Apa yang Pertama Harus Orangtua Ajarkan Kepada Anak?
Anda telah mendengar bahwa saya mencoba untuk menekankan kewajiban orangtua
kepada anak-anaknya. Saya berharap Anda menyadari alasan saya berbicara tentang
topik penting ini. Saya juga berharap bahwa Anda akan melakukan yang terbaik
untuk melindungi anak-anak Anda. Tentu saja Anda tahu bahwa anak-anak Anda akan
menjadi satu-satunya yang menggantikan Anda di dunia ini.
Sebagai umat Buddha, harapan kita memiliki bangsa dan negara yang makmur
sebaik agama Buddha. Harapan seperti ini ada di hati setiap orang yang
bertanggung jawab. Tetapi hanya berharap sesuatu belumlah cukup. Kita juga
harus berbuat sesuatu yang pasti untuk mencapai tujuan dan kejayaan. Anak-anak
sangatlah penting. Apakah masa depan anak-anak gelap atau menyedihkan semuanya
tergantung pada setiap orangtua. Kewajiban paling penting dari orangtua adalah
menjadi orangtua yang baik, memastikan anak-anak mereka menjadi warga yang baik
bagi negara. Agar masa depan anak-anak mereka cerah, orangtua harus bersikap
sebagai berikut:
1. Melarang anak-anak berbuat jahat.
2. Mendukung mereka melakukan perbuatan baik.
3. Memberikan mereka pendidikan yang baik.
4. Mendukung mereka menemukan pasangan yang baik.
5. Memberikan warisan pada waktu yang tepat.
Lima tanggung jawab di atas adalah tanggung jawab yang telah dilimpahkan
kepada kita oleh Buddha dengan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua
makhluk. Kita semua memuja-Nya jadi kita harus memperhatikannya dengan selalu
menerapkan pedoman dasar ini.
Pada bab sebelumnya, saya telah mencoba mengarahkan Anda ke arah jalan yang
benar, jadi Anda mengerti bagaimana mencegah anak-anak Anda dari perbuatan
jahat dan juga memberi beberapa nasihat agar mereka melakukan hal-hal yang
sehat. Jika Anda ingat nasihat itu dengan baik, Anda akan mempunyai sedikit
gambaran yang positif untuk melakukan cara itu saja dan tidak berburu cara yang
lain. Pasti masa depan anak-anak Anda akan cerah.
Untuk membuat sebuah fondasi agar anak-anak menjadi orang baik dan sehat di
masa depan, kita harus mengerti bagaimana mulai mendidik dan apa saja yang
perlu diajarkan kepada mereka. Menurut pendapat saya, hal penting pertama yang
diajarkan kepada anak-anak adalah KEPATUHAN.
Patuh adalah sikap kebaikan pertama yang harus orangtua coba ajarkan kepada
mereka. Dalam Alkitab Kristiani dan Al-Quran Islam, kita akan menemukan ajaran
pada hak untuk mematuhi dari awal. Ceritanya adalah tentang Allah di Surga,
yang menciptakan segalanya dan kemudian dua manusia di dunia hidup di sebuah
taman yang indah. Allah juga memastikan mereka bahwa; Anda berdua mempunyai
hak mutlak di taman ini kecuali satu pohon terlarang itu. Anda tidak boleh
memakan buah di pohon itu. Tetapi pasangan itu tidak mematuhinya. Mereka
memakan buah itu dan Allah marah dan menghukum berat mereka. Inti dari cerita
ini adalah kepatuhan. Jika kita lupa mematuhi sesuatu, akan terjadi kekacauan.
Masyarakat Thai akrab dengan cerita rakyat, seperti Chantakhorop, seorang
pangeran yang pergi ke sebuah hutan untuk menjadi murid dari seorang petapa.
Setelah selesai masa latihannya, dalam perjalanan pulang ke istana. Petapa itu
berkata padanya. Ini sebuah kotak ajaib. Ambilah. Tetapi selama perjalanan,
kotak ini tidak boleh dibuka dan kamu harus melindungi kotak ini seperti
hidupmu. Sesampainya di rumah barulah kamu boleh membukanya. Manusia adalah
makhluk aneh. Kita penuh dengan keingintahuan. Kita suka melanggar segala
larangan pada tempat tertentu dengan alasan apa saja. Pangeran muda itu telah
menerima hadiah. Secara alami dia ingin membuka untuk mengetahui apa yang ada
di dalamnya. Satu sisi pikirannya ingin membuka dan melihat apa yang ada di
kotak, tetapi pikiran yang lain mencegah bahwa dia tidak harus melanggar
perintah guru kesayangannya. Dia tahu gurunya mencintainya dan berharap dia
baik-baik. Karena itulah mengapa guru itu mulai memberi perintah. Seorang
murid yang baik harus selalu mematuhi perintah gurunya. Dua pikiran yang
muncul itu lama sekali berseteru satu sama lain. Akhirnya keingintahuan
memenangkan perseteruan. Sesudah dia berhenti untuk mandi di sungai yang airnya
mengalir dingin, dia membuka kotak dan menemukan seorang gadis cantik di
dalamnya. Gadis cantik itu keluar dan terbawa oleh alam. Pada akhir cerita
seorang penjahat membunuh pangeran itu. Semua itu disebabkan ketidakpatuhannya
atas perintah gurunya. Ini sebuah pelajaran yang sangat bagus untuk setiap
orang.
