31 Desember 2008
Ajarkan Buddha lewat Budaya Jawa
Miskan, Pejuang Sekaligus Bhikku Kejawen 

SEMARANG-
Umat Buddha, Sabtu (27/12), kehilangan salah satu tokoh Bhikku
sekaligus seorang pejuang yang selalu ingin melestarikan agama Buddha
bercorak Indonesia lewat budaya Jawa. 

Beliau adalah Miskan atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bhante
Dewa Dharmaputra Mahasthavira setelah di Upasampada. Bhiku kelahiran 26
Maret 1906, di Ngemplak, Lasem Kabupaten Rembang dari pasangan suami
istri bernama Raden Sangkono dan Sri Miyatun ini, meninggal dalam usia
101 tahun di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus sekitar pukul 13.45. 

Jenazah untuk sementara disemayamkan di Vihara Mahabodhi Semarang
sebelum diperabukan pada Jumat (2/1) 2009 di Krematorium Kedungmundu.
Mahathera Nyanasuryanadi, ketua umum Sangha Agung Indonesia menuturkan,
di kalangan umat Buddha, Bhante Dewa dikenal sebagai sosok yang
sederhana, suka menjalani latihan spiritual dengan laku hidup prihatin.
Tujuan utama dalam kehidupannya adalah mencari kebenaran, ketenangan,
dan ingin mengembalikan kewibawaan nenek moyang seperti pada zaman
Majapahit. 

¢¢Selama perjalanannya, beliau selalu mengajarjakan budaya-budaya Jawa
kepada penganut agama Buddha di Jawa dan Lampung. Gending-gending Jawa,
bahkan mantram-mantram (doa-doa) agama Buddha pun diperkenalkan dalam
bahasa Jawa agar lebih dimengerti oleh umat Buddha Jawa,¢¢ tuturnya.

Tegas
Diungkapkan, penampilan Bhante Dewa yang bersahaja namun selalu tegas
dan pantang mengenal lelah merupakan suri tauladan bagi umat. Tak heran
bila kemana pun dia pergi, selalu menjadi magnet yang memiliki daya
tarik bagi umat Buddha maupun non Buddhis.

¢¢Satu hal yang paling diingat dari almarhum Bhikku adalah semangatnya.
Meski berperawakan kecil, kelincahannya tidak tertandingi. Bahkan
menjelang usia senjanya, beliau tetap memotivasi dan ingin terjun ke
lapangan bersama umat,¢¢ lanjut Nyanasuryanadi.

Budiman, sekretaris jenderal Majelis Buddhayana Indonesia, mengatakan
selain sebagai seorang bhikku, Bhante Dewa juga pernah ikut menjadi
pejuang pada masa perjuangan ketika pemerintahan menjadi Republik
Indonesia Serikat (RIS). Miskan yang berganti nama menjadi Joyo Sasmito
ini menjadi TNI dan diberi pangkat purnawirawan dengan pangkat Sersan I
pada tahun 1945. ¢¢Beliau pernah ditangkap dan diinterograsi oleh
Belanda. Meski sempat ditodong pistol dan diinjak-injak, Bhante bisa
meloloskan diri dan diselamatkan oleh pasukan Indonesia,¢¢
pungkasnya.(J12-41) 
    
 
© 2008 suaramerdeka.com. All rights reserved



Source : 
http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=45453


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke