Dear all,
Sekuntum teratai untuk Anda, seorang calon Buddha.
Dana yang masuk telah kami salurkan melalui organisasi sosial SEM/Spirit in
Education Movement (Sister organization of INEB) di Thailand yang menangani
bantuan bencana Myanmar.
Berikut Keseluruhan rincian dana :
TGL
NAMA
JUMLAH
11-May-08 KAS DKD Rp 5,000,000
12-May-08 HENDRA Rp 50,008
12-May-08 JENI H Rp 150,100
12-May-08 TOKO IQ DAN TOKO INITIAL Rp 500,100
12-May-08 AGUS SALIM Rp 100,100
12-May-08 ANDY ZAIN Rp 300,100
13-May-08 KEL. KRESHNA Rp 200,100
14-May-08 MASRI CAHDIONO, SAMSON, MALINDA Rp 300,100
15-May-08 NELI Rp 50,100
15-May-08 ASTUTY Rp 100,100
15-May-08 EDIJ Rp 200,100
19-May-08 HADIWIJAYA HALIM Rp 200,100
19-May-08 TOKO YULI, LLG Rp 100,100
19-May-08 LIANA Rp 200,100
19-May-08 DEWANTI LIEM Rp 500,100
20-May-08 NAMO AMITHOFO Rp 100,100
22-May-08 ELLEN Rp 100,100
22-May-08 YUNUS + KEL Rp 1,250,100
22-May-08 GUNAWAN MULIAWAN Rp 100,100
23-May-08 DANIL KOSASIH Rp 100,100
23-May-08 WILIM HADIWIJAYA Rp 50,100
26-May-08 JANTI + KEL Rp 1,250,100
26-May-08 SAN KARYA Rp 50,100
26-May-08 ERWAN Rp 100,100
26-May-08 L U S Y Rp 200,100
26-May-08 D J E M I Rp 200,100
26-May-08 APO DAN KERABAT Rp 500,100
28-May-08 DANIL KOSASIH Rp 330,100
28-May-08 KHO LIE NA Rp 200,100
29-May-08 WENNY SYNTIAWATI Rp 100,100
29-May-08 JONO EFFENDI Rp 250,100
30-May-08 HERRY HALIM Rp 100,100
30-May-08 LIE TJIN TJIAN Rp 100,100
31-May-08 DESYANNA EDDY Rp 2,500,100
Total Penerimaan Rp 15,533,208
Atas kekuatan dari jasa kebajikan ini, semoga mereka yang meninggal dalam
bencana bisa terlahir di alam yang berkesempatan berlatih Dharma dan semoga
mereka yang terbebas dari derita bencana bisa hidup tenang dan berbahagia.
Anumodana
DKD
felix thioris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Badai topan Nargis telah menyebabkan
penderitaan bagi teman-teman kita di myanmar.
Mari kita bersama-sama membantu meringankannya dengan berdana.
DKD memiliki koneksi dengan vihara di myanmar yang bisa membantu penyaluran
dana ke penduduk setempat. Artikel dibawah tulisan ini juga menunjukkan betapa
keperdulian vihara terhadap bencana ini sedikit banyak membantu meringankan
penderitaan teman kita di sana.
DKD membuka kotak dana Bencana Myanmar dari tgl 11 Mei sd 31 Mei 2008.
Bagi yang ingin membantu, bisa transfer ke rekening DKD di 697-009-1112, BCA
atas nama Ridawaty.
Dana harap menggunakan kode 100, misalnya bila transfer 1,000,000, harap
lebihkan Rp 100, menjadi Rp 1,000,100. Bila nama donatur dan nama pemilik
rekening berbeda, harap dicantumkan nama yang ingin ditulis dalam laporan DKD
di kolom berita.
Kotak dana ini akan ditutup tanggal 31 Mei 2008.
Dana yang masuk setelah tanggal tersebut, akan masuk ke kas DKD untuk
penyaluran dana berikutnya.
Sebagai informasi; DKD akan menyalurkan dana donatur tetap sebesar Rp
5,000,000 untuk bencana di myanmar ini. Anumodana kepada para donatur tetap DKD
yang telah setia mensupport kegiatan DKD selama ini.
Tentara Berdiam, Biksu Bergerak
07/05/2008 23:50 WIB
Topan Nargis di Myanmar
Tentara Berdiam, Biksu Bergerak
Arfi Bambani Amri - detikcom
Yangon - Berhari-hari sudah rakyat Myanmar menderita akibat badai topan
Nargis. Pemerintah entah di mana. Namun syukurlah masih ada biksu-biksu Budha.
Seperti dilaporkan AFP, Rabu (7/5/2008), ratusan biksu dengan membawa kapak
menolong penduduk membersihkan pepohonan dan reruntuhan akibat topan.
Mereka
penolong di tengah minimnya perhatian junta militer Myanmar.
Banyak pohon tercabut dari akarnya, merusak rumah dan mobil. Atap-atap
rumah
tercabut dan bertebaran di mana-mana.
"Kami sekarang mengandalkan biksu-biksu untuk membersihkan jalan," ujar
seorang warga di Yangon barat, menceritakan kondisi pahitnya di negeri junta
itu.
"Tentu kami menginginkan pemerintah datang, namun mereka tak pernah
kelihatan.
Biksu-biksu inilah yang datang setelah topan terjadi, menolong penduduk
membersihkan jalan dan memindahkan pohon-pohon," tambah perempuan yang
berusia
40-an tahun itu.
"Rumah saya telah hancur, sekarang tak ada tempat tinggal. Kami tak punya
uang
memperbaiki rumah dan tak punya uang membeli makanan. Saya marah pada
pemerintah karena tak ada bantuan dari mereka untuk kami," cerita Khin Hla
(75), penduduk distrik Bagon Utara yang rumahnya hancur.
Dua orang ini adalah suara mayoritas rakyat Myanmar yang kecewa dengan
pemerintahan junta militer yang memiliki 400 ribu personel tentara itu.
Kekecewaan yang semakin bertambah pasca peristiwa September 2007 lalu, saat
tentara menembaki rakyat dan biksu.
Sopir taksi Maung Maung menceritakan kembali kepahitan itu. Banyak warga
Yangon yang marah karena juga tak diperingatkan soal topan yang setidaknya
membunuh 22 ribu orang itu.
"Rakyat sangat marah dengan pemerintah. Rakyat ingin memprotes namun takut
ditembak militer," kata Maung kepada AFP.
September tahun lalu itu, aksi massa menentang pemerintah muncul setelah
junta
menaikkan harga BBM. Kehidupan tambah represif, sementara ekonomi juga
memburuk.
Topan Nargis ini membuat semuanya semakin memburuk. Ratusan mobil antre di
SPBU milik pemerintah untuk mendapatkan BBM. Di pasar gelap, harga BBM
melonjak dua kali lipat.
Harga beras juga telah berlipat dua sejak topan melanda. Begitu juga air
minum
botolan tak tanggung-tanggung naik harganya, mencapai 5 kali lipat.
"Kehidupan kami semakin sulit setelah topan," kata Maung.
Akankah kemarahan ini menuju sebuah protes sosial yang lebih keras dari
September 2007? ( aba / aba )
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]