Dalam ajaran Buddha, Buddha telah menentukan banyak peraturan tentang
kepatuhan. Contohnya, sesuatu yang disebut keyakinan dan beberapa kesederhanaan
hati. Ketika bhikkhu-bhikkhu memberikan berkah kepada umat, mereka selalu
mengajarkan umat untuk rendah hati dan menerima pendapat orang lain seperti
terjemahan ini: umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kesehatan yang baik
akan dimiliki oleh mereka yang selalu rendah hati. Dalam AparikaniyaDharma,
dijelaskan cara untuk mencapai kemakmuran yang salah satunya mengatakan, Siapa
pun yang menjadi pemimpin dalam sekelompok bhikkhu pada sebuah pertemuan, maka
semua bhikkhu lainnya harus mematuhi kata-katanya. Ini adalah sebuah pelajaran
kepatuhan. Ini adalah hal biasa yang umumnya diajarkan masyarakat dalam
mematuhi segala sesuatu sesuai dengan kesenioritasan. Setiap anak harus
mematuhi ajaran orangtuanya. Yang lebih muda harus selalu mematuhi yang lebih
tua. Pembantu harus mematuhi majikannya. Junior harus mematuhi yang
senior. Rakyat harus menghormati dan mematuhi raja. Ini adalah sistem sosial
yang membawa kedamaian bagi bangsa Thai. Sepanjang kita menghormati peraturan
ini kita akan maju dengan aman sentosa.
Zaman sekarang ini, banyak peristiwa yang merusak warisan budaya kita.
Orang-orang muda sangat antusias soal kebebasan tanpa segala prinsip. Mereka
salah mengerti bahwa mampu berbuat segala sesuatu seperti yang mereka sukai
adalah kebebasan. Jika orang-orang lebih tua melarang apa yang mereka inginkan,
mereka sering berkata bahwa kebebasan mereka terlalu dibatasi. Orang-orang muda
dan tua tidak bisa bersama. Ketenteraman antara orang-orang dalam masyarakat
telah berubah dengan cepat dan perubahan ini membawa banyak masalah kepada
mereka yang mencintai kedamaian dan ketenangan. Itu semua mengenai anak-anak
yang tidak mendengarkan orangtuanya; murid yang tidak mendengarkan gurunya;
anak-anak wihara yang tidak mendengarkan kepala wihara. Kejadian tersebut
sering terjadi dan mereka perlu berhati-hati untuk mencegah mereka dari
kejadian di masa yang akan datang.
Ajaran Buddha mengajarkan kita, Sesuatu ada penyebabnya; tanpa penyebab
tidak ada akibat. Kurangnya kepatuhan anak-anak umumnya bukan karena situasi
luar saja tetapi juga peristiwa di dalam rumah. Di mana ada keadilan,
ketidakadilan tidak ada. Di mana ada ketidak-adilan, sikap memihak akan menang.
Ini sebuah kebenaran yang dapat dibuktikan.
Dengan alasan ini, membesarkan anak, Anda perlu sebisa mungkin tidak
berpihak.. Di samping tidak berpihak, Anda sebagai pelindung anak-anak harus
adil dan masuk akal. Jangan pernah melakukan sesuatu karena emosi. Untuk
membuat perintah Anda berharga dan berguna untuk anak-anak, Anda harus mematuhi
sebuah prinsip yang diajarkan Buddha.
Apa saja yang Anda akan ajarkan, Anda harus melakukannya terlebih dahulu.
Sehingga sebagai guru tidak akan membingungkan.
Melakukannya pada diri Anda sendiri sebagai sebuah contoh adalah sebuah
pelajaran yang sangat bernilai. Bila Anda mengajarkan anak Anda untuk mematuhi
Anda, tetapi Anda, suami-istri setiap kali selalu berdebat dengan marah
termasuk dalam masalah kecil. Anak-anak yang melihat orangtuanya selalu
berdebat akan menerima beberapa kebiasaan tersebut pada diri mereka. Mereka
mengira bahwa aksi tersebut dapat diterima. Anak-anak Anda akan menjadi manja.
Orangtua harus selalu menjadi sebuah contoh yang baik bagi anak-anak. Tidak
hanya mematuhi Anda tetapi terkadang Anda juga harus mendengarkan anak-anak
Anda, khususnya ketika mereka mengungkapkan beberapa pendapat dan cukup
beralasan untuk dipatuhi. Jika kita ingin orang lain mendengar kata-kata kita,
kita sendiri harus juga mendengarkan mereka. Secara alami sulit bagi mereka
yang tidak mendengarkan orang lain, untuk mengharapkan orang lain mendengarkan
mereka.
