---------- Forwarded message ----------
From: Agus Santoso <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Aug 26, 2008 11:07 PM
Subject: Master Ling-hsun: Esensi Buddhadharma (1)
To: ramu dharmajala <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: tony dharmawan <[EMAIL PROTECTED]>, Robby C <
[EMAIL PROTECTED]>, Nyanabhadra <[EMAIL PROTECTED]>, ZiHao
Chen <[EMAIL PROTECTED]>, Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]>,
Chang Tho Shi <[EMAIL PROTECTED]>, Nyanagupta <[EMAIL PROTECTED]>,
Yenny <[EMAIL PROTECTED]>, Junarto M Ifah <[EMAIL PROTECTED]>, siwu <
[EMAIL PROTECTED]>, Liana chia <[EMAIL PROTECTED]>, Juliani <
[EMAIL PROTECTED]>, Merita123 <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], Tonny Chua <[EMAIL PROTECTED]>, yessy ayu <
[EMAIL PROTECTED]>, Wilis Rengganiasih <[EMAIL PROTECTED]>, sanjaya <
[EMAIL PROTECTED]>, ekayana <[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], Sri Lestari <
[EMAIL PROTECTED]>, Agus Santoso <[EMAIL PROTECTED]>, Susi <
[EMAIL PROTECTED]>



Suatu hari semasa Ch'an Master Ling-hsun sedang belajar pada Master
Kuei-tzung, ia tiba-tiba memutuskan untuk pergi. Ia pun lalu menghadap
gurunya guna mengucapkan selamat tinggal.

Kuei-tzung berkata, "Kamu hendak kemana?"

Ling-hsun menjawab, "Kembali ke pegunungan."

"Kamu telah belajar disini selama 13 tahun. Sekarang kamu mau pergi, saya
harus memberitahumu tentang intisari Buddhadharma. Kalau sudah berkemas,
baliklah temui saya lagi."

Ling-hsun mengikuti perintah gurunya. Kemudian, sembari meletakkan
barangbawaannya didepan pintu, ia pun kembali menemui Master Kuei-tzung.

Master Kuei-tzung memberi isyarat, "Mari, sini !"

Ling-hsun pun mendekat.

Sang guru berkata dengan lembut, "Cuaca sangat dingin. *Jagalah dirimu
baik-baik dalam perjalanan* ..."

Begitu mendengar hal ini, Ling-hsun seketika tercerahkan.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke