MAU MENGUBAH ORANG LAIN HARUS DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
Oleh : Suhu Dutavira Sthavira
Vihara Avalokitesvara
Jl.Mangga Besar Raya no.58
Jakarta Barat
Kehidupan manusia meliputi dua , yaitu kehidupan yang gembira dan bahagia atau
yang menderita. Bila dapat memilih, setiap orang menginginkan kehidupan yang
gembira dan bahagia. Untuk mencapai hal itu diperlukan perjuangan yang benar
dan kerja keras. Menimbang suatu permasalahanpun jangan hanya dari sisi gambira
dan bahagia.( yang mudah) saja, akan tetapi lihat pula sisi yang lainnya.
Berjuanglah untuk mewujudkan cita-cita dengan baik.
Pendapat sendiri yang dianggap benar, belum tentu dapat diterima orang
lain..Alkisah seorang professor tua, saat menjelang ajal dan terbaring
dibangsal rumah sakit, baru menyadari kekeliruannya, ia selalu ingin mengubah
pola pikir orang lain, akibatnya ia ditinggal istrinya, hidupnya hanya
mengandalkan gaji sebagai dosen di suatu universitas, dan ia disebut makhluk
aneh & dosen killer oleh para mahasiswa dan dosen muda.
Teman se Dharma yang berbahagia, hidup bersama membutuhkan pengertian . Ajak
pasangan hidup anda untuk berbagi rasa dan bertukar pikiran . Meskipun anda
mempunyai pendapat yang baik dan benar, bersabarlah untuk mendengar pendapat
dan keluhan pasangan anda, agar perjalanan hidup anda selalu rukun dan harmonis.
Pada hakekatnya manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Dari segi rohani,
dalam bersosialisasi orang harus memikirkan kepuasan dan kegembiraan kedua
belah pihak. Dari segi Phisik,orang harus memiliki kelebihan dan kewibawaan
yang dikagumi orang lain.Pendapat yang disampaikan, agar diterima oleh orang
lain, harus dilakukan dengan keinginan yang tulus untuk membimbing kearah hidup
yang lebih baik dan tidak ada unsur pemaksaan. Berikan waktu untuk orang
mencerna pendapat yang disampaikan, hingga akhirnya ia dapat merasakan niat
baik itu dan menggugah sanubarinya.
Selain kepintaran atau kemampuan, dalam kehidupan ini yang utama adalah hasil
yang dicapai, karena itu pandai-pandailah membawa diri dan menyampaikan
pendapat anda dengan simpatik. Jangan biarkan diri anda tidak diterima
dilingkungan anda berada, terlebih lagi menjadi beban dan tekanan bagi orang
lain. Ciptakanlah kehidupan yang santai dan kondisi yang menyenangkan , maka
hidup akan lebih gembira dan bahagia. Omitofo
[Non-text portions of this message have been removed]