01/06/2008 13:29 WIB
Massa FPI Ngamuk, Monas Rusuh
Moksa Hutasoit - detikcom
Jakarta - Monas rusuh.
500 orang yang mengenakan baju berlogo Front Pembela Islam tiba-tiba menyerang
massa dari Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB).
Pantauan detikcom, Minggu (1/6/2008) pukul 13.20 WIB, secara tiba-tiba massa
FPI memasuki kawasan
Monas.
Tanpa diketahui sebabnya, mereka langsung memukuli massa AKK-BB yang sedang
duduk-duduk di
pelataran Monas itu.
Beberapa orang dari AKK-BB pun mengalami luka-luka.
Darah tampak mengalir di pelipis beberapa orang.
Tak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di
sekitar lokasi
tersebut.
Tidak ada polisi yang berjaga.
Hingga pukul 14.30 WIB, kerusuhan masih terjadi.
( ken / iy )
01/06/2008 13:46 WIB
Monas Rusuh
FPI Kejar Ambulans yang Bawa Korban
Moksa Hutasoit - detikcom
Jakarta - Korban akibat amukan massa yang mengenakan atribut FPI terus
berjatuhan.
Upaya pertolongan oleh petugas medis dihalangi orang-orang yang bertindak
brutal itu.
Pantauan detikcom Minggu (1/6/2008) pukul 13.30 WIB, 3 ambulans yang hendak
membawa para korban ke
rumah sakit terdekat malah dikejar oleh massa.
Mereka tampak memukul-mukulkan kayu ke badan mobil berwarna putih itu.
Untung saja, ketiga ambulans itu dapat selamat dari amukan massa.
Pukul 13.40 WIB, aksi pemukulan berhasil dihentikan oleh polisi.
Massa yang berjumlah sekitar 500 orang itu kini dihadang oleh polisi.
( ken / iy )
01/06/2008 13:46 WIB
Monas Rusuh
FPI Ngamuk, Polisi Amankan Monas
Moksa Hutasoit - detikcom
Jakarta - Tak lama berselang setelah massa Front Pembela Islam (FPI) menyerbu
massa Aliansi
Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) polisi pun
berdatangan.
Namun kedatangan polisi dinilai terlambat karena massa FPI telah terlebih dulu
merusak dan
memukuli massa AKK-BB.
Pantauan detikcom, Minggu (1/6/2008), massa FPI tampak membakar spanduk milik
AKK-BB.
Satu unit mobil truk yang berisi peralatan sound sistem milik massa AKK-BB pun
dirusak.
Massa FPI yang berbaju serba putih dan memakai lambang FPI merusak mobil dengan
mengggunakan
tongkat.
Polisi pun berusaha menengahi dua kubu yang tengah bentrok.
Namun sebagian massa AKK-BB tampak lari tunggang langgang akibat dikejar massa
FPI itu.
Mereka berlari ke arah Indosat dari lokasi kejadian di dekat Stasiun Gambir.
( mar / iy )
01/06/2008 14:03 WIB
Monas Rusuh
Diserbu FPI, Ibu Ibu AKK-BB Tunggang Langgang Selamatkan Diri
Moksa Hutasoit - detikcom
Jakarta - Setelah mendadak diserang massa yang mengenakan atribut FPI, massa
Aliansi Kebangsaan
untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) lari tunggang langgang.
Massa yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak itu berlari-lari menyelamatkan diri.
Pantauan detikcom Minggu (1/6/2008) pukul 13.30 WIB, ibu-ibu dan anak-anak
tampak berlari sambil
menjerit.
Wajah mereka tampak ketakutan, bahkan sebagian besar menangis.
Pukul 13.50 WIB, massa AKK-BB sudah tidak tampak di sekitar Monas.
Entah ke mana mereka pergi menyelamatkan diri.
Tinggal massa yang memakai baju berlogo FPI yang masih berada di pelataran
Monas Timur dan dijaga
polisi.
Jumlah polisi juga ditambah untuk mengantisipasi amukan massa.
( ken / mar )
01/06/2008 14:33 WIB
Monas Rusuh
Munarman: FPI Punya Alasan Kuat Bubarkan Massa AKK-BB
Fitraya Ramadhanny - detikcom
Jakarta - Meski memukuli massa dan beberapa kendaraan bermotor, Front Pembela
Islam (FPI) mengaku
punya alasan yang kuat untuk membubarkan kegiatan Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKK-BB).
Menurut mereka, aksi AKK yang mendukung aliran Ahmadiyah sudah keterlaluan
karena aliran tersebut
jelas-jelas organisasi kriminal.
"Janganlah kita dikatakan anarkis, Ahmadiyah itu organisasi kriminal,"
kata Tim Advokasi Forum Umat Islam sekaligus Jubir FPI Munarman ditengah
kerusuhan yang terjadi di
Monas, Mingngu (1/6/2008).
Bagi FPI, sudah tidak ada lagi negosiasi soal eksistensi Ahmadiyah karena semua
pelik mengenai
aliran ini sudah diputuskan melalui rapat Bakorpakem.
"Yang penting Bakorpakem sudah menyatakan Ahmadiyah sesat dan menyesatkan,
nggak ada nego lagi,"
katanya.
Untuk itulah berbagai elemen gerakan Islam termasuk FPI sengaja menggelar aksi
di Monas untuk
membubarkan apel akbar tersebut.
Sekitar 500 orang tiba-tiba menyerang dan memukuli peserta AKK-BB yang sedang
menggelar perhelatan
di Monas.
Para penyerang, yang sebagian adalah anggota FPI, memukuli massa AKK-BB dan
kendaraan yang ada di
lokasi.
( lih / ken )
01/06/2008 14:45 WIB
Monas Rusuh
FPI: Aksi Tak Perlu Izin Polisi
Fitraya Ramadhanny - detikcom
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) merasa tidak perlu meminta izin dari
kepolisian untuk
melakukan aksi pembubaran massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan
(AKK-BB).
Bagi mereka, aksi pemukulan dan perusakan yang dilakukan hanyalah tindakan
'merespon'.
"Kalau merespons doang kan nggak usah pakai izin,"
pungkas Juru Bicara FPI Munarman di Monas, Minggu (1/6/2008).
Menurut Munarman, aksi kelompoknya ini merespon keputusan rapat Bakorpakem yang
menyatakan aliran
Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan.
Untuk itulah, FPI dan elemen Islam lainnya merespon dengan melakukan serangan
mendadak terhadap
massa AKK-BB yang sedang menggelar perhelatan di Monas.
Massa AKK-BB yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak pun lari
tunggang langgang.
( lih / iy )
01/06/2008 14:58 WIB
Monas Rusuh
Aksi FPI Berhenti, Tidak Ada yang Ditangkap
Ramadhian Fadillah - detikcom
Jakarta - Rusuh di Monumen Nasional (Monas) akibat aksi Front Pembela Islam
(FPI) yang menyerang
Aliansi Kebangsaan untuk Kebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) dihentikan
polisi.
Tapi tidak ada yang ditangkap ataupun ditetapkan sebagai tersangka.
"Belum ada yang ditangkap.
Belum ada tersangkanya,"
kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Winarko kepada wartawan di
pelataran Timur Monas,
Jakarta, Minggu (1/6/2008).
Heru menyatakan, konsentrasi polisi hanya membubarkan massa, bukan menangkapi
mereka.
"Yang penting massa bubar, biar aman dulu,"
tandas Hendro.
Meski begitu Hendro berjanji, polisi akan melakukan penyelidikan atas rusuh
tersebut.
Massa FPI kini telah membubarkan diri.
( iy / mar )