Dalam menentukan pemilihan atas seorang kandidat senior manager atau di
atasnya, pada umumnya faktor usia merupakan salah satu komponen yang sangat
diperhatikan oleh banyak perusahaan dan tentunya hal ini tentu bukannya tidak
berdasar. Bagi seseorang untuk menjadi matang dan memahami berbagai hal dalam
hidup ini, tentu waktu yang dibutuhkan tidaklah sedikit bahkan cukup banyak
juga yang sampai berumur 50 - 60 an tahun pun, kematangan pribadi itu belum
sepenuhnya terbentuk dengan baik.
Untuk menjadi matang, seseorang memerlukan sarana yang tepat dan juga mentor
atau pelatih yang baik. Sarana itu kalau diibaratkan sebagai jalan bagi
seseorang untuk bisa menglaami peristiwa-peristwa yang menjadikannya paham akan
proses aksi-reaksi, proses penyelesaian masalah dan juga dinamika dari
masalah-masalah yang muncul dalam keseharian dan kalau mau diibaratkan dengan
pematangan seorang pilot pesawat, maka sarana yang baik bagi seorang pilot
pesawat itu bukanlah masalah jam terbang saja, tapi jalur atau tujuan
penerbangan yang dia layani lebih menentukan kematangannya sebagai seorang
pilot. Coba anda bayangkan, seorang pilot yang melayani rute Jakarta, Medan,
Singapore, Bangkok, Hanoi, Hongkong, lalu balik ke Bangkok, Singapore, Medan,
Jakarta, Bali, Australia, Bali dan kembali ke Jakarta lagi, bandingkan dengan
pilot yang melayani rute, Jakarta, Pekan Baru, Medan, Pangkal Pinang, Jakarta.
Katakan kedua pilot itu sama-sama melayani rute itu selama lima tahun, lebih
matang yang mana? Atau misalkan saja pilot yang kedua melayani rute itu selama
lima tahun lebih lama dari pada pilot yang pertama - sepuluh tahun, misalnya,
lebih matang yang mana?
Nah, dalam pemilihan kandidat manager senior dalam perusahaan, seringkali
faktor-faktor semacam rute yang ditempuh, masalah-masalah yang telah pernah
diselesaikan dan kemampuan seorang kandidat itu dalam menganalisa masalah tidak
sepenuhnya bisa ditelaah dengan baik dan benar oleh para praktisi sumber daya
manusia, tentu, dibutuhkan kejelian yang baik dan pengalaman yang memadai juga,
serta kejernihan dalam menilai dari seorang pakar sumberdaya manusia dalam
melihat hal ini, dan biasanya pakar-pakar semacam ini dimiliki oleh perusahaan
yang sukses atau dalam perjalanan menuju sukses? ...
akan dilanjutkan pada seri management sumberdaya manusia lainnya.