Sungguh tidak mudah untuk menerima dan lalu mau mengakui kekurangan-kekurangan diri kita dn orang-orang yang kita kasihi dan hormati. Rasa saying, hormat dan kasih kita, seringkali menjadikan kita itu langsung membentuk benteng diri setinggi-tingginya dan memproteksi diri kita atau orang-orang yang kita sayangi, hormati itu dengan sengit, padahal, kalau kita mau menahan diri sejenak, membuka diri, mendengarkan, sangat mungkin, apa yang ingin disampaikan oleh orang lain itu justru adalah solusi, obat bagi sakit atas diri kita dan orang-orang yang kita sayangi, kasihi, dan hormati itu.
Satu contoh sederhana saja, misalnya pengobatan dengan tusuk jarum atau akupuntur. Anda yang mengetahui kemanjuran metode pengobatan ini mungkin akan geli kalau saya mengatakan bahwa ada orang yang melarang orang yang dia kasihi,hormati atau menolak dirinya untuk diterapi dengan pengobatan ini. Yaa, bayangkan saja, jarum ditusuk-tusukkan ke tubuh anda, salah sedikit fatal, dan biar pun sedikit, rasa sakitnya tetap ada… namun ditangan para ahli metode tusuk jarum ini, lebih banyak sembuhnya dari pada celakanya, tentu mengingat itu sudah selayaknya kalau lalu tidak ada salahnya kita mau mengikuti terapi pengobatan tusuk jarum ini kepada ahlinya. Dalam kehidupan sehari-hari, analogi semacam itu tentu banyak kita temukan, kita alami dan dan amati. Mulai dari permasalahan yang menyangkut diri seseorang, baik itu dari segi kehidupan pribadinya ataupun karir atau profesinya sampai penyakit organisasi, baik itu organisasi perusahaan maupun organiasi yang lebih besar. Sering sekali seseorang atau suatu organisasi butuh waktu yang begitu lama untuk bisa menerima kenyataan dan lalu mau membuka diri dan menerima pengobatan atas penyakit atau permasalahan yang dialaminya. Sedemikian lamanya waktu yang dibutuhkan itu, sehingga kerusakan internal yang terjadi itu sudah terlanjur berkembang jauh dan bisa jadi cukup parah, yang semestinya kalau ini disadari lebih awal dan terapi nya dilakukan lebih awal, tidaklah perlu sampai sedemikian jauh kerusakan yang terjadi. Ibarat kanker atau penyakit akut lainnya, sudah terlanjur memasuki stadium tiga atau empat alias sudah hamper ko it. Jadi, sebelum terlanjut ko it, segeralah mencari solusinya. Kalau untuk pribadi, tentu kita bisa mencari dokter pribadi, guru spiritual yang sejati, lalu untuk perusahaan, untuk organisasi, tentulah anda mesti menemukan dokter yang sesuai juga, guru spiritual perusahaan yang sesuai juga. Harap diingat, dokter perusahaan itu bukan yang bergelar dokter ato doctor loh hehehe itu untuk klinik perusahaan atau perusahaan farmasi yang mempekerjakan tenaga ahli dokter, tetapi cari penasehat perusahaan, strategi manajemen, strategi bisnis, …… Blom tau juga? Ya, tanya dong!!!! 201008 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
