Teman-teman, para calon bodhisatva,
 
Pagi ini, Selasa 19 February 2008, saya menerima telepon dari Dewi bahwa mama 
Juliah sedang sakit parah dan Juliah sudah kesulitan dengan biaya-biaya yang 
timbul. Mama Juliah dirawat di RS Royal Taruma, kelas 3 dan harus menjalani 
cuci darah dan komplikasi diabetes, hati, ginjal dan kaki patah. Sempat 
berbicara dengan Juliah via telepon sore harinya. Setelah mendengarkan 
ceritanya, saya memutuskan untuk menjenguk mamanya hari itu juga, agak malam, 
setelah beres urusan kantor.
Karena macet, jam 8.30pm baru nyampe. Ketika selesai ngobrol dan mencari solusi 
untuk Juliah, tak terasa udah jam 9.30pm, pamit pulang sambil bertekad bahwa 
kita harus membantu Juliah. She is only in her early twenties. 21 years old, to 
be exact.
 
Seperti email Dewi yang kesannya mirip dengan cerita film dan sinetron, 
keadaannya memang sangat menyedihkan. Juliah dan mamanya adalah korban dari 
kekerasan rumah tangga. Kaki mamanya sampai patah dan sampai hari ini tidak 
mampu dioperasi karena kekurangan biaya. Penyakitnya agak kompleks karena 
sampai harus menjalani cuci darah 2x seminggu. Untuk biaya operasi kaki sekitar 
Rp 10 juta, itu as per estimasi dokter beberapa bulan yang lalu. Biaya rumah 
sakit sampai dengan hari ini sekitar Rp 22 juta.
 
Juliah dengan gajinya selama 2 tahun terakhir ini, selalu membayar tagihan 
rumah sakit mamanya. Tahun lalu, tagihan rumah sakit Rp 60 juta lebih, berhasil 
dibayar dengan meminjam dari kantor, Kredit Tanpa Agunan, cicilan kartu kredit 
dan bantuan teman-teman dekatnya. Tagihan kartu kredit selalu berisi tagihan 
bill dari rumah sakit. Dapat pinjaman Rp 30 juta dari kantor dan dicicil dengan 
potongan gaji, baru selesai bayar, mama udah masuk rumah sakit lagi. History 
keluarganya agak menyedihkan. Secara pribadi, saya terkesan dengan Juliah, 
masih muda, daya juangnya luar biasa dan kenyataan ini dia jalani dengan tabah. 
Sambil bercerita dengan saya, dia berusaha untuk ceria tapi menahan tangis dan 
suaranya sangat jelas menunjukkan ketegarannya. Well, menurut saya, 
perjuangannya untuk ibunya memang pantas, karena mama adalah wanita yang 
melahirkan kita dan membesarkan kita. Uang habis bisa kita cari, ibu yang 
hilang tidak bisa diganti.
Tanpa mama, kita semua tidak akan memiliki hari ini. Juliah, jangan menyerah, 
kami pasti bantu. Dkd punya banyak donatur yang baik hati.
 
Saya tanyakan kenapa tidak diurus dan dipindahkan ke RS pemerintah saja? 
Menurut Juliah, fasilitas cuci darah di RS pemerintah kurang memadai karena 1 
alat dipakai beramai-ramai? Teman-teman bisa bantu verifikasi? Setahu saya, 
harusnya lumayan bagus karena saya pernah dengar Gus Dur juga cuci darah di 
RSCM. Ada yang bisa bantu untuk informasikan biaya di RSCM?
 
Teman-teman, DKD membuka kotak dana untuk Mama-nya Juliah (Ibu Tenni). Bagi 
yang ingin membantu, bisa menyalurkan dananya lewat DKD. Caranya bisa dengan 
transfer menggunakan kode 88 ke rekening DKD di BCA, atas nama Ridawaty; 
697-009-1112. Jadi kalau berdana Rp 1,000,000,- tolong lebihkan Rp 88 menjadi 
Rp 1,000,088,-.
Kotak dana kita buka sampai dengan akhir February 2008.
 
