Omitofo…. Dear saudara sedhamma, Kemarin tanggal 17 Desember 2008 pukul 20..00WIB, saya bersama teman-teman kantor menjenguk Pak Hendra di Siloam Hospital, Karawaci. Keadaan Pak Hendra jauh lebih baik dan stabil jika dibandingkan dengan keadaannya pada tanggal 15 atau 16 Desember kemarin. Ci Liana mengatakan masa kritis 4-7 hari setelah operasi ke-2 (dihitung ulang setelah operasi ke-2). Ci Liana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik dari segi moril ataupun materil dan masih mengharapkan bantuan dari saudara-saudara sekalian. Terima kasih. Omitofo….
Sumber : Nicky dan Nelly ------------ ------ Transferan Dana Pak Hendra PERIODE 18 Desember 2008 pukul 10:11WIB No. Tanggal Nama Donatur Jumlah 1 16-Dec-08 TONI 300,001 2 16-Dec-08 MELISSA MAYA 20,001 3 16-Dec-08 AGUS SALIM 100,001 4 16-Dec-08 ALM.YANTO HANAFI, SUKIANTO HANAFI 100,001 5 16-Dec-08 ROBIN 300,001 6 16-Dec-08 JUNAIWAN 250,001 7 16-Dec-08 JEFRY 300,001 8 16-Dec-08 OKKY KURNIAWAN SUS 25,001 9 16-Dec-08 MAYAWATI NURHALIM 100,245 10 16-Dec-08 HEMAWATI NURHALIM 100,469 11 16-Dec-08 HENDRI 100,001 12 16-Dec-08 HARYANTO 50,001 13 16-Dec-08 ENDI DARMAWAN 100,072 14 16-Dec-08 NN 50,001 15 17-Dec-08 LENNY SAVITRI 100,001 16 17-Dec-08 ILPHIN 100,001 17 17-Dec-08 SANTI WIDJAYA OEI 50,001 18 17-Dec-08 LINA ISM MEDAN 500,001 19 17-Dec-08 RATNA NIRWANA SARI 100,001 20 17-Dec-08 BUDIYANTO SUTEDJA 50,001 21 17-Dec-08 RINDI ELINA 200,001 22 17-Dec-08 DEWI, MEDAN 200,001 23 17-Dec-08 SUTEDJA TJANDRA + KELUARGA, JAKARTA 1,000,001 24 17-Dec-08 MEILINA OEI - WATY TJAKRA, JAKARTA 500,001 25 17-Dec-08 JACINTHA - USMAN LINA 200,001 26 17-Dec-08 TITIK RAHAJU DRA 100,001 27 17-Dec-08 HENDRO SUBIYANTO S 200,001 28 17-Dec-08 DJI FIE PHIN 100,001 29 17-Dec-08 VIVI CITRAJAYA 750,000 30 17-Dec-08 SASTRO SUNARYO 500,001 31 17-Dec-08 TJHIA JHOHAN 100,001 32 17-Dec-08 ADIHARTO SALIM SE 500,001 33 17-Dec-08 VERA JESSICA TJIAN 200,001 34 17-Dec-08 HENDRA SUARDI 200,001 35 17-Dec-08 KOKO WIJAYA, PEKANBARU 500,001 36 17-Dec-08 LIE HONG JOI, MEDAN 100,001 37 17-Dec-08 ASIN, MEDAN 100,001 38 17-Dec-08 FENNY LIONG & HALEX, JKT 200,001 39 17-Dec-08 GUSDOYO PRADHIKA 500,001 40 17-Dec-08 LIE PHING & RUDY, MEDAN 100,001 41 17-Dec-08 LIE YEN & RUDY, PEKAN BARU 100,001 42 17-Dec-08 NN, MEDAN 100,001 43 17-Dec-08 LIONG LIE CHING, MEDAN 100,001 44 17-Dec-08 ALM. LIM CHENG TEK 100,001 45 17-Dec-08 LOTUS FOR MY PARENTS 100,001 46 17-Dec-08 MEILIANY SUSANTO 100,001 47 18-Dec-08 ROBY TRISNA, MILLIS SAMAGGIJAYA, VIHARA SIRIPADA SERPONG 200,001 48 18-Dec-08 YULL YASAN 100,001 49 18-Dec-08 LINDAWATI 100,001 50 18-Dec-08 SANDI TIRTA 50,000 51 18-Dec-08 FANDI TIRTA 50,000 52 18-Dec-08 JENNY ELVINA GOSAM 200,001 TOTAL 10,345,832 Anumodana untuk dananya. Semoga karma baik melindungi anda dan sanak keluarga. Semoga karma baik berbuah tepat pada waktunya. Sadhu… Sadhu… Sadhu…. Terima kasih. Kami masih berbagi membuka ladang untuk menanam karma baik kepada teman-teman sedhamma. Sesuai dengan permintaan ci Liana, maka dana yang terkumpul melalui Dompet Peduli ini akan kami transfer secara bertahap ke rekening ci Liana (istri Pak Hendra). Jakarta , 17 Desember 2008 Omitofo… Saya, Nelly Winata akan terus memberikan laporan tentang keadaan Pak Hendra sejauh yang saya ketahui dari ci Liana (istri Pak Hendra) baik melalui telepone, sms dan bertemu langsung, lebih dan kurang saya mohon maaf. Kemarin pada tanggal 16 Desember 2008, operasi ke-2 telah dilakukan selama ± 9,5 jam. Operasi dimulai pukul 12.00WIB-21. 