Sumber: http://www.buddhamanggala.blogspot.com
Anda dapat melihat foto2 kegiatan di URL di atas.
**********************************************************

Namo Buddhaya

Tak terasa kita bersama telah berada di penghujung tahun 2008, Vihara 
Grha Buddha Manggala telah hadir di tengah-tengah masyarakat Buddhis 
Kota Batam hampir 12 tahun, usia di mana baru beranjak menjadi remaja.

Di kala usia remaja ini, muncul banyak gejolak, timbul-lenyap, silih 
berganti... namun hal ini akan menjadi satu pembelajaran yang baik 
bagi Vihara Grha Buddha Manggala dalam memberikan pengabdian kepada 
masyarakat untuk menjadi masyarakat dan pribadi yang baik, bajik, dan 
bijak.

Di bulan Desember 2008 ini, perjalanan kegiatan telah dilalui dengan 
baik berkat kerjasama segenap Dayaka Sabha Vihara Grha Buddha 
Manggala dan elemen dalam Keluarga Besar Theravada Indonesia.

Berikut kami mencoba menyajikan runtunan kegiatan yang bisa menjadi 
gambaran bagi pembaca dalam mencermati aneka kegiatan yang telah 
dilaksanakan oleh Vihara Grha Buddha Manggala.
1. Prosesi Pemindahan Buddha-rupang dari Dhammasala sementara menuju 
Dhammasala Utama, Minggu, 7 Desember 2008 pukul 09:00 - 10:00
Para umat telah hadir semenjak pukul 08:00... mereka telah menanti 
dengan penuh kesabaran. Begitu waktu menunjukkan pukul 09:00, kita 
awali dengan Namakara Patha yang dipimpin langsung oleh PMd. Suwarno, 
dan setelah itu Buddha-rupang dibersihkan, dan dipindah dengan keluar 
melalui pintu dimana dulu Buddha-rupang tersebut masuk, dan 
selanjutnya masuk ke Dhammasala Utama melalui pintu masuk utama pula.

 


2. Diskusi Dhamma bersama Bpk. Cornelis WoworWalaupun dalam 
kunjungannya yang singkat, kami dengan sangat senang hati, memohon 
Bpk. Cornelis Wowor untuk mampir ke Vihara Grha Buddha Manggala, dan 
mengadakan diskusi Dhamma bersama para umat Buddha. Beliau dikenal 
sebagai sosok Abdi Dhamma yang telah berjasa bagi perkembangan Agama 
Buddha di Indonesia, dengan sejumlah karya tulis, dan karya praktek 
nyata beliau dalam membabarkan Dhamma dari dulu hingga sekarang, 
telah membawa satu pengarahan yang baik terhadap perkembangan Agama 
Buddha di Indonesia.


 


3. Peresmian Vihara Grha Buddha Manggala oleh Walikota Batam
Pada tanggal 21 Desember 2008, menjadi satu momen yang sangat penting 
bagi Vihara Grha Buddha Manggala, karena pada tanggal tersebut, TELAH 
DIRESMIKANNYA Vihara Grha Buddha Manggala oleh Walikota Batam, 
sebagai satu vihara yang nantinya mengemban satu misi membantu tugas 
Pemerintah Kota Batam dalam upaya mewujudkan Masyarakat Kota Batam 
yang madani, terutama masyarakat Buddhis yang senantiasa 
mengembangkan kebajikan, kemoralan, dan kebijaksanaan dalam setiap 
perilaku, sehingga benar-benar akan menjadi bagian masyarakat kota 
yang banyak memberikan kontribusi positif.

Berikut runtunan acara yang telah dilaksanakan.
a. Pembukaan dengan tarian "Sekapur Sirih" yang merupakan tarian khas 
daerah Melayu, sebagai wujud persembahan kepada Bapak Walikota Batam, 
Kakandepag, dan Sesepuh Buddhis.


 

b. Laporan Panitia Pembangunan dan Sambutan oleh Sanghanayaka, serta 
Sambutan sekaligus Pernyataan Resmi oleh Walikota Batam.


 

c. Penyerahan Cinderamata, berupa satu buah "Cemeti" yang memberikan 
satu makna yang dalam sesuai yang termaktub dalam ayat Dhammapada VI, 
5, yaitu:
"Pembuat saluran air mengalirkan air,
tukang panah meluruskan anak panah,
tukang kayu melengkungkan kayu;
orang bijaksana mengendalikan dirinya"
Dengan satu harapan, Pemerintah Kota Batam dapat menjalankan roda 
pemerintahan dengan baik, penuh dengan pengendalian yang baik, menuju 
satu tujuan positif yang telah dirumuskan bersama.



d. Pembukaan papan nama oleh Walikota Batam, dan Kakandepag
 

e. Pengguntingan Pita Pintu Dhammasala Utama oleh Walikota Batam dan 
Sesepuh Buddhis, Bpk. Rudi Tan.



f. Penandatanganan Prasasti oleh Walikota Batam dan Sanghanayaka
 

g. Peninjauan Dhammasala Utama.
Saat peninjauan, Bapak Drs. H. Ahmad Dahlan terkesan dengan satu buah 
Buddha-rupang dalam posisi berbaring, dan kesan tersebut mengingatkan 
beliau dengan satu peristiwa nyata, yaitu Asisten beliau, Asisten 
Pembangunan dan Ekonomi, Bapak Syamsul Bahrun, yang pernah berkunjung 
ke satu negara Buddhis, tepatnya di sebuah vihara, dan beliau dikira 
oleh masyarakat sekitar sebagai seorang Bhikkhu, karena saat itu 
beliau sedang mengenakan pakaian yang hampir mirip dengan jubah, 
padahal beliau adalah bukan Bhikkhu, tentunya hal ini juga mengundang 
tawa dari Bpk. Syamsul Bahrun, dan para pengunjung lainnya.



h. Foto Bersama
 


4. Dhamma-Talk Exclusive "Jodoh, Nasib, dan Karma" bersama Bhikkhu 
Uttamo Mahathera dan moderator Bpk. Asmin Patros
Tema yang diusung ternyata sangat tepat sekali, dan menjadi sangat 
sempurna ketika dibawakan oleh Bhante Uttamo, dan berpasangan dengan 
moderator Bpk. Asmin Patros, para pengunjung yang hadir lebih kurang 
300 orang, tak kunjung berpindah dari posisi duduknya, selama 3 jam 
mengikuti Dhamma-talk yang penuh dengan pertanyaan dan jawaban yang 
semakin mengundang rasa ingin tahu, dan menjadi tahu tentang Ajaran 
Buddha itu sendiri.


 

Pertanyaan demi pertanyaan muncul, seperti apa itu jodoh, bagaimana 
pernikahan yang "jiong" 3, 6, 9 tahun, bagaimana dengan hubungan feng-
shui.
Jawaban yang dipaparkan oleh Bhante Uttamo tentunya akan menjadi satu 
pengetahuan baru bagi para umat Buddha yang hadir waktu itu, dan 
menjadi penambah semangat untuk menjadi lebih tahu tentang Ajaran 
Buddha, hal ini bisa terlihat dalam antusias para umat yang hadir, 
mereka mendambakan satu hari dapat bertemu kembali dengan Bhante 
Uttamo untuk bersama-sama mengulas, membahas Dhamma.
Malamnya kami mengadakan kembali Diskusi Dhamma santai bersama Bhante 
Uttamo.


 


Demikianlah rangkaian acara di Bulan Desember 2008, dengan segala 
kesederhanaan kami, yang tentunya bisa menjadi satu point kurang atau 
lebih, kami berharap dapat dimaklumi bersama, namun dibalik nilai 
kesederhanaan tersebut, terdapat satu manfaat besar bagi Umat Buddha 
di Kota Batam khususnya, akhirnya dapat memiliki satu tempat dan 
fasilitas bersama yaitu: Vihara Grha Buddha Manggala sebagai satu 
buah vihara yang senantiasa terbuka untuk bersama-sama melatih diri 
dalam kebajikan, kemoralan, dan kebijaksanaan demi cita-cita luhur 
bersama yaitu mencapai Nibbana.

Kami haturkan terima kasih kepada Walikota Batam, Bimas Buddha Kepri, 
Kakandepag, Bimas Buddha Kota Batam, Para Bhikkhu Sangha, Rama & 
Ramani, dan segenap unsur Muspida, serta para Umat Buddha sekalian, 
atas berkat restu dan dukungan kita bersama, akhirnya kita telah 
dapat mewujudkan Vihara Grha Buddha Manggala.

Besar harapan Bapak, Ibu, dan Saudara-i se-Dhamma senantiasa masih 
terus menyokong Pembabaran Buddha-Dhamma di seluruh penjuru 
Indonesia, dan kami senantiasa terus membuka kesempatan bagi Bapak, 
Ibu, dan Saudara-i se Dhamma untuk melanjutkan tongkat estafet 
pembangunan Vihara Grha Buddha Manggala Tahap 3 yaitu menyelesaikan 
pembangunan Altar Bhante Sivali, Gazebo, Tempat Meditasi Terbuka, dan 
aneka Taman, yang diharapkan bisa terwujud dalam tahun 2009.

Salam metta,
Dayaka Sabha Vihara Grha Buddha Manggala



Kirim email ke