Mothercare and Parenting
(Perhatian Ibu dan Pengasuhan Anak)
G.K. Ananda Kumaraseri, Mothercare and Parenting: Key to Social Structuring
(Perhatian Ibu dan Pengasuhan Anak: Kunci Penataan Sosial). Malaysia. 2007. hal
475. Private Publication. Hardcover.
Sejak pensiun sebagai Direktur Umum ASEAN tahun 1995, Dato Dr G.K. Ananda
Kumaraseri telah mengabdikan waktu dan usahanya untuk mempromosikan konsep
pengaplikasian ajaran-ajaran Buddha untuk mengembangkan masyarakat yang bajik.
Dia sangat yakin bahwa ajaran-ajaran tersebut telah berhasil menyatu dalam
kebudayaan umat Buddha di Asia pada zaman dulu dan bahwa aspek-aspek
ajaran-ajaran tersebut harus dihidupkan kembali agar masyarakat bisa
revitalisasikan dan diberi makna yang baru. Bidang ketertarikan khusus beliau
adalah tentang kehidupan keluarga dan peranan keluarga dalam mewujudkan
masyarakat yang sehat.
Hingga saat ini dia telah menulis tidak kurang dari sembilan buku dengan
judul umum Living Buddhism Series (Seri Buddhisme untuk Kehidupan). Buku ini
adalah yang terbaru. Di Mothercare and Parenting, dia berpendapat bahwa pondasi
dari semua masyarakat adalah keluarga dengan ibu memainkan peranan utama dalam
membesarkan anak-anak yang sehat jiwa dan raga. Dia banyak mengambil dari
pengalaman dan pengetahuannya tentang kebudayaan umat Buddha di Sri Lanka di
mana ibu diberi sifat mulia untuk menekankan betapa pentingnya dia dalam
mengasuh anak anaknya dan membantu mereka untuk tumbuh menjadi orang dewasa
yang berguna, penuh kasih dan peduli. Dia menekankan kepercayaan bahwa kasih
sayang ibu dimulai sejak dari kehamilan. Setiap orang yang berada di
sekitarnya, terutama suami harus menjaganya untuk memastikan kesejahteraan
fisik, spiritual, dan emosinya. Sayangnya, dalam masyarakat modern,
kesejahteraan spiritual ibu hamil sering kali diabaikan dan hal ini dapat
menimbulkan pengaruh buruk pada bayi dalam kandungan. Hal ini dibahas di
Bagian Kedua dari buku tersebut pada bab yang berjudul Kehidupan Sebelum
Kelahiran, Kesucian dari Kehidupan Keibuan, Benteng Spiritual untuk
Kehidupan Keibuan, Makanan Jiwa untuk Kehidupan Keibuan dan Penguatan
Psikologi dan Fisik untuk Kehidupan Keibuan.
Ketika kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi dengan selamat, pengarang
menganjurkan untuk melaksanakan ritual Buddhis, yang tidak hanya melibatkan
suami tetapi semua anggota keluarga inti dan keluarga besar. Contohnya orang
tua, meletakkan telapak tangan mereka ke atas kepala bayi mereka yang baru
lahir untuk memindahkan energi pikiran positif mereka secara langsung ke dalam
kesadarannya. Kemudian diikuti dengan pemberian nama kepada sang bayi. Nama
yang tepat harus dipilih dengan seksama supaya cocok dengan kepribadian bayi,
agar dia tumbuh dengan memiliki kecakapan seperti arti namanya. Sang pengarang
mendukung penggunaan nama - nama Buddhis karena nama-nama tersebut membawa
pengaruh moral yang baik dan mengandung ideologi hidup yang penting. Kelahiran
seorang bayi harus ditandai dengan kunjungan ke vihara pada kesempatan yang
sesuai secepat mungkin, dibacakan sutra suci oleh para biksu untuk mastikan
bahwa bayi tersebut diperkenalkan kepada jalan hidup Buddhis
sejak dari awal sekali.
Selain menekankan akan pentingnya mengenal aspek-aspek spiritual tentang
kehamilan dan kelahiran bayi, sang pengarang juga memberikan bagian yang cukup
banyak dari buku tersebut untuk penjelasan tentang peranan penting wanita dalam
masyarakat dan bagaimana para suami seharusnya peka terhadap kebutuhan wanita.
Pengarang berpendapat bahwa dalam Buddhisme wanita telah mendapatkan pengakuan
yang pantas selama ini dan tidak pernah dianggap lebih rendah dari pria. Di bab
yang berjudul Diskriminasi terhadap Wanita, pengarang menyatakan bahwa
prasangka yang tidak berdasar terhadap gender feminis adalah cerminan
kegagalan yang memalukan dari pemimpin keagamaan, politik, dan sipil dalam
menangapi masalah ketidaksetaraan gender yang nyata dan tersebar luas dalam
masyarakat. Pengarang mempertahankan bahwa Sangatlah penting bagi kita untuk
menyelesaikan secara jujur masalah diskriminasi terhadap wanita jika ingin
mewujudkan masyarakat yang sehat dan stabil.
Biografi Ambassador Dato Dr. G.K. Ananda Kumarasiri
Ambassador Dato Dr. G.K. Ananda Kumarasiri telah menempuh karir
diplomatiknya selama 30 tahun (1966-1995) di berbagai negara seperti Madras,
New Delhi, Tokyo, USA. Gelar Dato diperoleh dari Raja Malaysia karena berjasa
bagi negara. Beliau juga mendapatkan penghargaan dalam merintis dan memimpin
Centre for International Relations and Strategic Studies (1979-1981) untuk
pelayanan masyarakat Malaysia. Tahun 1984, beliau ditunjuk sebagai High
Commissioner untuk Nigeria, dan pension tahun 1995 sebagai Director-General
ASEAN.
Di bidang agama Buddha, beliau menjabat President of the Buddhist Maha Vihara
Brickfields dan Permanent Representative of the World Fellowship of Buddhist to
UNESCO
Dalam masa pensiunnya, ia tidak berhenti berkarya dan ditunjuk sebagai
Pembantu Professor di University Utara Malaysia. Dia juga aktif sebagai
pembicara Dhamma di dalam dan luar negeri, buku terkenal karya beliau:
Ø Professional Diplomacy and Foreign Affairs Management :
The Malaysian Experience
Ø My First Word Book : Buddhist Pedagogical Approach
Ø A Compendium of Buddhist Personal Names:
Heritage and Significance of Adoption
Ø Living Buddhism the Way Forward
Ø Living Buddhism : Advancing from Knowing to Being
Ø My Alphabet Book : Buddhist Pedagogical Approach
Ø Professional Diplomacy and Foreign Affairs Management :
An Ambassadors Insight
Ø The Terrifying Drug Menace: Relevance and Role of Buddhism
Ø Welcoming the Birth of a Child
Ø Angulimala
Ø Matu-Posaka : Paragon of Filial Piety
Ø Mothercare and Parenting: Key to Social Structuring.
HADIRI:
TALKSHOW dan SEMINAR di:
VIHARA SIRIPADA, Villa Melati Mas Tangerang Sabtu, 24 Mei 2008 pk.
19.00-21.00
VIHARA EKAYANA, Tanjung Duren Jakarta Minggu, 25 Mei 2008 pk. 08.00, 10.00,
dan 16.30.
Informasi:
Yayasan Penerbit Karaniya, www.karaniya.com;
email: [EMAIL PROTECTED]; Telp. 021-5687929;
HP. 081-315-315-699
[Non-text portions of this message have been removed]