Beberapa waktu yang lalu saya membantu salah satu klien saya untuk melakukan 
seleksi kandidat untuk salah satu posisi di department Finance Accounting 
karena kebetulan saya ditugaskan di bagian itu, bukan karena saya pakar 
sumberdaya manusia atau HR, tapi lebih karena orang yang akan direkrut akan 
menjadi bagian dari departemen Finance Accounting.

Salah satu kandidat yang menjalani interview pada hari itu adalah seorang bapak 
yang berusia di awal 40 an, sedangkan posisi yang dilamar adalah posisi yang 
tidak terlalu senior alias semi senior baik secara departement maupun dari 
struktur perusahaan. Si bapak ini secara pengalaman dan kemampuan itu sudah 
jauh melewati kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan oleh posisi dimaksud dan 
saat ini juga bekerja sebagai dosen dan part time auditor, sabagai audit 
manager.

Dari satu sisi, sebetulnya dari filter awal beliau sudah tidak pas untuk 
dipanggil, namun karena saya dan rekan yang melakukan interview tahap kedua 
berkewajiban untuk melakukan interview ditahapan ini, lalu ya mau tidak mau 
mesti dijalankan.

Dari awal saya menekankan bahwa dari segi kemampuan teknis dan pengalaman sama 
sekali tidak ada keraguan dari ybs untuk mengerti dan bisa melakukan pekerjaan 
untuk posisi dimaksud, hanya lalu motivasi apa yang mendorong kandidat ini 
untuk kembali turun level ke posisi semi senior.

Lalu ybs itu menjelaskan panjang lebar kondisi dirinya dan karirnya dan juga 
keinginannya untuk bekerja di perusahaan dengan aman dan nyaman, soal secure 
atau keamanan. Lalu motivasi kedua adalah kedekatan dengan keluarga, karena 
kebetulan lokasi klien saya ini tidak terlalu jauh dari rumah si kandidat ini. 

Dari sisi lain, kami lalu mengajak kandidat ini untuk melihat bahwa upaya dan 
pekerjaan yang sekarang dia jalani itu sesungguhnya punya potensi yang lebih 
besar dan tentunya lebih pas dan nyaman bagi orang diusianya untuk meluangkan 
waktu, menginvestasikan waktunya dalam 5 - 10 tahun ke depan untuk lalu memetik 
hasilnya sesudahnya. 

Lalu ybs itu menyampaikan beberapa argumen dan pernyantaan yang menunjukkan 
bahwa kampus tempatnya mengajar itu team managemennya bermasalah, audit fee di 
pinggiran jakarta itu rendah/murah, masalah ini, itu dll.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hidup ini sendiri adalah masalah dan lalu 
kita hidup ini adalah untuk menjalani dan menyelesaikan masalah-masalah itu 
dengan baik, dan juga segala sesuatu itu kalau mau dikatakan dan dilihat 
sebagai masalah adalah masalah dan kalau mau dilihat sebaliknya sebagai potensi 
dan kesempatan, tentu bisa memberikan kondisi batin, pemikiran dan motivasi 
yang lain dan hal yang sama disampaikan oleh rekan saya dan saya juga dalam 
sesi interview yang lalu menjadi sessi diskusi dan konsultasi gratis itu.

Ya, saya bukan sekedar mau bercerita soal pengalaman interview itu, namun, 
ingin mengajak kita sama-sama melihat beberapa hal yang kita temukan dalam 
hidup ini. 

Keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, semua orang menginginkan ini dan 
berupaya untuk memperolehnya dalam lingkungan bekerja kita, entah dengan cara 
melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan lalu santai atau dengan berusaha 
membuat orang lain yang bekerja untuk dirinya dan dia bersantai ria atau 
upaya-upaya lainnya, dan lalu kita lupa bahwa dalam kondisi yang serba sulit 
dan penuh tekanan saat ini, hampir tidak ada perusahaan yang bisa menjamin 100% 
kelangsungan hidupnya tanpa kerja keras dan kontribusi dari semua elemen, semua 
fungsi di dalam organisasi perusahaan itu, dan tentu saja upaya ini seringkali 
terwujud dalam bentuk yang membuat kondisi yang kurang menyenangkan bagi 
karyawan. Mungkin bagi managemen perusahaan yang punya jiwa kepemimpinan yang 
terbuka, dewasa, bijak dan mampu mengatasi tekanan-tekanan yang muncul dengan 
penuh kematangan, bentukannya tidaklah sekejam dan tidak menyenangkan yang kita 
bayangkan, ya, lebih manis dan bijak, lebih
 teduh, mungkin, namun, yaa kan tidak semua orang bisa bersikap demikian, dan 
lalu muncullan ketidaknyamanan, kekacauan atau kondisi manajemen yang 
bermasalah seperti yang dikatakan oleh si bapak dosen itu tadi.

Soal kedekatan dengan rumah, ya.. semua orang tentu mau kerja berdekatan dengan 
rumah tempat tinggalnya, dan lalu banyak apartement, rumah susun/flat dll yang 
muncul, namun toh tidak semua orang bisa dan mau tinggal di apartement, flat 
dan rumah susun dan lebih banyak lagi yang memilih tinggal di pinggiran kota, 
jauh dari tempatnya bekerja.. teman-teman yang bekerja di Jakarta tentu tau apa 
yang saya maksud dan bisa membayangkan atau bahkan mengalami sendiri kerumitan 
dan kompleksitas soal kedekatan dengan tempat tinggal ini.

Yaa.. kalau kita mau membahas semuanya tentu akan banyak sekali uneg-uneg dan 
ketidaknyamanan yang bisa kita jadikan alasan untuk melamar di suatu pekerjaan, 
dan lalu kita lupa pada inti permasalahan atau pokok persoalan yang ada dalam 
suatu proses melamar pekerjaan, yaitu, apakah kita pas dengan posisi yang kita 
lamar dalam arti kemampuan yang kita tawarkan itu tidak terlalu rendah dan atau 
tidak terlalu tinggi dari jabatan yang kita lamar. Kita mesti melihat diri kita 
sendiri dan menilai sendiri apakah kemampuan kita pas untuk jabatan yang kita 
lamar, agar lalu kita tidak mempermalukan diri kita sendiri dan membuang waktu 
kita dan orang lain untuk memproses lamaran kita.

Permasalahan hidup kita itu sesungguhnya bukanlah hal baru karena semua orang 
di dunia ini juga mengalaminya, dan lalu akan baik jika kita tidak 
mengungkapkannya dalam suatu interview dan tentunya menyelesaikannya dan 
berdamai dengan masalah-masalah itu dalam hidup kita sehari-hari. Berdamai 
bukan dalam arti menyerah, namun berdamai dalam arti menyikapi dan 
menghadapinya dengan bijak, sabar, tabah dan lapang dada. Banyak cara yang bisa 
anda lakukan untuk ini, sebutkan saja salah satunya dengan mengingat bahwa 
banyak orang lain yang lebih tidak beruntung dari anda, atau yaa masalah itu 
tidaklah seperah yang anda pikirkan dan lalu solusinya tentu tidak sulit, hanya 
memulainya yang seringkali tidak mudah..... jadi, sebetulnya soal bagaimana 
menyikapinya, loh!!!!


Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED]
http://www.friendster.com/isutjipto 
http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/
http://www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=gdis&fid=303848
Gallery:
http://www.flickr.com/photos/[EMAIL PROTECTED]/


      

Kirim email ke