Sekedar sharing lagi, aktivitas meditasi zen di Vihara Vajrabodhi, minggu kemarin, 30 Maret 2008. Kali ini peserta meditasi zennya lebih banyak lagi dari yang tgl 24 Feb, kira-kira ada 50 orang dengan jumlah wanita sekitar 20 dan sisanya pria. Dari keseluruhan peserta yang 50 orang itu, sebagian besar adalah generasi muda alias para anak muda, dan peserta non Buddhis sepertinya tidak lebih dari lima orang. Dalam sesi tanya jawab ada satu pertanyaan yang masih saya ingat, pertanyaan berkaitan dengan bagaimana menggunakan objek Ko An (kadang disebut koan) atau Kung an. Jawaban Sefu Xue Hua pada kesempatan itu kurang lebih menjelaskan bahwa metode dengan objek koan itu umumnya dilakukan oleh para meditator yang sudah berpengalaman, walaupun bisa saja orang dengan karma bawaan yang baik atau sesuai begitu berlatih langsung bisa, namun bukan itu yang ingin kita bahas. Beliau menjelaskan bahwa objek koan itu bukan dipikirkan, maka untuk bisa menggunakan objek ko an itu peserta musti bisa menemukan dulu kesadarannya, dan di sinilah pentingnya latihan meditasi dan di sinilah gunanya dalam setiap pelatihan meditasi, sefu selalu mengatakan jangan jalan kosong, tujuannya untuk melatih kita untuk bisa menemukan kesadaran kita, kalau tidak tentu yang ada hanyalah memikirkan kata-kata koan itu dengan pikiran, jadilah "Jeruk makan jeruk" yang tentu tidak bisa mengantarkan seseorang itu pada pencerahan. Sefu mengibaratkan ketika kita sedang menghadapi suatu pertanyaan tentang suatu soal ujian misalnya dan pertanyaan itu kita gantungkan di udara (visualisasi-mungkin), kita diam dan mengamati, hening-begitu, dan kadang kita bisa tergerak untuk menuliskan jawabannya dan jawaban itu benar, nah, metode ko an itu kira-kira seperti itu, objek ko an nya digantungkan di udara dan kita diam, hening, mengamati dan menanti pemahaman-jawaban yang muncul.... begitu. Ya, sisanya jawaban sefu, saya lupa, yang saya ingat dengan cukup baik cuma urusan jeruk makan jeruk itu, karena sebetulnya istilah itu sering juga saya pergunakan untuk menjelaskan atau bercanda akan kejadian di mana kita seringkali mencoba menjelaskan aktivitas batin yang sebetulnya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata yang diolah dan dihasilkan oleh pikiran. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa penjelasan spiritual terdalampun, kadang masih memerlukan simbol-simbol pikiran, namun, biasanya penjelasan itu diberikan pada waktu dan suasana yang sangat spesifik atau tertentu sekali sifatnya, hanya, ketika kejadian itu coba diulang dan diumbar di depan umum, di forum publik, tentu akan jadi seperti jeruk makan jeruk itu, iklan produk minuman hehehehe.. Guru-guru spiritual sejati, paham betul akan bahaya jeruk makan jeruk ini dan beliau-beliau itu dengan bijak akan mempergunakan pikiran dan buah pikiran untuk menyampaikan ajaran, dan pada tataran tertentu sebetulnya pelajaran spiritual itu tidak lagi sepenuhnya diberikan dengan simbol-simbol pikiran, namun lebih mendekati pada proses menggantung itu tadi hehehehe, ya gimana dia, anda musti sampai di situ dulu dong, hehehehe latihan yang rajin dan beramal lah, nggak dijual soalnya level itu, dan klo mo dibeli pun, gimana caranya.. hehehe nggak ada attunement instant soalnya hahahaha.... Kalau anda cukup pintar dan cerdik mengolahnya, ilmu jeruk makan jeruk itu bisa juga dipergunakan untuk mengamati hidup ini dengan lebih bijak agar kita tidak tertipu oleh pandangan mata kita, yaa istilah "Don't judge a book from its cover", "Ilmu padi, makin berisi makin tunduk,", dll dll itu kan bagian dari ilmu jeruk makan jeruk juga... :) semoga berguna, oh ya, info sessi meditasi zen untuk bulan April belum saya terima dari para panitia, segera setelah didapat akan saya umumkan. salam irwan > Info meditasi Zen. > > Akan diadakan sessi meditasi Zen di Vihara Vajrabodhi di Bogor, pada hari Minggu tgl 30 Mar 2008, jam 7 pagi sampai jam 5 sore, pendaftaran dibuka sampai s.d. tgl 22 Feb 2008 di Vihara Vajrabodhi , via telepon di 0251 325 740, via sms ke no 08121112507, cukup kirimkan nama, jenis kelamin dan umur(minimal 13 tahun). > > Peserta harus membawa celana panjang dari bahan yang lentur, baju kaos tangan panjang, semuanya harus sopan (bukan jenis yang ketat/strech). > > Kegiatan ini tanpa biaya/gratis dan transportasi para peserta ke Vihara harap diatur masing-masing peserta karena pihak paniatia hanya mengatur kegiatan selama di Vihara saja. > > Terima kasih atas perhatiannya.
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] http://www.friendster.com/isutjipto http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/ http://www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=gdis&fid=303848 Gallery: http://www.flickr.com/photos/[EMAIL PROTECTED]/
