Setubuh.... eh... setujuh...
so... daripada berteori disini, apa TINDAKAN HUKUM yang dapat kita-2 ambil 
sebagai umat om Budi untuk memaksa bar itu ganti nama 
(khusus di endonesya)???
coba kalo itu bar dinamakan Amat Bar atau Jayus Bar.... para umat om Amat dan 
om Jayus pasti udah "heboh" tuch...
hehehehe... :D


Best Regards,


YUNARTO GOH  |  Mr_Five   `WenZ  |  +628163116137  |  +6281310186137
K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero
Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda
www.wenz.web.id/myblog/  |  www.virtual-dalnet.com  |  www.vitmart.com


----- Original Message ----- 
From: "ronny winarto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, 03 December 2008 11:02 AM
Subject: Re: [MABINDO] Re: BUDDHA BAR


tanggapi lagi hehehe

bener ,yang bro katakan. sah 2 koq mereka mau pake Buddhabar, siddharta bar,
atau malah bisa juga kasih nama arahat bar, terserah koq, apalah arti sebuah
nama

tapi ini bukan masalah sebuah nama atau masalah  pandangan sempit atau luas,
ini masalah pola pikir saja, masalah sempit tidaknya seseorang bukan
dipandang dari bagaimana menanggapi persoalan Buddha bar atau yang lain,
yang menjadi persoalan sekrg, bagaimana kita menyikapi ini berkaitan dengan
undang2 yang berlaku di Indonesia, klo kita tinggal di amerika atau perancis
atau yang lain, silahkan,mau pake nama2 itu,karena tidak ada aturan disana ,
jadi who care?

tapi ingat klo di Indonesia urusan menjadi lain, kita ini adalah warga
negara Indonesia, dimana toleransi antar umat beragama kudu dijaga, sesuai
UUD 1945 dan Pancasila karena jelas, hal tersebut melanggar, apalgi jika
dikaitkan dengan KUHP bab V pasal 156,156a dan 157, hal ini jelas melanggar

jadi jangan hanya dengan itikad berlapang data terus kita membiarkan hal ini
terjadi, harusnya, berlapang dada setelah berusaha, ketika upaya hukum tidak
berhasil, baru kita berlapang dada, karena istilah berlapang data itu
mempunyai makna yang luas dan dalam sekali, menurut saya, kita harus memulai
supaya umat Buddha juga mengenal hukum dan undang2 yang berlaku, karena umat
Buddha juga komponen dan bagian dari bangsa Indonesia,jadi paling tidak kita
telah belajar untuk itu, bukannya malah cuek bebek( teringat masalah
SBKRI)

tapi kembali lagi, semua kembali ke individu masing2 sih,selama umat Buddha
belum bersatu sulit, tapi saya terkesan dengan ucapan Bhante Dhammiko,
beliau mengatakan umat Buddha harusnya tidak cuek dlm menyikapi fenomena2
yang ada disekitarnya, jangan krn agama Buddha toleran, lalu cuek dengan
(mudah2an tidak)ditutupi sikap seakan akan  'lapang dada dan pandangan
luas ' (sekali lagi semoga tidak)
umat Buddha harus melek, bukannya mau ribut lalu mengerahkan massa besar2an,
tapi sekali lagi ada jalur yang lebih elegan dan cerdas

sekali lagi jangan disamakan tugas dan kewajiban sebagai warga negara dan
pandangan spiritual, karena kedua hal kadang bisa saling berlawanan bila
kita tidak bijaksana memilahnya


thx




On 12/2/08, Sien Sien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   iya sah sah aja mereka mau pake nama buddhabar, tarabar?? just only a
> name....so...bener tuh kita harus berlapang dada .... sebagai buddhist harus
> mempunyai padangan luas dong....
>
> ________________________________
> From: Fie Phin <[EMAIL PROTECTED] <fiephin%40gmail.com>>
> To: [EMAIL PROTECTED] <samaggiphala%40yahoogroups.com>
> Cc: [email protected] <mabindo%40yahoogroups.com>
> Sent: Friday, November 28, 2008 11:04:13 AM
> Subject: [MABINDO] Re: BUDDHA BAR
>
> Hem, knp harus merasa dilecehkan? Hanya karena sebuah "nama"? Harusnya
> malah
> merasa tersanjung, krn sebuah "nama" tsb dianggap baik, maka digunakan
> untuk
> nama resto mereka. Tahukah anda kalau resto Buddha Bar ini adalah franchise
> dr Buddha Bar yang ada di Paris? Resto Buddha Bar yang ada di Paris adalah
> sebuah resto eksklusif yang tidak semua orang bs masuk, cm kalangan
> tertentu
> saja yg bs masuk kesana. Bisa dilihat di liputan Jakarta Post:
> http://www.thejakar tapost.com/ news/2008/ 10/26/chilling- out-with-
> buddha.html
>
> Resto Buddha Bar yang ada di Jakarta bertempat di bekas kantor Imigrasi di
> Menteng yang telah berusia lebih dari 100 tahun, salah satu bangunan cagar
> budaya di Jakarta. Bangunan ini dulunya pernah dijadikan museum.
>
> Saya bukannya mendukung adanya Bar atau kehidupan hura-hura, tapi hendaknya
> sebagai Buddhist, janganlah cuma karena nama Buddha dipakai trus kita
> menghujat mereka. Jangan sampai kita seperti "tetangga" yang cuma karena
> nama atau gambar trus menjadi heboh keseluruh dunia... Berlapang dadalah
> dikit... ^_^
>
> Fie
>
> On 11/28/08, hanry uttamo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> >
> > Dear all,
> >
> >
> > Beberapa hari yang lalu saya lihat di O Channel ada acara launching Hp
> > Sony Ericsson baru. Launchingnya di Buddha Bar (Bar-nya Buddha?). Baru
> tahu
> > kalo pelecehan juga ada di Jakarta?(Kemang? )
>


Kirim email ke