Dalam mendidik anak-anak untuk menjadi patuh, orangtua harus menyadari akan
semua hal tentang anak-anak. Mereka harus dekat dengan anak-anak sebab dengan
kedekatan, Anda akan mengetahui tindak-tanduk mereka setiap saat. Ketika Anda
menyuruh anak Anda untuk berbuat sesuatu, Anda harus berpikir ke depan apakah
anak Anda akan dapat melakukannya. Akankah itu menyulitkan mereka? Bila anak
anak tidak dapat mematuhi perintah, mereka akan dengan mudah melanggarnya.
Sekali mereka telah melanggar perintah Anda, sepertinya itu akan terulang lagi.
Sebuah kebiasaan mulai terbentuk di benak anak-anak. Siapa pun yang memberi
perintah harus memikirkan dulu dan ketika memberi perintah harus disampaikan
dengan suara yang jelas agar mereka mendengar dengan baik dan mengerti yang
Anda sampaikan. Terkadang kita menyuruh anak-anak kita melakukan sesuatu;
mereka tidak mendengar dan hanya duduk saja. Anda pikir mereka tidak mematuhi
perintah Anda dan kemudian menggertak mereka. Kesalahan ada
pada yang memberi perintah dan sama sekali bukan pada anak-anak.
Seorang anak kecil menikmati pekerjaannya sendiri. Dia berkonsentrasi pada
benda yang dia sedang perhatikan. Sementara kita sibuk bekerja, kita tidak
mengetahui sesuatu terjadi. Mereka tidak pernah tahu kapan mereka terpusatkan
pada sesuatu yang lain. Sebelum mereka diberi hukuman karena tidak patuh,
pikirkanlah dulu apakah Anda telah membuat perintah yang benar. Agar tidak
menjadi sebuah masalah pada anak-anak sebelum memberi perintah, Anda harus
melakukannya seperti dalam ketentaraan. Ketika komandan ingin prajuritnya
melakukan sesuatu, dia akan berkata keras-keras, Pasukan, perhatian! untuk
mengalihkan perhatian mereka. Kemudian baru perintah diberikan kepada mereka.
Cara yang sama berlaku pada anak-anak. Anda harus memanggil mereka mendekati
Anda, tunjukkan cinta dan simpati Anda kepada mereka. Katakan apa yang Anda
inginkan. Sebelum mereka pergi, Anda harus meminta mereka untuk mengulangi
perintah sekali lagi. Jika Anda yakin anak-anak telah mengerti tugasnya,
kemudian Anda baru membiarkan mereka pergi. Anak Anda harus mampu melakukan
pekerjaannya. Sesudah mereka melakukan tugas, setiap kali suruh mereka
melaporkan hasilnya. Jika ada sesuatu yang salah, Anda dapat membantu untuk
memperbaikinya. Jika dilakukan dengan benar, Anda perlu menghargai mereka atau
memujinya. Itu lebih baik daripada tidak memuji sama sekali. Jangan pernah
bersikap seolah-olah Anda tidak memperhatikan pekerjaan anak-anak Anda!
Satu hal lagi; jangan memberikan banyak instruksi sepele untuk anak-anak
Anda. Sebab semakin banyak peraturan, semakin salah. Semakin banyak hukum
berarti semakin banyak tahanan. Anda harus memberikan sebuah instruksi ketika
ada kesalahan untuk membangun pagar pencegahan pada anak-anak untuk berbuat
kesalahan lagi. Dan Anda sendiri harus mengingat semua yang telah Anda larang
untuk tidak dilakukan, jadi Anda dapat mengingatkan mereka untuk tidak
melanggar perintah itu. Jangan berpikir itu suatu hal yang kecil. Ada banyak
anak-anak yang manja karena kelalaian orangtua. Jadi saya ingin meminta Anda
untuk berhati-hati. Jika Anda telah membantu anak-anak Anda untuk memiliki
kedisiplinan dan mematuhi Anda, maka Anda dapat dipertimbangkan sebagai
penyumbang besar bagi negara dan penjaga agama kita.
Bangsa dari negara manapun yang patuh hukum memiliki perkembangan mental yang
jelas. Perkembangan mental akan membantu perkembangan material. Jika kita sudah
memiliki perkembangan material tetapi bukan perkembangan mental, dapat
dikatakan material akan menjadi tidak berharga untuk komunitas. Kita
membutuhkan perkembangan baik luar dan dalam. Dan siapa yang dapat membantu
persoalan ini?
Adalah Anda, orangtua yang dapat membantu. Dengan melatih anak-anak Anda
setiap kali untuk mematuhi Anda.
Disadur dari buku :
Love Your Children The Right Way
Cintailah Anak Anda Dengan Bijaksana
Pengarang : Bhikkhu Panyananda
Penerjemah : Irra Oh
Penyunting : Budi Hartono, Juniarti Ang
Setting & layout : Indra Ari Wibowo
Copyright © 2007, Yayasan Penerbit Karaniya
The Center for the Long Life of Buddhism
Bhikkhu Panyananda
Wat Cholaprathan Rangsarit
Ampoe Pakkred
Nonthaburi 11120
Dapatkan di toko-toko buku Gramedia dan bursa wihara, online order di
www.karaniya.com atau 021-5687922 / 081-315-315-699.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]