44WIB (ci Liana mengabari saya melalui sms). Perkembangan terakhir Pak Hendra 1. Dokter memasang alat di leher (daerah tenggorokan) Pak Hendra untuk membantu pernafasan, agar pernafasan tidak melalui mulut karena akan mengganggu pita suara. 2. Dada sebelah kanan dilubangi untuk transfusi darah. 3. Dahi kepala dilubangi untuk mengatur posisi pada saat operasi agar kepala tidak bergerak dimana pengaturan posisi ini membutuhkan waktu 1 jam sampai kepala benar-benar stabil. 4. Ci Liana memberikan informasi tambahan bahwa tekanan darah Pak Hendra 170. 5. Dokter mengatakan sejauh ini kondisi Pak Hendra stabil dan lebih baik dari kemarin. Ci Liana mngucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik dari segi moril ataupun materil karena tidak mungkin untuk menyebutkan satu persatu. Sekilas tentang Pak Hendra: Pak Hendra tinggal di daerah Tanjung Duren dekat Pasar Kopro. Pak Hendra memiliki 3 orang anak yang bersekolah di Sekolah Pelita, Daan Mogot. Nama Umur Jenis Kelamin Sekolah Kelas 1. Christian 10 th Laki-laki 5 SD 2. Chandra 8 th Laki-laki 4 SD 3. Catherine 6 th Perempuan 1 SD Saya dan teman-teman pernah bertemu dengan Christian, Chandra dan Catherine, mereka anak yang sopan dan pintar. Mereka juga selalu berdoa untuk kesembuhan papa-nya. Sejak Agustus 2005 (± 3 tahun 4 bulan) pak Hendra bekerja di PT. Royal Cuisine Indonesia (PT. RCI), Gatot Subroto sebagai Manager Tax Corporate (sebelumnya bekerja di biscuit Khong Guan) sedangkan ci Liana bekerja selama ± 14 tahun sebagai Finance di PT. Surya Satria Timur, Jl. Teluk Betung (belakang Grand Indonesia). Pak Hendra merupakan anak sulung (anak pertama) dari 4 bersaudara. Pak Hendra memiliki 3 orang adik; 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan (bungsu), mereka bekerja sebagai karyawan. Saya melihat hubungan mereka semua sangat baik dan solidaritas mereka sangat tinggi, mereka saling membantu. Pak Hendra memiliki asuransi Prudential dan AIG Lippo, tetapi hanya mengambil asuransi Jiwa, yang tidak dapat digunakan untuk biaya operasi. Pengeluaran Biaya Sampai Saat Ini Telah di DP (down payment) ke RS. Siloam sebesar Rp 170.000.000 Dengan rincian estimasi biaya: Biaya Helikopter (perpindahan dari RS AL Mintohardjo ke RS. Siloam, Karawaci) Rp 28.000.000 Operasi ke-1 (hanya biaya operasi dan biaya dokter, belum termasuk obat dll) Rp 50.000.000 Operasi ke-2 (biaya dokter, ruang operasi, belum termasuk peralatan, obat dll) Rp 65.000.000 Pak Hendra mendapatkan pengurangan biaya dokter untuk operasi ke 2, karena dokter yang pernah menangani operasi pertama tidak mengambil uang jasa untuk operasi ke-2. Untuk operasi ke-2 ada tambahan dokter yaitu, dokter Anestasi dan dokter THT. Total biaya yang sudah terpakai Rp 143.000.000 belum termasuk obat, perlatan, biaya dokter Anestasi, biaya dokter THT dan biaya lainnya. Bantuan yang didapat sampai dengan saat ini 1. PT. RCI (tempat Pak Hendra bekerja) memiliki 2 asuransi kecelakaan untuk karyawan yang dapat diklaim [at] sebesar Rp 20.000.000, jadi total dari asuransi kantor Rp 40.000.000. 