---------- Forwarded message ---------- From: <[email protected]> Date: 2009/2/20 Subject: [buddhavacana] Update Penggalangan Dana Untuk Afuk Ponorogo TAHAP II (20 Feb 2009) To: Milis SamaggiPhala <[email protected]>, Buddha Vacana < [email protected]>
Mohon dapat diforward kepada rekan-rekan yang lainnya. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Namo Buddhaya, Berikut update penggalangan dana untuk Afuk Ponorogo tahap II hingga hari ini, 20 Feb 2009. Bagi para donatur yang ingin berdana, bisa ditujukan ke: Bank International Indonesia (BII) Ac. 1174113160 An. Edi Sugino Bank Central Asia (BCA) Ac. 5270348523 An. Edi Sugino Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya) abin: abin_a...@app. co.id (085746138868) edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808) 16/Feb/2009 Transfer dari Henry S + Vera 150,000 16/Feb/2009 Transfer dari Sam Adhiputera 200,000 16/Feb/2009 Transfer dari Agus Salim 100,008 17/Feb/2009 Transfer dari Dji Fie Phin 500,000 17/Feb/2009 Transfer dari Andy Zain 222,222 17/Feb/2009 Transfer dari Sam. Nyanasidhi 300,999 17/Feb/2009 Transfer dari Thio Kim Sin Alm. 100,007 17/Feb/2009 Transfer dari Lily Purnomo 500,888 17/Feb/2009 Transfer dari Daliana Tiono 100,000 18/Feb/2009 Transfer dari Hemawati Nurhalim 100,469 18/Feb/2009 Transfer from Keluarga Bong 508,818 18/Feb/2009 Transfer dari Kou Kia Sui 25,000 18/Feb/2009 Transfer dari Lim Hui Huang 25,000 18/Feb/2009 Transfer dari Kou An Kheng 10,000 18/Feb/2009 Transfer dari Kou Siang U 10,000 18/Feb/2009 Transfer dari Tjia Ling Ling 10,000 18/Feb/2009 Transfer dari Ciu Hui Khiu 20,000 18/Feb/2009 Transfer dari N.N. 50,000 18/Feb/2009 Transfer dari Karman 100,000 19/Feb/2009 Transfer from Kel. Thio Ie Kong 200,000 19/Feb/2009 Transfer dari IR Yulistina 100,000 19/Feb/2009 Transfer dari Juliarni 250,000 19/Feb/2009 Transfer from Femmy Haosana 150,000 Total per 200209 Rp.3.733.411 Penyerahan via Weiwei 190209 Rp.3.000.000 Sisa dana per 200209 Rp. 733.411 Karena keadaan yang cukup mendesak, pada hari Kamis, 19 Feb 2009 sudah diserahkan Rp3.000.000 lewat Weiwei. Penggalangan ini akan ditutup pada 27 Feb 2009 dan yang terkumpul akan diserahkan pada awal Maret 2009. =============================================================== Update & Penggalangan Dana Untuk Afuk Ponorogo TAHAP II Mohon dapat diforward kepada rekan-rekan yang lainnya. Namo Buddhaya, Hari Minggu sekitar pukul 05.00, bersama seorang teman, saya meluncur ke kota Madiun karena suatu keperluan pribadi. (Weiwei sudah berada di Ponorogo sehari sebelumnya). Sampai di Madiun sekitar pukul 10.00 siang, dan setelah menyelesaikan urusan di sana, pukul 13.00 kurang kami sudah dalam perjalanan ke Ponorogo. Karena belum familiar dengan kota Ponorogo, saya janjian ketemu Weiwei di jalan utama memasuki Ponorogo. Kami tidak menuju rumah Afuk, namun langsung menuju rumah sakit karena pada hari Jumat Afuk sudah di rumah sakit. Setelah bertemu dengan Afuk sebentar, kami bertemu dengan dokter yang menangani Afuk untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dokter menyatakan bahwa kondisi Afuk tidak bagus, walau dokter berpendapat bahwa Afuk memiliki semangat yang sangat besar, karena pada situasi mengetahui akan kehilangan salah satu kaki biasanya pasien akan shock berat. Dokter menjadwalkan jika kondisi Afuk membaik, hari senin/selasa akan mulai diberikan semacam konseling untuk mengetahui kesiapan mental pra operasi (amputasi). Soal biaya perawatan selama di rumah sakit, seperti info dari Weiwei, rumah sakit akan memberikan keringanan 50% asal ada keterangan tidak mampu dari pamong setempat. Surat keterangan ini sudah diuruskan oleh tetangga Afuk. Dokter memperkirakan total biaya yang masih harus ditanggung Afuk minimal 11juta. Biaya terbesar adalah untuk obat untuk mempercepat pengeringan dan menghindari infeksi pada bagian yang diamputasi. Pasca operasi, Afuk diperkirakan perlu opname minimal selama 1 minggu, dan setelahnya dapat rawat jalan. Setelah diskusi dengan dokter, saya dan Weiwei sepakat untuk mendepositkan seluruh dana Rp11.250.000 (Rp11.213.451 dibulatkan menjadi Rp11.250.000) ke pihak rumah sakit. Weiwei saya minta untuk memantau pemakaian biaya selama di rumah sakit. Yang menjadi masalah saat ini adalah soal rawat jalan nanti pasca operasi, karena tidak mungkin Afuk datang ke rumah sakit sendiri. Akhirnya kami kembali ke dokter dan menanyakan hal tersebut. Dokter menjelaskan bahwa untuk kasus seperti ini pihak rumah sakit bisa mendatangi pasien, tentu dengan sedikit charge tambahan. Setelah dari rumah sakit, kami merasa perlu mengunjungi rumah Afuk untuk melihat ibunya. Ketika tiba di rumah Afuk, saya melihat sesuatu yang jauh berbeda dengan kunjungan saya dua minggu lalu. Saat itu rumah tersebut masih ada isinya, namun sekarang rumah itu kosong melompong. Seperangkat kursi tamu kayu, sebuah bufet kecil dengan sebuah televisi 14 inch dan sebuah lemari kayu sudah tidak ada. Weiwei menjelaskan bahwa semua barang tersebut telah dijual untuk obat dan memenuhi kebutuhan hidup. Dari tetangga Afuk, Weiwei juga mendapat informasi bahwa para tetangga sering juga mengantarkan makanan, karena mereka juga kasihan dengan kondisi Afuk. Mengingat diluar biaya rumah sakit, masih dibutuhkan sedikit biaya untuk rawat jalan Afuk nantinya, dan mempertimbangkan kebutuhan hidup ibu Afuk (dan Afuk pasca operasi), maka saya merasa perlu untuk membuka kembali penggalangan dana tahap kedua untuk Afuk. Beberapa rekan di milis ini juga sempat mengirimkan sms yang menyayangkan penutupan penggalangan yang terlalu cepat tanpa memperhitungan kebutuhan hidup Afuk ke depan, apalagi ada ibunya yang juga perlu diperhatikan, namun saat itu saya jelaskan bahwa penggalangan tersebut scope-nya adalah untuk pengobatan, jadi begitu dana pengobatan terpenuhi, maka penggalangan harus ditutup. Dengan demikian, penggalangan tahap kedua ini, selain scopenya untuk biaya rawat jalan, juga untuk membantu kebutuhan hidup Afuk dan ibunya untuk beberapa waktu ke depan, sampai Afuk sudah cukup baik dan bisa mulai mandiri lagi. Bagi yang ingin berdana untuk penggalangan tahap kedua ini, seperti sebelumnya, dana dapat ditransfer ke account Bro Edi Sugino. Pada awal Maret 2009 saya ada rencana ke Jepara, jika memungkinkan saya akan mampir ke Ponorogo untuk menyerahkan dana yang terkumpul. Jadi penggalangan tahap kedua ini, paling lama akan dibuka hingga akhir Feb 2009. Bank International Indonesia (BII) Ac. 1174113160 An. Edi Sugino Bank Central Asia (BCA) Ac. 5270348523 An. Edi Sugino Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya) abin: abin_a...