12 Februari
  43.  Setelah melihat suatu bentuk dengan mata, mencium bau dengan hidung, 
mencicipi rasa dengan lidah, merasakan sentuhan dengan tubuh, ataupun mengenali 
suatu pikiran dengan kesadaran, ia tidak terpikat oleh hal-hal tersebut. Karena 
jika ia hidup dengan indera-indera yang tak terkendali, hal-hal yang penuh 
dengan daya tarik, hal-hal yang menjijikkan, dan kondisi-kondisi batin yang 
tidak baik akan bermunculan. Oleh karena itu, ia harus mengendalikan 
indera-indera tersebut. Dan setelah indera-indera tersebut terkendali, ia akan 
memperoleh kebahagiaan dan ketenangan.
   
  13 Februari
  44.  Ada lima hal yang menurunkan nilai sekeping emas, sehingga kepingan emas 
itu menjadi tidak berkilauan, tidak lentur atau sukar dibentuk, melainkan rapuh 
dan tidak dapat dibentuk dengan sempurna. Apakah kelima hal itu? Kelima hal itu 
adalah besi, tembaga, timah, timbal, dan perak. Tetapi apabila sekeping emas 
tidak mengandung kelima hal yang menurunkan nilai itu, emas tersebut akan 
lentur, mudah dibentuk dan berkilauan, tidak rapuh, dan dapat dibentuk dengan 
sempurna. Apa pun bentuk perhiasan yang diinginkan, baik cincin, anting-anting, 
kalung, ataupun rantai emas, dapat dibuat dari emas itu.
  Demikian pula, ada lima hal yang menyebabkan kemerosotan batin seseorang, 
sehingga batin menjadi tidak berkilauan, tidak lentur atau sukar dikendalikan, 
melainkan rapuh dan tak terlatih untuk melenyapkan kekotoran batin. Apakah 
kelima hal itu? Kelima hal itu adalah nafsu keinginan, kedengkian, keengganan 
dan kemalasan, kegelisahan dan kekhawatiran, serta keragu-raguan. Tetapi 
apabila batin terbebas dari kelima hal yang menyebabkan kemerosotan tersebut, 
batin akan lentur, mudah dikendalikan, berkilauan, tidak rapuh dan terlatih 
untuk melenyapkan kekotoran batin. Selanjutnya, orang dapat berkonsentrasi 
kepada pencapaian dengan pengetahuan batin apa pun yang dapat dicapai dengan 
pengetahuan batin, dan dapat mengalami secara langsung apa pun yang dapat 
dicapai tersebut.
   
  14 Februari
  45.  Dengan usaha (keras),
  engkau akan dapat menyeberangi air bah yang mengamuk.
  Dengan usaha (sekuat tenaga),
  engkau akan dapat melewati penderitaan.
   
  15 Februari
  46.  Pemusatan pikiran pada keluar masuknya nafas, jika dilatih dan 
dikembangkan, adalah sesuatu yang penuh kedamaian dan sangat baik, sesuatu yang 
mengandung kesempurnaan, dan juga cara hidup yang membawa kebahagiaan. Tidak 
hanya itu, pemusatan pikiran seperti ini akan menghalau pikiran jahat yang 
telah muncul dan melenyapkannya dalam sekejap. Hal ini seperti bulan terakhir 
di musim panas, ketika debu dan kotoran beterbangan, tiba-tiba turun hujan 
lebat yang mengendapkan debu dan kotoran tersebut dalam waktu sekejap.
   
  Dikutip dari Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha 
   
  Judul asal             :  BUDDHA VACANA
                                  Daily Readings from the
                                  Sacred Literature of Buddhism,
                                  Edited by Ven Shravasti Dhammika
                                  The Buddha Dhamma Mandala
                                  Society, 1989
   
  Copyright © 1989 Yayasan Penerbit Karaniya: 
  Layanan Pembaca: [EMAIL PROTECTED]; Website: www.karaniya.com
  
  Hubungi: 021-5687929; SMS: 081 315 315 699
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke