NAWARI Tahw <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED]
CC: [EMAIL PROTECTED]
From: NAWARI Tahw <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 2 Jun 2008 03:45:36 -0700 (PDT)
Subject: [Dharmajala] Stories from wenchuan, sichuan, china earthquake
Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha !
Bagaimana kasih seorang ibu terhadap anaknya ? Simak cerita korban gempa di
bawah ini !
Sarva Mangalam !
Dong-Rong Yu
--- On Mon, 6/2/08, irawan soehartono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: irawan soehartono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [ce78unpar] FW: Stories from wenchuan, sichuan, china earthquake
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, June 2, 2008, 9:34 AM
--- On Tue, 5/27/08, Hartono Sarwono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hartono Sarwono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ce78unpar] FW: Stories from wenchuan, sichuan, china earthquake
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, May 27, 2008, 9:15 AM
mom's power
Saat tim penyelamat menemukan dia, dia telah meninggal, tertindih oleh bangunan
yang hancur
Melalui lubang di antara timbunan bata, tim penyelamat melihat dia dalam posisi
berlutut, tubuh bagian atas terlipat ke depan, dengan kedua lengan menyangga
tubuhnya, seperti posisi orang berdoa dalam upacara2 kuno. Tim penyelamat
memanggilnya melalui bata2 dan debu2 bangunan, tidak ada jawaban, maka mereka
bergerak meninggalkan tempat itu.
Namun tiba2 ketua tim penyelamat menyadari sesuatu, dan bergegas kembali ke
tempat itu, "kembali, kembali" serunya, dia bergerak mendekati wanita itu,
berusaha mencapainya melalui timbunan bata yang hancur, setelah berulang kali
mencoba, dia berhasil mencapai wanita itu dan berteriak " ada seseorang, ada
seorang anak... dia hidup "
Setelah menyingkirkan bata-bata, mereka menemukan seorang bayi berusia 3 - 4
bulan, tertidur tenang, dibungkus selimut merah dengan bunga2 kuning, di bawah
dada wanita itu, terlindungi oleh lengan dan tangannya.
Seorang dokter datang untuk memeriksa bayi itu, saat membuka selimut itu,
sebuah handphone terjatuh, di layar hp itu tertulis sebuah pesan " anakkku
tercinta, bila kamu dapat bertahan hidup, ingatlah.... aku sangat mencintaimu "
Dokter itu yang telah melihat berbagai kejadian mengerikan dalam beberapa hari
terakhir ini, menangis ..Handphone itu diedarkan kepada para tim penyelamat
lainnya, diikuti dengan aliran air mata..
Always-on security tools provide safer ways to connect and share anywhere. Find
out more. Windows Live
[Non-text portions of this message have been removed]