Untuk verifikasi dana, bisa via email ke dkd_2005 [at] yahoo. co.id atau cek di 
laporan keuangan yang akan di posting di milis atau bila diperlukan bisa 
contact rohana di 0813-10125688.
 
Seperti biasa, dana yang masuk akan diposting ke milis dharmajala [at] yahoogro 
ups.com dan akan diupdate 2x seminggu.
 
Regards, Jenty Siswanto (jenty [at] karaniya. com)
 
 
Sumber : Dana Kemanusiaan Dharmajala (DKD)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

............ ......... ......... .dari dewi........ ......... .......
 
 
A Lotus for u All, Buddha to be..

Dearest My Sangha…

Teman dan saudaraku… di saat kita bisa berbagi apa yang kita miliki… artinya 
kita belajar melepas, belajar kemurahan hati dan juga mengasah bodhicitta… tapi 
di luar itu semua.. menimbulkan perasaan bahagia yang mendalam.. karena bisa 
membantu meringankan penderitaan orang lain. Membantu orang lain ibarat seperti 
membantu diri sendiri. Karena melalui penderitaan orang lain, kita akan lebih 
bisa melihat penderitaan di dalam diri kita masing2. Melihat gudang 
kekhawatiran yang ada di dalam diri kita.

Teman dan saudaraku… Kamis, 14 februari 2008 yang lalu.. dimana manusia di 
belahan bumi manapun sedang merayakan hari kasih sayang… dan di hari itu aku 
juga berusaha untuk membagi kasih sayangku dengan mengunjungi seseorang yang 
blm aku kenali. Tapi aku memperoleh informasi dari temanku bhw mamanya sedang 
sakit dan dia memerlukan bantuan dan dukungan baik moriil maupun material.. 
kenapa?? Inilah riwayatnya..

Bagi aku pribadi.. aku jauh lebih prihatin dengan kondisi keluarga dari temanku 
itu… Juliah namanya. Gadis yang baru berusia 22 thn, masih kuliah tp udah 
memiliki tanggung-jawab untuk membayar pengobatan penyakit mamanya yang telah 
menelan jutaan rupiah. Juliah saat ini sedang duduk di bangku kuliah STIE 
Trisakti jurusan akuntansi semester 8. Sambil kuliah, juliah bekerja di 
perusahaan forex sebagai akuntansi untuk membiayai kuliah dan kosnya.
Saat ini mamanya sdg menderita penyakit komplikasi, diabetes, ginjal dan lever, 
 dirawat di rumah sakit Royal Taruma. Udah hampir seminggu lebih mamanya 
dirawat di rs tsb. Sebelumnya pernah dirawat di rs Cengkareng dan Pluit.

Mama Juliah, Tenny.. divonis menderita penyakit diabetes turunan tahun 2003. 
Namun pengobatan yang dilakukan hanya berobat ke sinse.. ini dilakukan untuk 
pengiritan. Ibu Tenny bekerja sebagai penjual Bakmi di rumah ibunya. Ibu Tenny 
sendiri punya rumah di kosambi. Tp karena adanya kurang kecocokan dengan suami 
sehingga Ibu Tenny tinggal bersama ibunya dan memulai bisnis menjual bakmi 
dengan dibantu oleh adik cewek ibu Tenny. Keluarga besar Ibu Tenny merupakan 
keluarga dengan tingkat ekonomi menengah.. hasil penjualan bakmi Ibu Tenny, 
totally untuk menghidupi ibu dan adik ceweknya serta tidak jarang juga membantu 
saudara lainnya. Ibu Tenny memiliki 11 bersaudara, 5 diantaranya telah 
meninggal.. dan Ibu Tenny bisa dikatakan sebagai tulang punggung bagi 
keluarganya sendiri maupun keluarga besarnya.