2. Dari PT. RCI: Pak Rudi Chandra selaku komisaris perusahaan, Pak Harry Teo selaku President Director, Pak Anche Anthonius selaku Director Operasional menyatakan kebijakan perusahaan akan membantu pihak keluarga semaksimal mugkin. 3. Pihak DKD juga telah menghubungi ci Liana. 4. Dari milist Buddhist, seperti Samaggiphala, Mabindo dan yang lainnya. 5. Dari milist pajak Indonesia Tax Forum (ITF). 6. Dari pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu baik bantuan moril dan materil. Sampai saat ini tanggal 17 Desember 2008 pukul 11.09WIB kondisi Pak Hendra stabil dan dinyatakan lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin. Bagi yang ingin menjenguk dapat melihat keadaan Pak Hendra di ruang ICU, RS. Siloam Karawaci. Terima kasih. Salam hormat, Nelly Winata --- Pada Sel, 16/12/08, felix thioris <[email protected]> menulis: Dari: felix thioris <[email protected]> Topik: [HELP] Butuh bantuan untuk Bpk. Hendra Wijana Kepada: "Mahayana" <[email protected]>, "MABINDO" <[email protected]>, "MB" <[email protected]>, "SB" <[email protected]> Cc: [email protected], [email protected], "YBN" <[email protected]>, [email protected] Tanggal: Selasa, 16 Desember, 2008, 4:08 PM Jakarta , 16 Desember 2008 Omitofo… Menindaklanjuti kabar berita duka dari salah satu saudara sedhamma kita Bapak Hendra Wijana yang sedang dinyatakan dalam kondisi kritis (koma) oleh dokter di rumah sakit Siloam, maka perkenankanlah saya, Nelly Winata (salah satu staff Pak Hendra di kantor) mewakili rekan-rekan yang lain menulis bagaimana Pak Hendra dimata kami dan bagaimana kronologis kejadian sejauh yang saya ketahui dari keadaan yang saya lihat dan dengar dari pihak keluarga, lebih dan kurang saya mohon maaf. Pada hari Senin pagi tanggal 15 Desember 2008 kemarin, seperti biasa Pak Hendra dan istri tercinta berangkat ke kantor untuk memulai aktivitas, mereka ke kantor dengan menggunakan kendaraan umum, kata Pak Hendra “Untuk mengurangi Global Warming Nell dan bisa beli koran dari asongan, itung-itung bantu mereka sedikit”, saya hanya tertawa dan berkata “Ya Pak, kalo bukan dimulai dari kita siapa lagi”. Pak Hendra orang yang sangat baik dan asik, sebagai atasan beliau sangat sabar dan bijak, kami sering meminta masukan saran dan kritik dari beliau (walaupun beliau jarang mengkritik orang lain). Pak Hendra sering melaksanakan apa yang sering dia katakan, Pak Hendra bukan orang dengan tipe NATO (no action talk only alias omdo, omong doank). Pak Hendra naik mini bus melalui pintu belakang dan sang istri di pintu depan, Pak Hendra bilang ke istri “Sudah saya bayar ya” maksud Pak Hendra, ongkos angkutannya sudah dibayari (jika kami bertemu di angkutan umum dengan Pak Hendra, tak jarang Pak Hendra membayar ongkos kami juga, kata Pak Hendra “Sekalian”). Sebelum turun dari angkutan Pak Hendra masih sempat bilang ke istri “Hati-hati ya”, sang istri menjawab “Iya”. Pak Hendra turun di Slipi kemudian naik bis (biasanya Patas 6) ke arah Gatot Subroto, hari itu entah bagaimana Pak Hendra jatuh dari bis saat hendak turun di halte bis Farmasi/Senayan, dan langsung tidak sadarkan diri. Pak Hendra ditolong