Bersujud pada Buddha
   
  Bersujud pada Buddha bukanlah hal yang sulit. Tetapi, hal ini sulit bagi 
beberapa orang. Beberapa cendekiawan merasa berlutut dan membungkuk untuk 
menghormat/Namaskara adalah hal yang sangat sulit. Orang yang berpendidikan 
tinggi cenderung merasa harga dirinya tinggi sekali. Mereka tidak mengerti arti 
Bersujud pada Buddha. Dalam pandangan mereka, membaca dan mempelajari Sutra 
sudah cukup dan hal lain tidaklah penting. Tanpa berlatih untuk Bersujud pada 
Buddha, kita tidak akan dapat menghilangkan ego “aku” dan pandangan salah yang 
telah kita kenakan selama beberapa dekade.
   
  Mereka yang yakin pada Triratna akan penuh Sujud pada Triratna dengan tulus 
tanpa memperdulikan apakah ada orang yang melihatnya atau tidak. Melalui 
latihan ini, keyakinan seseorang akan semakin menguat. Keyakinan akan luntur 
jika kita ragu dalam Menghormati Buddha. Ada pepatah mengatakan :”Bagi mereka 
yang telah menjadi umat Buddha selama setahun, Buddha berada tepat di depan 
mereka. Sesudah tiga tahun, Buddha berada di angkasa. Sesudah lima tahun, 
Buddha jauh berada di Barat. Sesudah dua puluh tahun, mereka tidak Menghormati 
Buddha lagi. Buddha telah menghilang dari pikiran mereka.” Kita harus tulus 
dalam Bersujud pada Buddha sehingga kita akan mendapatkan manfaat yang 
sesungguhnya.
   
  Hal pertama dari “Sepuluh Janji Agung dan Perilaku dari Samantabhadra 
Bodhisattva” adalah Bersujud pada Semua Buddha. Dengan Bersujud secara tulus, 
kita dapat mengurangi kesombongan dan rasa bangga pada diri kita. Jika tidak 
yakin pada Triratna, kita tidak pantas menjadi siswa Triratna. Kita dapat 
menilai keyakinan seseorang pada Buddha dari ketulusannya dalam Menghormati 
Buddha. Kita wajib mengamalkan metode Bersujud pada Buddha ini dengan baik. 
Kita dapat memasuki Ruang Utama dan Bersujud pada Buddha sebanyak yang kita mau.
   
  Melalui ketulusan dalam Menghormati Buddha, kita dapat melihat kebenaran 
dalam diri kita. Kita akan menjadi rendah hati dan tidak tersesat. Bersujud 
pada Para Buddha dapat menuntun pada pencapaian kearifan. Ketika melihat Citra 
Buddha, dengan gerakan badan kita berNamaskara secara perlahan-lahan. Pada saat 
itu kita bersama dengan Buddha. Kita akan lupa akan sekeliling kita dan dapat 
berkonsentrasi. Saat berkonsentrasi, kita akan dapat melihat kesalahan kita dan 
menyadari betapa kecilnya kita. Ini membuat kita berusaha memperbaiki diri dan 
menyucikan hati dan pikiran. Dengan Bersujud pada Buddha, kita akan menemukan 
pentingnya hidup dan memperoleh kedamaian pikiran. Kearifan kita akan 
berkembang.
   
  Sumber : Dharma dalam kehidupan sehari-hari oleh Y.A. Bhiksu Tsang Hui
   

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke