MAITREYA, BUDDHA ATAU BODHISATTVA?
(Kutipan dari Majalah Be Positif
hal 15 s.d 19 Edisi 07/Agt-Sep/2008)
 
Bodhisattva Maitreya yang dinamai sebagian umat Buddha sebagai Buddha Tertawa 
ini sebenarnya secara tidak langsung menggambarkan kesalahpahaman umat Buddha 
yang mendalam akan  sosok Maitreya. Ternyata, selain sabut yang tidak cocok itu 
masih ada kesalahan yang lebih serius seperti pemikiran yang sengaja 
dihembuskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dengan menyebutkan bahwa bagi 
siapapun yang memuja Maitreya,maka keberuntungan atau rezeki akan datang pada 
mereka.
 
Menyadari bahwa umumnya umat Buddha sulit untuk menolak bila ditawari kekayaan 
dan kemakmuran, maka pihak-pihak tertentu menggunakan hal ini sebagai kunci 
utama dalam menarik umat sehingga muncullah kabar-kabar yang mengatakan bahwa 
Bodhisattva Maitreya yang digambarkan menyandang kantor rezeki atau memegang 
bongkahan emas dapat memberikan rezeki, kekayaan dan kemakmuran bagi siapa yang 
memujanya.
 
Kabarnya, tidak sedikit pula umat Buddha yang berbondong-bondong bergabung 
dengan ajaran tersebut, pahal itu semua tidaklah demikian mudah. Dalam dhamma, 
rezeki atau keberuntungan merupakan hasil perbuatan baik yang kita tanam atau 
kita perbuat pada masa lalu maupun masa sekarang ini, yaitu buah dari suka 
berbagi atau menderma,yang mana itu semua bersumber dari diri kita sendiri, 
bukan berasal dari makhluk luar, termasuk para rohaniwan, dewa, Bodhisatva, 
Buddha, atau apapun itu namanya.
 
Apakah Benar Maitreya adalah Buddha ?
Menurut Tipitaka,Kitab Suci Agama Buddha, Maitreya (Sanskrit) atau 
Metteya(Pali) adalah Calon Buddha yang akan datang, tetapi hingga saat ini, 
beliau belumhadir di dunia. Saat ini statusnya adalah Bodhisattva (Calon 
Buddha) yang berdiam di Surga Tusita dan menunggu waktu yang tepat untuk 
dilahirkan di dunia untuk menyempurnakan kebuddhaan-Nya.
 
Karena masih merupakan calon Buddha, tentu saja Maitreya tidak dapat disebut 
sebagai Buddha. Contoh yang gampang adalah seorang mahasiwa yang sedang 
mengambil gelar sarjana.Selama belum diwisuda menjadi sarjana, maka mahasiswa 
yang meskipun adalah seorang calon sarjana tidak dapat kita sebut sarjana 
sehingga tidaklah etis bila mencantumkan gelar kesarjanaannya. Jadi tidaklah 
benar bila ada yang mengatakan bahwa Maitreya telah menjadi Buddha.
 
Setelah dikatakan Maitreya belum lahir,maka ada pula yang karena kepentingan 
kelompoknya mengatakan meski belum lahir tetapi Maitreya yang berada di surga 
telah membabarkan ajaran kepada mereka melalui mimpi atau meditasi. Mereka 
mengatakan, para pemimpin mereka menerima ajaran "hati nurani" melalui mimpi 
sewaktu mereka tidur, atau bertemu dengan Bodhisattva Maitreya ketikamereka 
bermeditasi. Mungkinkah? Jawabannya adalah "TIDAK MUNGKIN", ini karena hingga 
saat ini Maitreya belum melepaskan keduniawian dan belum mencapai 
Pencerahan,jadi tidak ada Dhamma yang bisa diajarkan. Terlebih lagi,  
sebenarnya Dhamma yang diajarkan oleh para Buddha selalu sama (baca juga : 
Permata yang Tak Lekang oleh Waktu). Karena belum melepaskan keduniawian 
makanya sering kali Bodhisattva Maitreya digambarkan masih bertahtakan 
perhiasan-perhiasan, batu berharga dan lainnya.
 
Maitreya? Yang Mana Satu ......?
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa Bodhisattva Maitreya pernah lahir sebagai 
bhiksu berkantong di China? Yang pasti cerita seperti itu sulit untuk 
dibuktikan dan sebenarnya dalam Ajaran Buddha seorang Bodhisattva adalah colon 
Buddha, dan calon Buddha hanya akan terlahir sekali lagi untuk menyempurnakan 
kebuddhaan-Nya. Dari catatan-catatan yang ada, sebenarnya memang ditemukan 
banyak "Maitreya" yang pernah muncul di China dari dinasti ke dinasti,bahkan 
tidakhanya satu. Tetapi dapat dipastikan bahwa itu bukanlah Bodhisattva 
Maitreya,calon Buddha yang kita maksudkan dengan Kitab Suci Tipitaka. Bila 
banyak terjadi kesamaan dalampenggunaan nama, tentunya tidak ada yang dapat 
disalahkan. Tetapi bila yang menggunakan nama sudah berpura-pura mengaku sebgai 
Buddha Maitreya, calon Buddha yang akan datang, nah ini baru  menjadi masalah.
 
Dalam makalah Ivan Taniputera yang berjudul "Apakah Sang Buddha Masa Mendatang 
Telah Hadir di Dunia Ini ?" Disebutkan bahwa banyak aliran sesat dan gerakan 
pemberontak menggunakan kedok Buddhis dan memperalat "Maitreya" untuk menarik 
pengikut dan menutupi wujud asli organisasi mereka agar tidak mudah tercium 
oleh penguasa saat itu. Tidak sedikit pula yang mengakui sebagai jelmaan 
Maitreya, salah satunya seperti yang terjadi pada masa Dinasti Tang,di mana Ibu 
Suri Wu Zetian (Hokkian : Bu Cek Tian) mengaku sebgai penjelmaan Maitreya.Ibu 
Suri Wu perlahan-lahan berusaha meraih kekuasaan setelah suaminya Kaisar Gao 
Zong wafat. Setelah menjadi Ratu, ia memanfaatkan Agama Buddha dan Tao sebagai 
alat propaganda agar rakyat menganggapnya sebagai makhluk suci. Ia mengaku 
sebagai jelmaan Maitreya (padahal Ratu Wu sangat kejam karena telah menyiksa 
sampai mati para selir suaminya terdahulu).
 
Kemudian pada bulan Januari tahun 610 masehi dimasa Dinasti Sui terdapat 
sejumlah 9orang yang ingin memberontak berpakaian warta putih dengan rambut 
diikat pita putih dan tangan memegang kemenyan yang membara serta bunga-bunga. 
Mereka mengumumkan datang Buddha Maitreya ke dunia dengan mengadakan prosesi 
menuju kota Chian Kuok dan pada saat mereka hendak memasuki pintu Chian 
Kuok,pengawaldi pintu menyambut kedatangan mereka dengan berlutut dan 
mempersilakahkan mereka masuk. Tetapi ketika para pengawal sedang 
berlutut,mereka merampok senjata-senjata para pengawal, dan ketika tindakan itu 
hampir mengakibatkan kerusahan, bantuan pun datang untuk menaklukkan para 
pemberontak.
 
Tiga tahun kemudian pada bulan Desember 613 M, seorang yang bernama Sian 
HaiMing menyatakan dirinya sebagai reinkarnasi Buddha Maitreya.Ia melancarkan 
pemberontakan setelah mengumpulkan pengikutnya. Akhirnya, Siang HaiMing 
mengangkat dirinya sebagai raja, dan membangun sebuah kerajaan di Pei Wu. 
Tetapi kemudian raja dari Dinasti Sui mengirimkan pasukan untuk menaklukkannya.
 
Begitulah banyak munculnya oknum-oknum yang menggunakan nama Maitreya,nama yang 
sama dengan nama calon Buddha mendatang, sepanjang sejrah perjalanan 
dinasti-dinasti di China.
 
Kelahiran Buddha Maitreya
Digembar-gemborkannya kelahiran Maitereya oleh "pengikutnya" telah membuat 
banyak umat Buddha awam kebingungan. Tetapi untuk saja ajaran yang telah 
diselewengkan dari Ajaran Buddha yang penuh kasih sayang ini tidak sampai 
terjadi tindak kekerasan seperti yang dialami oleh saudara saudara kita dari 
kepercayaan lain. Kemunculan Buddha yang akan datang, Maitreya, sebenarnya 
diketahui dari Buddha Gotama. Untuk lebih jelasnya marilah kita melihat sedikit 
kutipan dari Cakkavatti-Sihanada Sutta  (Sutta ke 26 dari Digha Nikaya) yang 
mengatakan bahwa : Bodhisattva Maitreyua baru akan dilahirkan saat kehidupan 
manusia mencapai rentang usia rata-rata 84.000 tahun. Tempat kelahiran-Nya 
adalah Ketumati di masa pemerintahaan Raja Cakkavatti bernama Sankha, di mana 
raja pemerintahan tersebut nantinya juga akan menjadi pengikut  Buddha dan 
melepaskan kehidupan duniawi.  Maitreya akan dilahir disebuah keluarga 
terpelajar yang terkenal dan namaNya adalah Ajita. Nama
 suku Nya adalah Maitreya. Nama ayah-Nya adalah Subrahma; dan ibu Nya adalah 
Brahmavati. Beliau akan menikah dengan Chandamukhi dan akan mempunyai putra 
bernama Brahmavaddhana. Beliau akan hidup di empat istana selama 8.000 tahun 
yaitu Sirivaddha, Vaddhamana, Siddhattha, dan Chandaka. Selanjutnya Beliau akan 
melepaskan keduniawian setelah melihat 4 tanda.
 