Ibu Tenny sendiri memiliki 3 anak. Anak pertama dan kedua adalah cowok, dan 
telah menikah dan memiliki keluarga masing2. Anak cowok pertama Ibu Tenny baru 
menikah 2 desember taon lalu.. di saat itu Ibu Tenny masih sakit dan 
membutuhkan bantuan untuk membiayai pengobatannya. Tetapi  anak pertamanya sama 
sekali tidak membantu membiayai pengobatan ibu kandungnya sendiri. Emang sangat 
pilu sekali.  aku tidak tao jelas ada apa di antara mereka. Tapi mendengar 
cerita ini dari Juliah, aku dapat merasakan adanya perasaan kecewa yang amat 
sangat mendalam dari Juliah. Ditambah lagi, di saat Ibu Tenny masuk ke rs Royal 
Taruma ini, kakak pertamanya ini malah jalan2 ke luar kota. Dan di saat itu 
juga, Juliah sedang menghadapi ujian kuliah. Tidak dapat aku bayangkan betapa 
sulitnya dia waktu itu.. harus belajar menghadapi ujian supaya bisa menyandang 
gelar sarjana yang merupakan impian sang Mama kepadanya. Ibu Tenny sangat 
berharap Juliah bisa menyelesaikan kuliahnya dan bisa hidup lebih
 baik darinya. Sedangkan kakak kedua Juliah, telah menikah dan memiliki 1 anak. 
Berwiraswasta namun masih kecil2an.. sehingga hasil usahanya masih untuk anak 
dan isterinya. Tetapi kakak keduanya ini masih secara bergiliran menjaga 
mamanya di rumah sakit. Sehingga Juliah bisa kerja dan kuliah di malam harinya 
kemudian baru melihat mamanya di rumah sakit.

Aku dapat merasakan bahwa Juliah sangat menyayangi Ibunya. Semua yang 
dilakukannya adalah demi ibunya. Juliah dan kakak keduanya memiliki hubungan 
yang tidak baik dengan papanya. Papanya juliah memiliki tabiat yang kurang 
baik. Papa Juliah suka melampiaskan emosinya ke Juliah dan Kakak keduanya.  
Keputusan Juliah untuk mengkos 3 thn yang lalu juga merupakan anjuran dari 
Mamanya. Dengan alasan, menghindari amarah dari papanya. Saat itu, Juliah juga 
sangat berat hati untuk meninggalkan mamanya. tp atas permohonan mamanya, 
akhrnya juliah menyetujui dan ngekos di rumah kos yang sederhana (maaf, saya 
lupa lokasi kosnya). Dimana pada waktu itu,, dia baru bekerja 1 bulan begitu 
selesai sekolah di SMK Penabur Jakarta, cewek yang baru berusia 19 tahun, 
dengan modal 500 rb (gaji pertamanya) dia ngekos dan hanya membawa pakaian 
secukupnya, supaya tidak dicurigai papanya.  Dan sempat membuat mataku 
berkaca-kaca dari ceritanya, bahwa pernah di hari2 kosnya, dia udah tidak 
memiliki
 sepecer pun.. namun karena berkat karmanya (mungkin) ada teman sekosnya yang 
memberikan makanan ampe piring dan sendoknya. Karena dia tidak membawa 
peralatan makan dari rumahnya.

Ntah tahun berapa, Ibu Tenny pindah dari rumah sendirinya di kosambi, dimana 
dia beli dari hasil uang yang dia kumpulkan dari bekerja bekerja sebagai sales 
panci door to door, ke rumah ibunya dan memulai bisnis menjual bakmi. Saat ini, 
Papa Juliah ingin menjual rumah ibunya di kosambi. Di saat isterinya yang lagi 
berobat di rumah sakit, papa juliah malah ingin memproses balik nama SHM rumah 
Ibu Tenny. Tentu hal ini ditentang oleh Juliah. Ampe skg blm tao gimana 
kelanjutannya. Soalnya Juliah sendiri lebih focus untuk mengobati mamanya.
Saat ini, Juliah telah ‘mengutang’ ke perusahaan tempat dia bekerja sebesar 30 
juta untuk membyr pengobatan mamanya. ini juga berkat kemurahan hati dari 
atasannya memberikan pinjaman 30 juta. Untuk pinjaman ini, Juliah telah 
menandatangani kontrak kerja selama 5 thn dan gajinya dipotong per bulan untuk 
melunasi hutangnya itu.