@app. co.id (085746138868) edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808) Mettacettana, Abin ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Berikut saya sertakan posting penggalangan dana tahap pertama yang telah ditutup beberapa waktu lalu, beserta rekap laporan dana hingga 12 Feb 2009 lalu. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Mohon bantuan rekan sekalian untuk dapat menforwardkan penggalangan dana ini. Namo Buddhaya, Hari Kamis yang lalu saya mengambil cuti dari kantor. Saya diajak teman (Weiwei, kenal saya dari seorang sahabat saya) di Jombang untuk mengunjungi salah satu kerabatnya di daerah Sokosari Ponorogo yang sedang sakit cukup parah karena menderita kencing manis (diabetes melitus). Sebetulnya saya kurang berminat untuk pergi, namun karena teman saya ini berharap saya dapat membantu menggalangkan dana untuk familynya tersebut, akhirnya saya pun pergi bersamanya. Hitung-hitung saya belum pernah ke kota Ponorogo, jadi ya hitung-hitung jalan-jalan sekalian. Saya pergi ke Jombang dengan sepeda motor saya, sepeda diparkirkan di rumahnya, lalu kami berangkat naik bus antar kota. Kerabat Weiwei itu bernama Afuk, berusia 39 tahun. Ya, masih muda tapi ternyata penyakit kencing manis tidak memandang usia. Kondisi perekonomian Afuk ini cukup sulit, untungnya hingga saat ini dia belum berkeluarga, jadi belum ada tanggungan, kecuali ibunya yang sudah cukup berumur. Pekerjaan Afuk selama ini adalah sebagai tukang kayu lepas di tukang furniture. Pekerjaan yang cukup berbahaya untuk penderita gangguan gula darah. Dari ceritanya, dua bulan lalu tungkai kaki kanannya luka terkena mesin pemotong, dan sejak itu lukanya semakin melebar dan parah. Kondisi lukanya saat ini memang cukup berat. Sudah menjadi borok. Karena kendala finansial, akhirnya kondisi seperti itu dibiarkan begitu saja, berharap ada keajaiban terjadi sehingga dapat berobat (walaupun borok dalam kondisi menderita gula darah tinggi sangat sulit untuk dapat sembuh). Ada kekhawatiran bahwa kaki kanannya akan terpaksa diamputasi, tapi ketika saya menanyakan padanya bagaimana jika kakinya harus dibuang, dia menyatakan jika hanya itu pilihan yang dia punya, mau gimana lagi. Dalam bis di perjalanan pulang dari Ponorogo, Weiwei sangat berharap saya dapat membantu kondisi Afuk. Weiwei selama ini yang banyak menyokong Afuk, namun kehidupan Weiwei juga ya serba pas-pasan juga. Di awal tahun kerbau ini, mungkin angpao imlek masih ada sisa, saya mengajak rekan donatur sekalian untuk menanam buah di ladang ini. Semoga buah karma baik Afuk berbuah sehingga ada bantuan yang bisa diterimanya, karena biaya yang dibutuhkan cukup besar (terutama karena kemungkinan amputasi). Seperti penggalangan bantuan yang sudah sudah, semua dana bantuan untuk Afuk dapat ditujukan ke account Bro Edi Sugino Bank International Indonesia (BII) Ac. 1174113160 An. Edi Sugino Bank Central Asia (BCA) Ac. 5270348523 An. Edi Sugino Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya) abin: abin_a...@app. co.id (085746138868) edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808) Mettacettana, Abin Nagasena [Non-text portions of this message have been removed]