Sedangkan yang akan menjadi para pengikutnya yang luar biasa adalah dua 
saudara-Nya Isidatta dan Purana; Jatimitta dan Vijayadiantaranya pengikut pria; 
dan Suddhana, Sanghaa dan Visakhaa di antara pengikut wanita. Yang akan menjadi 
murid-murid utama Nya diatara para bhikkhu adalah Asoka dan Barahmadeva; dan 
diantara pada Bhikkhuni adalah Paduma dan Sumana. Siha akan menjadi pembantu 
pribadi-Nya. Beliau akan mencapai pencerahan di bawah Pohon Naga.
 
Sedangkan dalam Buddhavacana Maitreya Bodhisattva Sutra, salah satu hal yang 
dikatakan oleh Budha Gotama adalah bahwa pada saat Bodhisattva Maitreya akan 
dilahirkan didunia, siatuasi dan kondisi dunia ini jauh lebih baik daripada 
sekarang! air laut agak susut dan daratan bertambah. Nah, karena tanda-tanda 
yang dikatakan masih jauh dari kondisi sekarang tentu saja bisa dipastikan 
bahwa kehadiran Buddha yang  akan datang Maitreya masih jauh dari yang telah 
diungkapkan oleh Buddha Gotama.Oleh sebab itu,  hendaknya kita jangan mudah 
percaya apa yang dikatakan oleh seseorang, baik beliau adalah seorang pemuka 
agama dari kelas tertentu atau sebagainya.
 
Bagaimana Agar Terlahir pada Masa Buddha Maitreya
Banyak umat Buddha yang menyadari bahwa kesempatan agar dapat terlahir di masa 
kehidupan Buddha adalah sangat sulit, oleh karena itulah terjadi kesalahan 
persepsi yang mengatakan bahwa barang siapa yang hendak bertemu dengan Buddha 
Maitreya harus mengikuti "ajaran" mereka (yaitu "Agama Buddha Maitreya" yang 
notabene merupakan aliran I Kuan Tao di Taiwan/China). Padahal sebenarnya 
mereka yang telah mrusak citra dan Ajaran Buddha yang akan datang dengan 
mengatakan ajarannya yang ini dan itu (padahal semuanya dibuat-buat oleh 
pihak-pihak yang mencari keuntungan bagi kepentingan mereka) justru akan 
semakin kecil kesempatannya untuk bisa bertemu dengan Buddha Maitreya.
 
Sebaliknya,merka yang mempraktekkan DHAMMA dengan baik dan tekun yang justru 
menciptakan kesemaptan yang besar bagidirinya sendiri agar dapat terlahir di 
masa kehidupan Buddha Maitreya. Ajaran semua Buddha adalahsama sehingga siapa 
yang melaksanakan Dhamma saat ini dengan semakin baik dan tekun justru akan 
memperbesar kesempatan mereka bertemu dengan Buddha Maitreya.
 
Ayo,.. Berjuanlah dan jagan lengah !!! Bila saat ini kita telah bertekad untuk 
bisa bertemu dengan Buddha Maitreya maka praktekkanlah DHAMMA Sang Buddha 
dengan baik dan benar. BIla Anda menyadari kesalahan Anda dalam "Memilih" 
Ajaran Buddha, jangan malu, tapi saat ini juga beranikan diri Anda untuk 
memulai sesuatu yang luar biasa, yaitu "BERANI" untuk menerima "DHAMMA" Sang 
Buddha yang sesuai dengan Kitab Suci Tipitaka. Niscaya kebahagiaan dan 
kemakmuran akan datang kepada mereka yang melaksanakan Dhamma, sebagaimana yang 
dikatakan  oleh Sang Buddha bahwa "Dhamma melingkungi mereka yang mempraktekkan 
Dhamma".
 
 


      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke