Para donatur yang budiman, sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.
 
Vanessa,
4 thn, anak tunggal dari Dedi dan Liny (saat ini tinggal bersama di
rumah ayah dedi, di gang semangka no 3, tomang, jakbar). Mata kanan
Vanessa, tepatnya pada bagian kornea, rusak parah. Setelah dilakukan
pemeriksaan secara intensif oleh dokter, bagian retina dan syaraf mata
yang lain masih cukup bagus.
Karena kornea sudah rusak, diperlukan
operasi transplantasi kornea di Singapore National Eyes Center dengan
lebih kurang SGD 8000. Operasi akan dilakukan pada tanggal 29 Agustus
2008, setelah itu harus menjalani kontrol selama sebulan.
 
Orang
tua Vanessa adalah karyawan pada perusahaan swasta yang sama, tanpa
cover asuransi. Untuk kesembuhan Vanessa, mereka telah berusaha selama
1.5 tahun diberbagai rumah sakit di Jakarta. Kronologisnya diceritakan
secara detail oleh mama Vanessa (terlampir dibawah email ini).
Saat
ini, Vanessa masih kecil, Vanessa tetap ceria, mungkin karena dia belum
mengerti dengan jelas apa yang menimpanya saat ini. Bila Vanessa sudah
lebih dewasa dan kondisinya tetap seperti ini apakah dia bisa masih
tetap ceria?
 
DKD telah mensurvey kasus ini minggu lalu dan
terharu melihat komitmen yang kuat dari orangtua Vanessa untuk
kesembuhan anaknya. Mereka telah melakukan semua hal didalam jangkauan
mereka dan sejauh ini, belum ada hasil yang berarti. Operasi ini adalah
harapan mereka agar mata kanan Vanessa dapat melihat kembali secara
normal.
 
Teman-teman, DKD membuka kotak dana untuk Vanessa,
agar Vanessa bisa melihat dunia seperti halnya anak-anak kita yang
lain. Dana bisa disalurkan melalui rekening DKD di BCA, atas nama
Ridawaty, 697-009-1112. Untuk memudahkan administrasi, dana yang masuk
hendaknya menggunakan kode transfer 77. Misalnya bila ingin berdana Rp
300,000,- tolong lebihkan Rp 77, dan ditransfer sebesar Rp 300,077 dan
bila nama pemilik rekening dan dana donatur berbeda, harap dicantumkan
di kolom berita. Otherwise, nama yang akan dkd cantumkan di laporan
dana masuk adalah nama yang tertera di rekening tabungan.
 
Anumodana. Semoga kita bisa membantu Vanessa agar mata kanannya bisa terbuka 
kembali.
Semoga dia bisa mendapatkan kesembuhan.
 
Berikut adalah kronologisnya, seperti yang diceritakan oleh mama Vanessa, Liny.
Berawal
tanggal 02 desember 2006, sabtu pukul  15.00 WIB. Kami di rumah sedang
bersih-bersih mengunakan cairan soda api yang kami letakan di ember
plastic, saat itu Vanessa turun dari kamar atas. Segera oma berniat
membuang cairan tersebut karena mengetahui betapa membahayakannya
cairan tersebut. Akan tetapi tiba-tiba hanger ember patah dan ember
jatuh ke lantai sehingga cairan itu terpercik kemana-mana, saat itu
Vanessa yang sedang duduk diam (tidak melakukan kegiatan apa-apa) pada
jarak -/+2meter dari tempat kejadian juga terkena percikan tepat di
mata sebelah kanannya. 
 
Saat itu kami segera ke RS. AINI
(rumah sakit khusus mata), tiba di rumah sakit dokter langsung
mengambil tindakan dengan menyemprotkan cairan ke bola matanya
(membersihkan) . Setelah tindakan tersebut dokter berkata “sudah
terlambat” cairan tsb sudah merusak dalam hitungan detik, seperti putih
telur kena panas langsung keruh. Malam itu Vanessa di rawat karena
dokter ingin menetralizir cairan tersebut agar tidak semakin dalam
merusak jaringan matanya. 
Dari RS. AINI dengan perasaan hancur
kami bawa Vanessa pulang ke rumah, dokter memberikan beberapa macam
obat untuk kami terus tetes 1 jam sekali. Dari situ kami terus berusaha
bertanya kepada rekan-rekan, dan saudara-saudara kemana kami harus
mengobati Vanessa. 
Ada sepupu yang memberitahukan pada kami bahwa
di Singapura  RS. Mount Elizabeth (Rumah sakit yang terkenal mahal dan
besar itu, mendengarnya saja ngeri) katanya si sana ada dokter ahli
kornea yg bagus Dr. Donald Tan, tapi saat itu kami bertanya padanya
kira-kira biayanya berapa? (Karena dia telah menjalani kasus serupa dan
berhasil) dia mengatakan biaya yang telah di keluarkan saat itu  -/+
Rp.100.000.000, - (tahun 2000). Itu merupakan biaya yang sangat besar
bagi kami yang suami-istri hanya sebagai pegawai biasa di salah satu
perusahaan swasta apalagi kami tidak punya asuransi baik pribadi maupun
dari perusahaan tempat kami bekerja.  
 
