--- On Mon, 1/12/09, Yona <[email protected]> wrote:


From: Yona <[email protected]>
Subject: TIGA PERLINDUNGAN
To: [email protected], [email protected]
Date: Monday, January 12, 2009, 2:06 AM


VIHARA AVALOKITESVARA
JL.Mangga Besar Raya no.58
Jakarta Barat

TIGA PERLINDUNGAN
Oleh : Suhu Dutavira Sthavira

Seorang murid bertanya kepada gurunya  perihal cara mempelajari Agama Buddha 
yang benar agar bisa mendapatkan janji Buddha (ke luar dari lautan samsara / 
kehidupan dan  mencapai Tanah Suci Surga Sukhavati).

Mempelajari agama Buddha dimulai dari Sraddha / keyakinan, ditindak lanjuti 
dengan vidya / pemahaman, dilaksanakan dan dievaluasi hasilnya. Buddha 
mengajarkan: setiap orang yang ingin mempelajari ajaran Buddha harus melalui 
TRISARANA / TIGA PERLINDUNGAN, yaitu kami berlindung kepada Buddha, Dharma dan 
Sangha; untuk kedua kalinya kami berlindung kepada Buddha, Dharma dan Shangha; 
Untuk ketiga kalinya kami berlindung kepada Buddha, Dharma dan Shangha

Ayat pertama merupakan pengakuan iman, artinya : 
1. tekun bersembahyang atas kemauan sendiri,
2. bertekad menjadi manusia berguna, 
3. memahami jalan yang besar
Manusia yang berguna adalah memberi / bukan meminta dan mencari pekerjaan yang 
dapat dilakukan untuk orang lain. Inilah yang dikatakan jalan yang besar, jalan 
menuju kebahagiaan  (dana paramita). Tanpa menjadi manusia yang berguna , kita 
tidak akan melihat pintu gerbang kebahagiaan yang dijanjikan Buddha.

Ayat kedua merupakan pemahaman atas kekuatan gaib Buddha yang dapat melindungi 
kita. Hal itu terwujud dalam perbuatan bersembahyang, berdoa, bertekad untuk 
membaca ayat kitab suci ( renungan doa kesuksesan).

Ayat ketiga merupakan tekad siswa yang ingin menjadi Buddha, ingin menjadi 
orang yang mulia, yang merupakan teladan bagi orang lain dalam kehidupan 
sehari-harinya.

Orang yang telah memahami jiwa dari ayat tersebut, ia akan mendapat janji 
Buddha yaitu berlindung kepada Buddha tidak masuk ke neraka; berlindung kepada 
Dharma tidak akan menjadi setan gentayangan / sengsara; berlindung kepada 
sangha akan menjadi orang mulia. Karena itu, mempelajari agama Buddha jangan 
terjebak didalam bentuk upacara saja atau terjebak didalam pandangan salah, 
yaitu Buddha Dharma hanya sebagai ilmu pengetahuan / wacana pembicara, atau 
untuk mendiskreditkan orang lain, selalu merasa perbuatan orang lain salah dan 
merasa diri superior, tetapi ia sendiri tidak mendapat janji Buddha. 

Marilah kita menjadi siswa Buddha yang budiman. Sang waktu akan menjadi saksi 
dan bukti perjuangan kita . Setahap demi setahap kita akan mendapat janji 
Buddha . Omitofo




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke