Buku Sekolah Elektronik di mirror.itb.ac. id
niken
Jumat, 25 - Juli - 2008, 14:43:53

BANDUNG, itb.ac.id - Buku merupakan cakrawala dunia, seringkali kita
mendengar semboyan tersebut. Bahkan tidak jarang disampaikan bahwa
buku merupakan indikator ilmu yang dimiliki, semakin banyak buku yang
kita baca maka semakin banyak pula ilmu yang kita miliki. Singkatnya,
buku merupakan gudang ilmu, sarana paling penting yang menyokong
peningkatan mutu pendidikan.

Di era globalisasi ini, buku dituntut memiliki isi yang berstandar
nasional pendidikan. Namun, pada kenyataannya buku yang menjadi hal
terpenting dalam pendidikan justru menjadi hal yang sulit dijangkau
dari tingkat harganya.
Untuk tingkat sekolah dasar saja, masing-masing anak diwajibkan
membeli belasan buku dengan harga yang mencapai ratusan ribu.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional membeli
hak cipta buku teks pelajaran dari beberapa penerbit atau penulis lalu
selanjutnya buku-buku tersebut diasjikan dalan bentuk buku
elektronik(e- book) yang dinamakan BSE (Buku Sekolah Elektronik).

Untuk membantu Depdiknas menyebarluaskan gudang ilmu, serta untuk
mempermudah akses bagi para guru atau siswa mendapatkan koleksi buku
pelajaran, ITB menyediakan situs tempat mengunduh file buku pelajaran
tersebut, bertempat di http://mirror. itb.ac.id/
bse/pdf/.<http://mirror.itb.ac.id/bse/pdf/.>Dalam situs
tersebut, terdapat sekitar 48 buku pelajaran bagi SD, SMP, SMA, juga
SMK, baik pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan
Alam maupun Sosial.

File dapat diunduh dalam bentuk .zip lalu setelah diekstrak,
dihasilkan buku pelajaran dalam format pdf. Ukuran buku elektronik ini
berkisar 2 hingga 20MB.

Guru atau siswa berhak mengunduh, mencetak, memperbanyak, bahkan
menjual buku digital yang terdapat dalam kedua situs tersebut, baik
dalam bentuk buku maupun rekaman cakram (CD/DVD) dengan ketentuan
tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh
Menteri Pendidikan Nasional dan memenuhi syarat serta ketentuan yang
berlaku.

Di situs mirror.itb.ac. id, penambahan koleksi buku pelajaran hanya
akan dilakukan setelah mendapatkan koleksi buku langsung dari
Depdiknas, karena dalam hal ini ITB hanya mereplikasi apa yang
disediakan penyedia utamanya yaitu Depdiknas.

Masalah yang timbul saat ini adalah justru masih banyak sekolah yang
menetapkan buku dengan penerbit yang tidak termasuk dalam daftar BSE,
sehingga tetap saja siswa dan orangtua tertekan dalam mengeluarkan
biaya pendidikan. Seandainya dalam kenyataannya digunakan buku digital
yang telah dibeli hak ciptanya sebagai BSE, orangtua dapat menghemat
pengeluaran buku bahkan hingga 25 persen. Selain itu, masalah utamanya
adalah tidak ada teknologi internet di wilayah-wilayah yang justru
membutuhkan buku digital tersebut. Sehingga akan lebih baik apabila
teknologi internet mulai diberdayakn di wilayah yang membutuhkan.





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke