Memang benar, kebetulan saya dapat majalah Campus Asia Feb 2009 (dibagikan 
gratis oleh The moritz lippo), hal 99 tercantum spt itu. Majalah ini rada2 
rubbish, karena isinya ujung2nya ke arah penginjilan, kurang obyektif... tidak 
educated & scientific.
Pengarangnya tidak terkenal dan ignorant (kurang pengetahuannya, paling2 hanya 
tahu sedikit alkitab, apalagi Tripitaka), namanya Pitan Daslani and Hermanto 
Lim.
 
Guru Agung kita Sang Buddha bersabda "Semua hari (analoginya: semua nomor) 
adalah BAIK bagi orang yang berkarma (berpikir, berkata dan berbuat) BAIK! 
semua hari (analoginya: Nomor) adalah BURUK bagi yang berkarma (berpikir, 
berkata dan berbuat) BURUK!" 
 
Memang ada kepercayaan Chinese yang justru percaya nomor 18 itu baik karena 
peti kas dalam hwa hwee (kalau yang masih ingat), atau dalam pronounciationnya 
berarti mau rezeki dalam cantonese. Tapi tidak ada kepercayaan ini dalam Buddha 
Dhamma. Jadi karena ketidaktahuan/kebodohan pengarangnya mereka 
mencampuradukkan traditional Chinese belief dengan Buddha Dhamma.
 
Jadi kalau ada mahasiswa atau dosen Buddhis yang mau menulis surat sanggahan ke 
majalah Campus Asia, saya akan support dan bantukan penulisannya. Sebaiknya 
kalian (mahasiswa or dosen) yang mengirim, karena lebih berimbang posisinya 
(sesuai target majalahnya).
 
 


--- On Fri, 2/27/09, Surya Wijaya <[email protected]> wrote:

From: Surya Wijaya <[email protected]>
Subject: [MABINDO] majalah Campus Asia
To: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Friday, February 27, 2009, 6:30 PM






Dear all
ada email menarik dari milis mabindo
Seperti yg mungkin anda tau, Majalah Campus Asia adalah milik sebuah grup yang 
cenderung berwarna evangelism
mungkin ada yg bisa kirim surat (dalam bhs inggris yang baik dan benar) ke 
redaksi majalah itu?
bhs inggris sy agak belepotan, euy......... ..
salam
surya
============ ========= ========= ===

Nama Saya Susi, saya pernah baca majalah Campus Asia (Group Lippo), 

di edisi Febuari 2009 bagian Special report membahas "Superstition In 

Educated Society" . Dalam bahasan itu menyunggung agama Buddha. 

Kutipannya adalah sebagai berikut"Buying a house on the 18th floor is 

a taboo, because according to Buddhism, there is as saying like 

driving into the 18th floor of hell, so land agent usually sets lower 

price for the 18th floor. (komentar Jurnalis" So hell in in a high 

rise building?)

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke