Menurut saya lebih baik dikomentari untuk meng-clarified karena
takutnya umat lain akan semakin kukuh menganggap sidharta gautama
sebagai tuhannya umat buddha



--- In [email protected], "sitojohan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Namo Buddhaya,
>
> Saya baru membaca uraian Bapak Dahlan Iskan tentang India di koran
> JawaPos Senin, 25-08-08. Pada halaman 4, tertulis:
>
> "Mayawati sebenarnya pernah menjadi presiden di negara bagian
dengan
> penduduk hampir 200 juta jiwa itu (hampir sebesar Indonesia) tiga
> tahun lalu, tapi hanya sebentar. Tidak sampai satu tahun. Mayawati
> dijatuhkan lawannya dengan tuduhan korupsi. Kini posisi Mayawati
> lebih kukuh. Namanya lebih populer (dalam pengertian termasuk
membuat
> heboh) setelah dia mengambil putusan ini: mengangkat Ambedkar
sebagai
> pahlawan resmi negara bagian Uttarpradesh. Belum cukup dengan itu,
> Mayawati mengangkat Sidharta Gautama -Tuhan yang mahaesa umat
Buddha-
> juga sebagai pahlawan resmi."
> http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=20101
>
> Yang saya ingin tanyakan, apakah uraian tersebut perlu dikomentari
> oleh umat Buddha? Karena Pak Dahlan Iskan menulis bahwa Sidharta
> Gautama adalah Tuhan umat Buddha? Alamat email JawaPos:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Apa pendapat rekan-rekan semua?




Kirim email ke