oleh Polantas wanita bernama Lusi dan masyarakat sekitar, kemudian dibawa ke RS AL Mintohardjo sebagai rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian. Ci Liana (istri Pak Hendra) dihubungi dan datang ke RS AL Mintohardjo, Benhil. Karena kondisi Pak Hendra yang sangat serius serta peralatan dan fasilitas yang terbatas di rumah sakit tersebut maka pihak keluarga memutuskan membawa Pak Hendra Wijana ke RS. Siloam Glean Eagles Karawaci dengan heli (karena butuh penanganan yang cepat). Dokter mengatakan kondisi Pak Hendra kritis, Pak Hendra mengalami lumpuh setengah badan, dikarenakan pendarahan dan pembengkakan di otaknya, sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan. Pak Hendra mengalami benturan yang sangat keras sehingga tengkorak kepalanya retak dan tulang kepala masuk ke otak, sehingga mengalami pendarahan di sebelah kanan yang cukup hebat, otak mengalami stress (penekanan yang cukup hebat), dalam beberapa hari ini akan membengkak, untuk memberikan ruang dalam proses pembengkakan otaknya maka batok kepala sebelah kanan harus dilubangi. Operasi pada hari itu tanggal 15 Desember 2008 dilaksanakan sekitar 5,5 jam dari pukul ±12.00WIB sampai dengan ±17.30WIB. Pada hari ini tanggal 16 Desember 2008 pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan operasi ke 2 karena otak Pak Hendra kembali mengalami pendarahan. Operasi dilakukan dari pukul ±12.00WIB, sampai saat saya menulis ini pukul ±14.30WIB belum diketahui kondisinya. Sejak jatuh sampai dengan saat ini beliau tidak sadarkan diri dan dinyatakan dalam kondisi kritis (koma). Masa kritis 4-7 hari. Kami semua rekan rekan dan sahabat Pak Hendra Wijana berharap agar Pak Hendra Wijana dapat melewati fase masa kritis ini, sehingga dapat segera pulih tanpa kekurangan satu apapun dan tidak mengalami hal hal yang tidak diinginkan. Sebagai informasi tambahan: 1. Dokter yang menangani Pak Hendra Wijana adalah dr. Eka W. J 2. Sekarang Pak Hendra ada di RS. Siloam Karawaci, ruang ICU, jam besuk · 11.00WIB – 13.00WIB dan · 18.00WIB – 20.00WIB Karena biaya rumah sakit yang sangat besar dan kepedulian serta menanggapi usulan dari rekan-rekan sedhamma maka melalui milis ini kami ingin berbagi ladang menanam karma baik kepada teman-teman sedhamma, mulai hari ini kami membuka Dompet Peduli untuk sedikit membantu meringankan beban keluarga. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi * Ci Liana (istri Pak Hendra Wijana) di nomor 0818 0703 6951 * Nelly Winata (staff Pak Hendra) di nomor 0817 865 705 Penggalangan dana melalui: 1. Rekening : BCA Nomor Rekening : 527 049 6867 Atas Nama : Nelly Winata atau 2. Rekening : Lippo Nomor Rekening : 572 100 66 101 Atas Nama : Nelly Winata Mohon untuk menambahkan angka 1 dibelakang dana yang ditransfer, guna memudahkan administrasi pembukuan penggalangan dana. Contoh: Rp 100.000 menjadi Rp 100.001 Rp 500.000 menjadi Rp 500.001 Konfirmasi dana yang telah ditransfer: Saudari Nelly Winata di nomor 0817 865 705, e-mail: winata_nelly [at] yahoo.com Laporan pemasukan dan pengeluran dana akan diupdate setiap minggu. Semoga karma baik dapat berbuah tepat pada waktunya. Terima kasih. Omitofo… Nelly Winata Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]
