[SMS dari "Ibu T.", no. 087832007XXX :] Romo, Sebenarnya apa yang kita cari? Bukankah semua itu tidak ada, tidak ada apa-apa. Kita hanya 'sadermo nglakoni', tanpa menginginkan nirwana, surga atau pencerahan. Kita tidak usah ke mana-mana, tidak perlu begini, tidak harus begitu. Kita hanya sekedar 'ingin' bebas/hening, ingin berhenti.
============= HUDOYO: [Saya akrab betul dengan Ibu T. ini, seorang warga Teosofi, yang memiliki pengetahuan intelektual luas di bidang spiritual, sehingga saya bisa bicara blak-blakan dengan beliau.] Bu T., Anda selalu berteori, mengambil dari buku-buku. :) Padahal akhirnya Anda mengakui juga,"Kita hanya sekedar 'ingin' bebas/hening, ingin berhenti." Jadi ITU yang Anda cari, 'kan? MENGAPA? Karena Anda sekarang TIDAK bebas, TIDAK hening, TIDAK berhenti! Sadarkah Anda akan keadaan batin Anda itu? Kalau terlalu banyak teori di kepala Anda, Anda tidak bisa menyadari itu. ============== Ibu T.: Semua itu hanya dualitas dan ego kita, Romo? ============== HUDOYO: Lagi-lagi itu teori bagi Anda. Mengapa saya katakan demikian? Karena kalau Anda benar-benar MENYADARI bahwa itu dualitas/ego, maka dengan sendirinya dualitas/ego itu runtuh, dan Anda tidak lagi menderita. FAKTA bahwa Anda masih terus menderita menunjukkan bahwa paham "dualitas/ego" itu cuma ada di kepala saja, tidak meresap ke dalam hati, artinya itu cuma teori bagi Anda. Jadi bagaimana seharusnya? SADARI saja, bahwa Anda adalah dualitas/ego itu pada saat sekarang. Itu cukup. Jangan berusaha mengatasinya dengan membaca buku. ============== Ibu T.: Semoga Romo berkenan membimbing saya, karena teori bukanlah praktik yang menjadikan saya hening. ============== HUDOYO: Ya, anggaplah diskusi lewat SMS ini sebagai "bimbingan". Jadi semakin banyak Anda tanya, semakin banyak bimbingannya. :) ============== Ibu T.: Terima kasih, Romo. ============== HUDOYO: Sama-sama. Kalau Anda ingin belajar MMD dari saya, pertama-tama Anda harus MELEPASKAN semua teori agama/spiritualitas apa pun yang ada di kepala Anda. Anda harus menjadi polos kembali, seperti anak kecil, tidak tahu apa-apa tentang agama & spiritualitas. SANGGUPKAH? ============== Ibu T.: Terima kasih, Romo. Tabir mulai terungkap, bahwa yang saya ketahui selama ini hanya teori. Kini fakta bahwa saya masih menderita, dan harus saya SADARI mulai sekarang. Tentunya butuh waktu, tapi pasti itu harus terjadi. Saya sudah capek, saya ingin berhenti (saya nangis). Please, do help. ============== HUDOYO: Bagus, Bu T. Anda sudah mulai tercerahkan sedikit, bahwa teori spiritual tidak berguna sama sekali. Nah, sanggupkah Anda melepas semua harta spiritual yang ada di kepala Anda? Kalau Anda bilang, butuh waktu, berarti Anda masih melekat. Untuk melepas semuanya tidak perlu waktu: sekarang juga, atau tidak sama sekali. Bagaimana? ============== Ibu T.: Tentu, Romo, saya hanya perlu latihan, praktik. ============== HUDOYO: Bu T., Anda masih keliru: untuk sadar, Anda tidak perlu latihan apa-apa. Yang penting, amati setiap saat: sadar atau tidak sadar. Kalau tidak sadar, sadari itu, kan nanti jadi sadar dengan sendirinya. Jadi jangan harapkan apa-apa, jangan berlatih untuk SADAR TERUS, itu si aku lagi yang serakah. Yang penting: sadari saat-saat kita tidak sadar. Itu cukup. ============== Ibu T.: Aduh, Romo, saya jadi semakin sadar, bahwa sampai sekarang pun saya masih keliru dan tidak sadar. Terima kasih banyak bimbingannya, Romo. And it's my life, now or never. Dengan bimbingan Romo pasti bisa. ============== HUDOYO: Insya allah. ============== Ibu T.: Sabbe satta bhavantu sukhitatta. ========================================== Situs Web MMD: http://meditasi-mengenal-diri.org Forum Diskusi MMD: http://meditasi-mengenal-diri.ning.com