Selain itu juga, Juliah saat ini juga telah memakai kartu kredit ampe over 
limit untuk membyr obat dan perawatan mamanya. saat aku tanya, “kamu nanti mo 
byr pakai apa?” jawabannya hanya tersenyum. Aku pun hanya bisa diam dan tidak 
bisa memberikan saran apapun. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari donatur 
baginya.

Teman dan saudaraku… Juliah saat ini sangat membutuhkan uluran bantuan dari 
kita..  Juliah telah berjuang keras demi dirinya dan mamanya. untuk seorang 
gadis yang baru berusia 22 tahun, tapi telah memiliki tanggungan yang begitu 
berat. Menurutku ini amat sangat berat untuk dirinya sendiri.. Dari sejak Ibu 
Tenny sakit emang selalu ada bantuan yang datang tanpa disangka2. Ada bantuan 
dari kantor Juliah, teman kantor, teman vihara, teman kos, dll. Tapi semua ini 
belum cukup. Juliah harus menanggung biaya kuliahnya. Menurut pengakuannya, 
saat ini dia telah ngutang 3 juta biaya kuliahnya. Juliah telah memohon 
toleransi dari bagian admin kampus untuk memberikan term cicilan untuknya, 
syukurnya dikabulin. Dan cerita yang sangat menyentuh, teman2 kosannya juga 
telah membantu membayarkan uang kosanya selama 1 bulan ini. Supaya gaji Juliah 
bulan ini bisa untuk membayar biaya pengobatan mamanya. Namun semua ini belum 
cukup. Karena saat ini Ibu Tenny harus menjalankan cuci darah
 seminggu tiga kali karena ginjalnya telah rusak, dimana sekali proses cuci 
darah telah memakan biaya 550rb. Belum lagi biaya pengobatan, kamar dan 
peralatan.  Semuanya memakan biaya jutaan rupiah.

Namun di luar itu semua, ‘penyakit’ yg paling diderita Ibu Tenny adalah 
kekhawatirannya dan rasa membebani anak, ibu dan saudara-saudaranya serta 
‘pahitnya’ kondisi keluarga dia.

Untuk itu semua, aku memohon bantuan dari teman dan saudara2 sekalian..  
bantuan baik dalam bentuk dukungan moriil maupun financial sangat dibutuhkan 
oleh Juliah. Apa yang aku sampaikan ini masih kurang lengkap… masih byk duka 
yang dialami oleh Juliah.. seperti obat dokter yang melebihi yang dibutuh 
sehingga biaya yang dikeluarkan semakin mahal. Ini juga kurangnya informasi 
yang diketahui oleh Juliah.. menerobosi hujan demi mendapatkan member CL supaya 
memperoleh diskon untuk pembayaran biaya pengobatan, dan lain-lain..

Maka, pada kesempatan ini, jika teman dan saudara berkenan.. bisa langsung 
menemui atau menghubungi Juliah di:
Mobile : 081514265965
CDMA : 021-99165251
Kantor :021-3929929 ext. 308
 
Tapi alangkah lebih baik, jika bisa menjenguki kondisi Mama Juliah, Ibu Tenny 
dan memberikan dukungan kepada Juliah.  Kita tdk pernah tao siapa yang kita 
jumpai di kehidupan ini, bisa saja dia merupakan mama bagi kita di kehidupan 
yang lalu, yang tidak diketahui kapan berawalnya.   Untuk itu,, mari kita bantu 
Juliah dalam mengobati luka batinnya..

Atas perhatian dan kemurahan hati teman dan saudara, aku ucapkan terima kasih…
Kasih yang terindah adalah kasih dalam berbagi…
 
Deep Bow,
-dW-
 
NB : untuk keterangan tentang Juliah dan Ibundanya bisa menghubungi sy di 
08192605660 ato di email : richiani_02 [at]  yahoo.com. Terima kasih.



       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke