Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita mengalami :
Kemarahan
Kebencian
Kekuatiran
Kesedihan
Ketakutan
Kekecewaan
Fustrasi
Stress
Trauma
Timbunan masalah

Dan kita bertanya, bagaimana membebaskan diri dari semua itu ?
Serta mendapatkan semua ini :

Kebahagiaan
Ketenangan
Kedamaian
Keseimbangan
Kedewasaan
Ketulusan
Kons entrasi
Semangat
Percaya diri
Kepedulian
Kesuksesan
Untuk itu ijinkanlah kami berbagi dengan anda, info tentang 
 kunci  
Untuk :
Menghilangkan penderitaan dan sebab-sebab penderitaan
Serta,
Mendapatkan kebahagiaan dan sebab-sebab kebahagiaan
                                                                                
                       
Tidak sedikit orang yang harus,
  a.. Mendaki Gunung 
  b.. Menyebrangi Samudera 
  c.. Menuruni Lembah 
  d.. Melintasi Gurun 
  e.. Melewati Hutan Rimba 
  f.. Serta diterpa hujan da n badai salju..
Hanya untuk mendapatkan   kunci   tersebut.
Tetapi, betapa beruntungnya kita..
Seorang Guru besar akan datang dan memberikan kunci tersebut, 
Yaitu :
Ajaran & Metode Praktik Dharma yang Berharga ke Indonesia.
Siapakah Guru Besar tersebut ?
Beliau adalah :
Yang Terhormat Yongey Mingyur Rinpoche ke 7, 
Seorang Maha Guru aliran Karma Kagyu Tibet.
Selain sangat mahir dalam pandangan maupun praktik Buddhis, Rinpoche j uga 
menguasai sekali permasalahan dan detil budaya modern. 
Beliau telah mengajar hampir satu dekade di berbagai penjuru dunia, bertemu dan 
berdialog dengan aneka ragam individu mulai dari para ilmuwan terkemuka dunia 
hingga orang-orang pinggiran kota yang sedang berusaha mengatasi perselisihan 
kecil dengan para tetangganya yang marah. 
Beliau dikenal sebagai perpaduan yang langka antara usia muda dan kebijaksanaan 
yang mendalam, serta diakui untuk gaya mengajarnya yang unik, dimana 
pengetahuan serta wawasan Dharmanya yang dalam dipadukan dengan penyampaian 
yang sederhana, jelas, dan berselera humor tinggi. 
      Beliau telah menjalin prinsip Buddhis, neuroscience, dan fisika kuantum 
sedemikian rupa sehingga akan mengubah selamanya cara kita memahami pengalaman 
manusia. 
     

Ini tidak mengherankan jika kita melihat sekilas biografi beliau berikut ini :
Lahir di Nepal pada tahun 1975.
Ayah beliau adalah almarhum Tulku Urgyen Rinpoche, seorang Mahaguru Dzogchen 
(meditasi tantra tertinggi aliran Nyingma) abad lalu.
Beliau mulai bermeditasi sejak usia 6 tahun. 
Belajar ajaran Mahamudra (meditasi tantra tertinggi aliran Kagyu) di pertapaan 
Nagi Gompa, Nepal serta aspek Dzogchen dari ayahnya saat berusia 9 tahun.
Diundang Y.M. Tai Situ Rinpoche untuk belajar di Sherab Ling, India Utara saat 
berusia 11 tahun dan menyelesaikan semua studi yang dibutuhkan di akademi 
monastik.
Menjalani retret 3 tahun di Sherab Ling saat usia 13 tahun.
Ditunjuk Tai Situ Rinpoche sebagai guru retret 3 tahun berikutnya pada saat 
berusia 17 tahun.
Mengawasi dan mengajar di universitas monastik baru pada saat berusia 20 tahun.
Mulai tahun 1993 hingga 1998, mempelajari kitab kitab kunci dan menguasai lima 
subjek tradisional yaitu Madhyamika, Prajnaparamita, Abhidharma, Pramana, dan 
Vinaya.
Sejak tahun 1998, beliau banyak melakukan tur pengajaran Dharma dan instruksi 
meditasi ke Asia, Eropa, dan Amerika. 
      Pada tahun 2002, beliau menjadi salah seorang dari delapan praktisi 
meditasi Buddhis yang dipilih untuk berpartisipasi dalam sebuah studi yang 
dilakukan oleh Antoine Lutz, Phd., seorang neuroscientist terkemuka dunia serta 
anggota dari the Board of Scientific Counselors of the National Institute of 
Mental Health, Rinpoche menjalani serangkaian tes neurological di Waisman 
Laboratory di Madison, Winsconsin, Amerika Serikat. 
     

Pertemuan masa kecil beliau dengan Francisco Varela, seorang ilmuwan muda 
berkebangsaan Chile yang kemudian menjadi salah seorang neuroscientist paling 
terkemuka abad ke 20, memperkenalkan beliau pada gagasan Barat tentang sifat 
dasar dan fungsi otak manusia. Sedangkan ilmuwan-ilmuwan Barat lainnya 
mengajarkan beliau fisika, biologi, dan kosmologi, sehingga kemudian mengilhami 
beliau untuk menemukan cara memadukan prinsip agama Buddha dan ilmu pengetahuan 
modern dalam cara yang dapat dijangkau oleh mereka yang tidak  sanggup 
mengarungi lautan penerbitan sainstifik dan yang skeptis terhadap atau 
kewalahan oleh banyaknya tumpukan buku Buddhis, namun merindukan cara yang 
praktis untuk menemukan kesejahteraan pribadi yang sejati.
      Cara tersebut dituangkannya ke dalam buku Joy of Living: Unlocking the 
Secret & Science of Happiness yang terbit pada bulan April 2007 dengan kata 
pengantar dari Daniel Goleman (psikolog dan penulis buku Emotional Intelligence 
and Social Intelligence) yang kemudian menjadi salah satu dari 10 buku religi 
terlaris di dunia.  

Dan kini.....
Beliau hadir untuk kita, pada :
Retret Mahamudra 1
Sabtu-Minggu, tgl.14 - 15 Juni 2008
Jam : 09.00 - 17.00 wib
Umum : Rp 75.000,-
Mahasiswa/i : Rp 50.000,-
Retret Mahamudra 2
Senin-Selasa, tgl.16 - 17 Juni 2008
Jam : 09.00 - 17.00 wib
Umum : Rp 75.000,-
Mahasiswa/i : Rp 50.000,-
Lokasi Retret :
Plaza Sentral Lt 21
Jl. Jend. Sudirman Kav. 47-48, Jkt
Pembayaran dapat ditransfer ke :
BCA a/n : Lim Lina a/c : 179 149 8622
lebih jelasnya, Kami menyediakan :
Pengenalan Pra-retret Mahamudra
Setiap Minggu pagi, Jam 09.00-12.00 wib
Mulai : tgl. 20 April s/d 8 Juni 2008
Di Jl. Patra Tomang II/16, Tg Duren, Jakbar
 - Tidak dipungut biaya -
Info & Pendaftaran : 
Lina                 021 - 932 64 760 / 0856 - 859 755 0 
Meri                021 - 987 17 311 / 0818 - 063 009 55


 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke