---------- Forwarded message ---------- From: <[EMAIL PROTECTED]> Date: 2008/9/24 Subject: [buddhavacana] Laporan Terakhir Kasus Bunga To: Milis SamaggiPhala <[EMAIL PROTECTED]>, Buddha Vacana < [EMAIL PROTECTED]>
Namo Buddhaya, Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena baru hari ini saya bisa melaporkan perkembangan kasus Bunga, padahal kasusnya sudah diselesaikan pada hari Minggu 14 September 2008 lalu. Sabtu, 13 September 2008 saya menuju Malang sekitar pukul tujuh malam. Jalanan cukup sepi karena orang-orang pada sholat teraweh. Dalam waktu sekitar 1,5 jam saya sudah berada di rumah teman saya, Donny, di daerah Arjosari. Mungkin karena kecapean, saya hanya ngobrol sebentar dengan Donny, lalu saya segera tertidur. Minggu, 14 September 2008 pagi, saya dan Donny menuju Batu. Sebelumnya, semua kebutuhan untuk transport pulang Bunga ke Banyumas sudah diatur oleh Donny. Jadi hari ini sebetulnya hanya mengantarkan keberangkatan Bunga. Dalam pikiran saya, tidak ada yang khusus pada hari ini, tetapi semua sangat berbeda dari sudut pandang Bunga. Hari ini seakan menjadi tonggak baru bagi dirinya. Ketika menyalami saya, pamitan akan pulang, Bunga tidak dapat menahan tangisnya (dan mau tidak mau mata saya, Donny dan tantenya ikut berkaca-kaca), dan yang mengagetkan adalah tiba-tiba Bunga bersujud di depan kaki saya. Ini benar-benar membuat saya kaget dan melompat menjauh. Seumur-umur gak pernah menyangka dan gak berani disujudi orang kayak gitu. Berulang kali Bunga mengucapkan terima kasih pada saya dan titip menyampaikan terima kasih pada semua yang telah membantunya membuka jalan baru. Selepas tengah hari, kami kembali ke Malang. Sore sekitar pukul 17.00 WIB, mobil travel datang menjemput, dan suasana kembali mengharu biru. Barang bawaan Bunga tidak banyak karena sebagian masih ada di tempat Ari dan akan dikirimkan lewat jasa kurir. Akhirnya, kasus Bunga ini selesai sudah. Beberapa hari lalu Ari pulang ke Banyumas dan mengabarkan kondisi Bunga di sana lewat SMS. Sudah seminggu lebih berlalu Bunga kembali ke kampung halamannya, semua terlihat lebih baik dan semakin membaik. Bagi saya pribadi, menangani kasus ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena saya punya rencana skripsi kuliah psikologi saya akan mengangkat tema prostitusi di lokalisasi Dolly. Selain itu, selesainya kasus ini membuat saya semakin mantap untuk membantu orang-orang yang kesulitan yang saya temui, karena jujur saja, awalnya saya agak takut dan ragu untuk menangani kasus Bunga ini, karena selain menyangkut dana yang cukup besar, juga harus berurusan dengan orang-orang dengan latar belakang yang sangat keras seperti germo dan preman. Berikut saya laporkan sekalian dana yang terkumpul di account Bro Edi serta pemanfaatannya. Total dana terkumpul Rp.13.700.000 Bayar tebusan ke germo Rp5.000.000,- Bayar utang Bunga Rp3.000.000,- Urusan preman Rp1.000.000,- Transport Bunga ke Banyumas Rp200.000,- sub total Rp9.200.000 Sisa dana sebesar Rp4.500.000,- saya serahkan semua secara tunai pada Bunga. Rencana awal saya mengalokasikan dana 2.000.000 untuk sangu pulang untuk membuka usaha di desanya, namun setelah saya pertimbangkan bahwa pulangnya Bunga juga berdekatan dengan suasana Idul Fitri, tentunya ada kebutuhan lebih. Akhirnya saya putuskan untuk menyerahkan semua sisa tersebut (dan lagi dana tersebut memang digalang atas nama dan untuk Bunga), dengan pesan agar dana tersebut digunakan dan dikelola secara bijaksana. Kiranya keputusan ini sejalan dengan kebijaksanaan rekan-rekan donatur sekalian. Demikian laporan yang bisa saya sampaikan saat ini. Jika ada informasi perkembangan lebih lanjut, akan saya sampaikan kembali pada rekan-rekan sekalian. Anumodana. Mettacettana, Abin [Non-text portions of this message have been removed]