Saat itu kami  hanya
sanggup membawa Vanessa ke dokter-dokter ahli kornea-mata di Jakarta
sampai ke Dr.Istiantoro di Jakarta Eye Center yang cukup terkenal.
Selama mengalami pengobatan -/+10bulan, kami melihat keadaan mata
Vanessa bukan makin membaik malah makin mengecil. (Karena kelopak
matanya semakin hari semakin menempel dan matanya tidak terbuka
maksimal lagi). Kemudian dokter menganjurkan kami melakukan general
check-up untuk Vanessa dalam keadaan di bius total. Setelah selesai
dokter berpendapat “Sudah tidak tertolong lagi, bolamata Vanessa sudah
mengecil, dan menjadi rusak.”  
Sampai satu hari ada teman kantor
yg memberikan Koran KOMPAS bekas yg isinya iklan rumah sakit pemerintah
di Singapura di pojok kanan bawah tertera telpon perwakilan RS tersebut
di Jakarta, Medilink. Kami segera menghubungi ke sana dan mereka
merekomendasikan Singapore National Eye Centre (SNEC) yang biasa
menanggani kasus2 mata berat seperti ini. Kemudian saya teringat dan
bertanya “Apakah Dr. Donald Tan praktek di SNEC?” , ternyata Dr. Donald
Tan ini adalah Dokter Kepala di RS. SNEC, kemudian mereka minta kami
mengirimkan “medical record” Vanessa terlebih dahulu. 
 
Sampai
September 2007 kami dapat jawaban dari sana, bahwa seluruh conjungtiva
dan cornea Vanessa memang sudah rusak berat (terbakar) sehingga untuk
proses pemulihan membutuhkan biaya yang cukup besar -/+ Sing $15.000
(estimasi biaya saat itu), kemungkinan penglihatannya akan kembali 90%
(dalam arti huruf-huruf besar vanessa akan bisa lihat kemudian terus di
terapi sampai kembali 100% penglihatannya) , sebagai orangtua kami
gembira bahwa masi ada harapan Vanessa dapat sembuh, saat itu juga kami
bertekad untuk meminjam uang pada bank dan meminta rekomendasi dari
perusahaan kami bekerja. Akhirnya bank memberikan pinjaman Rp.
50.000.000,- yang dicicil selama 36 bulan yang di potong dari gaji kami
Rp. 2.000.000,-/ bulan. Akhirnya kami mengurus paspor, tiket, dan sewa
apartement murah yang di rekomendasikan  oleh Medilink untuk ke
Singapura. 
Sampai di Singapura Vanessa menjalani general check-up
yang luar biasa canggih sampai ke saraf mata ke otak yang kami bisa
lihat sendiri (di layar komputer) kalau saraf mata itu masih bergerak
tapi lemah (karena lama tidak di gunakan), setelah itu dokter
menyatakan masih ada harapan, hanya perlu beberapa kali tindakan sampai
ke transplantasi kornea. 
 
Tindakan-tindakan yang akan dilakukan dokter :

 
 1. Mengambil selaput bibir bagian dalam dan selaput mata kiri yang
sehat, untuk di kembangbiakan selama tiga minggu guna di cangkokkan
pada saat pembedahan kelopak mata yang terlanjur melekat ke bola mata
dan membuat lensa pembatas untuk membatasi kelopak yg akan di operasi
dengan bola mata. Biaya yang dikeluarkan Sing $885. 

 

 
 2. Setelah tiga minggu berkembangbiak Vanessa kembali datang untuk
menjalani operasi bedah buka kelopak mata kemudian lensa tersebut di
pasangkan di mata kanannya. Biaya yang di keluarkan Sing $ 3350. 

 

 
 3. Mengambil selaput bibir bagian dalam dan selaput mata kiri yang
sehat, untuk di kembangbiakan selama tiga minggu guna transplantasi
kornea. Biaya yang di keluarkan Sing $1145. 

 Transplantasi kornea. Biaya yang akan dikeluarkan +/- Sing $8850.  
Sudah
hampir 1 tahun kami membawa Vanessa berobat jalan ke singapura
(bolak-balik) , hampir tiap bulan saya(mama) dan Vanessa ke singapura
karena dokter mau melihat perkembangan mata Vanessa, hanya saya (berdua
dengan Vanessa)  karena kami harus hemat biaya, perjalanan ke Singapura
itu pun saya lakukan lewat Batam. Saat ini pengobatan Vanessa mendekati
FINAL tgl 29 Agustus 2008 dokter menyatakan Vanessa siap untuk
melakukan Transplantasi Cornea +/- Sing $8850, setelah di hitung-hitung
dana yang kami pinjam kemarin ternyata kurang, dan kami coba untuk
mengajukan pinjaman lagi ke bank. Dan kami mendapatkan pinjaman sebesar
Rp. 20.000.000,- sehingga saat ini kami hanya punya sing $-/+3000. Kami
semakin bingung setelah dokter mengatakan Vanessa harus tinggal di
singapura (biaya yang besar untuk tinggal disana) selama 1 bulan
setelah operasi untuk menindak lanjuti kemungkinan- kemungkinan yang
terjadi setelah transplantasi (karena menurut dokter kornea yang di
cangkokkan itu benda asing buat tubuh Vanessa, sekecil apapun penolakan
itu mesti ditangani secara dini). 
Dengan keterangan di atas kami
mohon kiranya saudara-saudara bisa membantu meringankan beban kami
untuk biaya pengobatan Transplant cornea Vanessa. Terima Kasih.


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke