Dear Bro & Sis,,

Email di bawah berikut ini, saya forward dari milis tetangga, semoga dapat 
membantu menjawab beberapa pertanyaan seputar Mahamudra dan Vajrayana.

Sebelumnya, saya ucapkan banyak terima kasih atas berbagai sharing dari 
Saudara/i seDharma dalam berbagi pengetahuan yang berharga ini.

Semoga semua mahkluk Berbahagia.

Bow.


YC.




Rahasia?

Beberapa ajaran Vajrayana dikatakan "rahasia" sebenarnya bukan dalam artian 
bahwa orang lain tidak boleh tahu. Semua orang boleh tahu kok. Hanya saja bagi 
yang ingin tahu harus meminta ajaran tersebut dari guru yang kompeten. Dan 
setelah ajaran diminta, harus dilaksanakan. Kalo nggak dilaksanakan buat apa 
diminta? Dharma bukan utk main2/ debat2 kusir. 

Buddha pakai  hiasan?

Buddha tidak perlu hiasan. Tapi para praktisi menghiasi Buddha dalam bentuk 
patung atau gambar karena devotion. Selain itu semua hiasan itu ada maknanya 
dan merupakan alat / sarana dalam meditasi utk menumbuhkan kualitas pikiran 
tertentu. Hal ini sebenarnya sama dengan puja di altar. Buddha tidak perlu air, 
bunga, dupa, dll. Tapi kita persembahkan karena bhakti, dan hal itu membuahkan 
karma baik bagi kita. Air, bunga, dupa dll juga mempunyai makna, dan dengan 
merenungkan makna itu kita memperoleh manfaat. 

Buddhanya banyak sekali?

Semuanya adalah manifestasi aspek2 kebuddhaan dan merupakan alat / sarana 
meditasi Tujuannya utk membantu mencapai kualitas tertentu. Dalam Vajrayana 
malah ada yang dalam wujud "murka" yang kalo dimeditasikan dapat membantu 
menghancurkan lobha, dosa, moha kita. 

Ritual adalah belenggu batin?

Percaya bahwa ritual dapat membebaskan kita dari samsara adalah satu belenggu. 
Ini benar juga di Vajrayana. Yang bisa membebaskan kita dari samsara adalah 
lenyapnya lobha, dosa, moha (3 racun). Kalo cuma baca doa2 bagaimana bisa 
terbebas dari 3 racun? Harus meditasi. Sadhana bagi orang luar tampak seperti 
ritual. Tapi bagi mereka yang melaksanakan, sadhana adalah meditasi. Dari depan 
sampe belakang adalah meditasi yang kompleks, jauh lebih sukar daripada duduk 
diam pejam mata lihat nafas. Namun harus dipahami bahwa meditasi / sadhana juga 
hanyalah pengkondisian. Mindfulness dalam keseharian adalah meditasi yang 
terpenting karena bisa merealisasikan anatta / sunyata.

Usaha sendiri vs dibantu?

Dikotomi usaha sendiri vs dibantu dari luar selalu muncul kalo bicara soal 
Theravada vs Mahayana. Sukhavati vs Chan / Zen. Sebenarnya ini hanyalah debat 
konseptual, jangan ikut-ikutan. Bagi praktisi yang serius tidak ada dikotomi 
ini. Buddha hanya mengajarkan/ memberi petunjuk. Praktisi harus melaksanakan 
baru bisa berhasil. Kalo tidak dilaksanakan tidak akan ada hasil. Percaya saja, 
tapi tidak praktik, tidak akan berhasil.

Vajrayana lebih cepat?

Secara konseptual sih dikatakan demikian. Tapi cepat atau lambat kan tergantung 
orangnya juga. Apakah rajin? Banyak yang praktik Vajrayana juga nggak maju2. 
Banyak yang praktik Theravada berhasil. Bagi saya tidak ada satu mazhab yang 
lebih superior daripada yang lain. Semuanya tergantung praktisinya, apakah 
dilaksanakan atau cuma diperbincangkan saja.

Menolong diri sendiri atau menolong semua mahkluk?

Apakah Theravada egois karena memikirkan kebebasan diri sendiri?

Ajahn Sumedho, setelah mendengarkan Dhamma dari Ajahn Chah menjadi sangat 
bersemangat dan mengatakan demikian," saya akan berlatih sekuat mungkin, siang 
dan malam, agar saya bisa mencapai nibbana dalam hidup ini." Lalu Ajahn Chah 
membalas,"Oh bagus untukmu. Tapi bagaimana dengan saya dan rekan2mu yang lain?" 
Pentingnya memikirkan orang lain juga diajarkan di Theravada karena Metta dan 
Karuna juga adalah kualitas utama Arahat!

Sebenarnya ini adalah debat konseptual saja. Dalam praktiknya baik para 
praktisi Theravada dan Mahayana juga harus mengembangkan Metta dan Karuna - 
jadi mau jadi Arahat atau Bodhisattva apa bedanya?

Mudah2an bermanfaat.

salam metta,
Harryson 
PS: you can find me in Facebook /  Friendster. 


----- Original Message ----
From: Harryson <harryson_huang@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Monday, May 19, 2008 1:36:47 PM
Subject:  Re: [Dharmajala] Re: Retret Mahamudra Mingyur Rinpoche VII

Saya kurang tau kalo di Indonesia siapa yang guru yang kompeten, mungkin teman2 
dari kelompok Ngondro bisa membantu. Biku / orang awam yang tidak menjalani 
latihan intensif tidak punya otoritas utk mengajarkan Mahamudra. Guru yang bisa 
mengajarkan / memberikan inisiasi ke ajaran yang dalam seperti Mahamudra 
jumlahnya tdk banyak, jadi beruntung kalo ada guru di dekat tempat tinggal anda.

Mahamudra adalah topik yang luas dan dalam.

Utk penjelasan singkat bisa lihat di Wikipedia... penjelasannya kurang lebih 
akurat. 

http://en.wikipedia .org/wiki/ Mahamudra

Bedanya visualisasi sama mengkhayal? Mengkhayal berarti tidak visualisasi, kalo 
visualisasi berarti tidak mengkhayal. Kedua hal tersebut tidak bisa terjadi 
bersamaan. Dalam visualisasi, pikiran terfokus pada objek yang 
divisualisasikan. Begitu pikiran mengkhayal datang, visualisasinya buyar. 
Contoh yang sederhana. Coba pejamkan mata, visualisasikan satu lingkaran biru 
sekitar 5cm diameternya, dengan latar belakang putih. Coba pertahankan gambar 
itu dipikiran. Lingkarannya tidak berubah menjadi besar, atau kecil. Juga warna 
birunya tidak jadi pudar atau tambah gelap. Coba pertahankan 5 menit saja. 
Tidak boleh ada pikiran / gambaran lain yang muncul. Bisa? Begitu mata 
terpejam, semuanya hitam, menciptakan visual latar putih aja sudah susah kan? 
Kemudian menciptakan gambar lingkaran biru. Lalu mempertahankannya di pikiran 
tanpa berpikir yang lain2... Nah itu baru cuma lingkaran biru. Belum lagi 
visual yang kompleks seperti para Buddha, dll. 

Retret tentu akan membantu. Setidaknya kalopun anda tidak bisa mencapai 
pencerahan dalam hidup ini, karma baik yang terkumpul akan mempercepat 
pencerahan di hidup mendatang.

salam,
Harryson

----- Original Message ----
From: herie_sanj <[EMAIL PROTECTED] co.id>
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Sent: Saturday, May 17, 2008 9:00:16 AM
Subject: [Dharmajala] Re: Retret Mahamudra Mingyur Rinpoche VII

Namo Budhaya,
 Salam bergabung neh.

 wah Aku salut banget pada komentar dari temen-temen yang pengetahuan 
 dharmanya luas banget.

 1. aku cuma minta PETUNJUK aja bisa dapat info lengkap mengenai
    Retret Mahamudra dari yang benar2 Tau Dan mendalami dimana?    
    (Jangan asal tau ujung2 cuma jadi perdebatan aja nih kaga ada
     Solusi) 
 2. Tolong di jelaskan apa sih mahamudra Itu?
 3. Metode apa sih yang akan diajarkan?
 4. Temen2 berdebat Visualisasi apa bedanya dengan,perenungan atau
    menghayal?
 5. Apa bisa dengan mengikut retret kita bisa lebih tercerahkan?
 6. Memang diindonesia  guru yang berkwalitas kurang yah?

 regards,

 ___/'\___
 ---   ---

 --- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, "excelimanda" <excelimanda@ ...> 
 wrote:
 >
 > Namo Buddhaya,
 > 
 > Ok saya nangkep komentar anda, pertama-tama, kita perlu samakan dulu
 > pandangan dasar nih, anda setuju tidak kalau didalam diri anda ada
 > benih ke-Buddha-an? 
 > 
 > Bukan benih ke-Cecilia Cheung-an atau benih ke-Paris Hilton-an, 
 sampe
 > sini anda paham dan setuju tidak, kalau tidak, tidak ada gunanya
 > melanjutkan diskusi ini.
 > 
 > Yang di-visualisasi- kan adalah manifestasi dari benih ke Buddha-an
 > kita tersebut, nah, memang ada pandangan dasar yang berbeda antara
 > Mahayana dan Vajrayana,  dalam hal benih ke-Buddha-an ini, karena
 > berbeda, maka cara-cara dan skillfull means yang dipakaipun berbeda.
 > Dan setiap ornamen, dari ujung atas sampai ujung bawah, bahkan 
 sampai
 > ke warna dan ornamen hanyalah merupakan simbol, dan setiap dari itu
 > ada penjelasannya, anda pernah tanyakan tidak? kalau tidak, sekali
 > lagi, jangan asal cuap-cuap.
 > 
 > Anda mendapat penjelasan Buddhanussati itu dari mana? Atau hanya 
 asal
 > cuap saja?
 > 
 > Excel
 > 
 > --- In [EMAIL PROTECTED] com, "wiranmui" <wiranmui@> wrote:
 > 
 > > > WM: Lalu, apa bedanya dengan mengkhayal? Berarti kalau saya 
 sedang
 > > > mengkhayal Cecilia Cheung atau Paris Hilton, berarti saya juga 
 sedang
 > > > mempraktikan meditasi Samatha dong? Yang benar saja, saya tidak 
 pernah
 > > > mendengar kalau Buddha mengajarkan untuk visualisasi, yang ada 
 adalah
 > > > Buddha mencapai pencerahan dengan metode anapanasati.
 > > > 
 > > > Lagipula Buddhanussati itu perenungan terhadap Buddha, 
 sedangkan yang
 > > > namanya perenungan, masihlah permainan pikiran kita doang, 
 bagaimana
 > > > itu bisa mencerahkan? Lalu bagaimana dengan ornamen2 
  perhiasannya
 > > > segala? Memangnya the so-called Bodhisatwa masih pake-pake 
 perhiasan?
 > > > 
 > > > Maaf, buat saya, itu terlalu banyak bohongnya.
 > > > 
 > > > Regards,
 > > > WM
 >






         

                var callCount = 0; function rmvScroll( msg ) {  if ( 
++callCount > 10 ) { msg.style.visibility = "visible"; }    if ( callCount  
msg.clientHeight ) {   newHeight = msg.scrollHeight + delta;  }  delta = 
msg.offsetWidth - msg.clientWidth;  delta = ( isNaN( delta )? 1 : delta + 1 );  
if ( msg.scrollWidth > msg.clientWidth ) {   newWidth = msg.scrollWidth + 
delta;  }  msg.style.overflow = "visible";  msg.style.visibility = "visible";   
 if ( newWidth > 0 || newHeight > 0 ) {   var ssxyzzy = 
document.getElementById( "ssxyzzy" );   var cssAttribs = ['#' + msg.id + '{'];  
 if ( newWidth > 0 ) cssAttribs.push( 'width:' + newWidth + 'px;' );   if ( 
newHeight > 0 ) cssAttribs.push( ' height:' + newHeight + 'px;' );   
cssAttribs.push( '}' );   try {    ssxyzzy.sheet.deleteRule( 0 );    
ssxyzzy.sheet.insertRule( cssAttribs.join(""), 0 );   } catch( e ){}  } } 
function imgsDone( msg ) // for Firefox, we need to scan for images that 
haven't set their width yet {  var
 imgList = msg.getElementsByTagName( "IMG" );  var len = ((imgList == null)? 0 
: imgList.length);  for ( var i = 0; i                                          
                     [input]        [input]   [input]   [input]   [input]   
[input]   [input]   [input]              Delete        Reply    Forward     
Move...  
                   Previous          |          Next                 | Back to 
Messages                
       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke