asalnya, sesuai dengan cara 
utama yang telah diterapkan dan diajarkan oleh Sang Buddha, yaitu 
Meditasi. Dengan meditasi inilah yang telah mampu memberikan satu 
perubahan, satu pencerahan bagi Sang Buddha dalam melihat hidup ini 
sebagaimana adanya. Harapan Bhante Saddhaviro, adalah semoga meditasi 
tidak hanya sebatas sebagai upaya bergaya saja, namun benar-benar 
menjadi praktek nyata, sehingga dengan sendiri akan menjadi sebuah 
gaya hidup sehat.

4. Peran serta Graha Buddha Manggala dalam turut mensukseskan 
Seminar "One is One's Own Lord" 
Dengan berbekal satu niat untuk bersama-sama memberikan pelayanan 
bagi Umat Buddha, segenap pengurus dan didukung oleh MAGABUDHI dan 
PATRIA, Graha Buddha Manggala telah berupaya membantu dalam upaya 
nyata mewujudkan kesuksesan yang luar biasa yang telah dicapai oleh 
teman-teman mahasiswa Buddhis yang tergabung dalam Unit Kegiatan 
Mahasiswa Kerohanian Buddha Universitas Internasional Batam, yaitu 
telah mampu mencapai target peserta 720 orang, dan bersama-sama telah 
menanamkan nilai sebuah demokrasi, sebuah wawasan yang tak dibatasi 
oleh sektarian, sehingga sebagai mahasiswa mampu menaungi, melayani 
seluruh umat Buddha.


Sebagai wujud pelayanan pula, kami selaku Distributor tunggal JOKY 
Music Production, juga turut hadir di seminar ini, dengan membuka 
Bursa Buddhis, yang menyediakan cd-cd lagu Buddhis produksi Joky 
Music Production.


Malam harinya, Minggu 13 Januari 2008, pukul 22-23, Olivia berkenan 
mengisi Talk-show di Radio Era Baru 106.5 FM "Berkarya dalam Dhamma 
sebagai Artis Buddhis Indonesia", bersama-sama dengan Romo Suwarno, 
sebagai Distributor Tunggal JOKY Music Production di Kepulauan Riau, 
respon para pendengar Insan Harapan Era Baru ternyata cukup positif 
dengan hadirnya Olivia memecah keheningan malam, dengan alunan 
nadanya yang merdu, menyanyikan secara live lagu-lagu Buddhis, talk-
show ini sangat spesial, karena dipandu oleh Bpk. Raymond, Program 
Manager Radio Era Baru, dan isi dari Talkshow ini, nantinya akan 
dimuat di majalah Sinar Dharma edisi yang akan datang, jadi Don't 
miss it .... !!!

Semoga upaya bersama ini, mampu membawa manfaat bagi umat Buddha di 
Kota Batam... mari bersama-sama kita memberikan pelayanan Dhamma 
terbaik bagi umat Buddha.

Demikianlah rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Graha 
Buddha Manggala, MAGABUDHI dan PATRIA, satu bulan tak terasa telah 
kita lalui di tahun 2008, dalam hitungan hari... suasana keceriaan 
dalam menyambut Imlek akan segera hadir... nantikan kegiatan-kegiatan 
kami, jangan pernah lewatkan !!!

Semoga semua mahluk hidup berbahagia.

Kirim email ke