Buat Introspeksi, jangan dipakai untuk mengancam orang ya. dirangkum dari buku "Buddhist Concept of Hell" http://www.amazon.com/Buddhist-concept-hell-Daigan-Matsunaga/dp/0802220487 , yang membahas Sutra of The Remembrance of the True Law, sebuah Sutra Mahayana yg membahas detail mengenai neraka.
Penyebab seseorang masuk ke neraka avici adalah melakukan sesuatu yg merusak fondasi komunitas buddhis. Hal ini dijelaskan melalui 5 garuka karma, membunuh ayah, ibu, arahat, melukai buddha, dan memecah belah sangha. Ini adalah perbuatan paling jahat yg bisa dilakukan untuk menghancurkan pondasi sosial dan melukai komunitas buddhis Melukai komunitas Buddhis juga termasuk didalamnya adalah kejahatan seperti: dengan sengaja, didasari oleh pandangan salah, kebencian, kemarahan, merencanakan dan melakukan kejahatan yang menghancurkan tubuh dharma, dan sebagai hasilnya menghilangkan kesempatan bagi orang lain untuk mencapai pencerahan Neraka Avici adalah neraka untuk orang yg dengan lengkap menghancurkan dan menghalangi kesempatan bagi orang lain untuk mencapai pencerahan. Karena kejahatan ini sangat bertentangan dengan jiwa Bodhisattva Kejahatan ini adalah menghancurkan gambar Buddha, tulisan Buddha, Sutra, Tripitaka, Buddharupang, Stupa, simbol-simbol Buddhis. Penggunaan simbol buddhis dan istilah buddhis yg tidak sensitif dan tidak pada tempatnya , yg merendahkan citra Buddhisme mempunyai buah karma yg sama karena jatuh dalam kategori "melukai komunitas buddhis" Buddhist modern tidak antusias dalam menentang hal ini karena mereka mengerti bahwa citra dan simbol hanyalah "petunjuk jalan"/upaya dan bukanlah objek kemelekatan. Sesepuh zen bahkan berbicara mengenai membakar patung dan kitab suci untuk melawan kecenderungan melekat pada jalan sebagai tujuan. Di sisi lain, citra dan simbol mewakili salah satu dari upaya yg paling penting dalam membawa seseorang menuju pencerahan dan mencemoohnya atau memakainya secara tidak patut tidak hanya merusak kegunaannya untuk individu lain tapi juga citra Buddhisme di mata masyarakat umum. Dalam masyarakat modern, kerusakan pada 'public image' adalah lebih buruk terhadap pencapaian pencerahan daripada kehancuran fisik vihara atau objek religius dari The Buddhist Concept of Hell (1972) halaman 100-102 By Daigan and Alicia Matsunaga New York: Philosophical Library Inc Jadi kesimpulannya, menghancurkan patung buddha ataupun stupa atau simbol lainnya, atau sutra-sutra buddhis, karena kebencian, kemarahan, pandangan salah, atau kemelekatan, dengan tujuan menghancurkan Buddha Sasana - buah karmanya adalah Neraka Avici. Karena tindakan tersebut menutup kemungkinan seseorang membuat koneksi dengan Buddha Dharma, dan menghalangi orang mencapai pencerahan. Sama dengan menghancurkan citra Buddha dengan cara tidak langsung, yaitu dengan membuat nilai penghormatan terhadap simbol-simbol itu menurun di mata masyarakat. Penggunaan simbol-simbol Buddhis dengan tidak semestinya akan membuat nilai simbol-simbol itu mengalami penurunan, dan secara tidak langsung menghalangi orang belajar Dhamma. Sama saja menghalangi orang mencapai pencerahan, maka buah karmanya juga adalah avici Buat anda yg merasa bersalah setelah baca tulisan ini, segeralah bertobat! misalnya orang yg tandatangan surat dibawah: http://upload.kapanlagi.com/h/20090303182525_Surat_Rekomendasi_DPD_Gemabudhi_DKI_49ad13a583f08.JPG saya tidak bermaksud lain, hanya memberi referensi sutra yg valid bagi mereka yg mengaku buddhis tapi melukai komunitas buddhis.
