---------- Forwarded message ---------- From: Ben Charlie <[email protected]> Date: 2009/3/6 Subject: [Dharmajala] Surat Rekomendasi untuk BB dari DPD Majabumi tidak diakui oleh Ketuanya! To: [email protected]
Sekarang semakin jelaslah siapa biang kerok timbulnya 3 surat rekomendasi pemakaian kata dan pendirian Buddha bar. Forum Anti Buddha Bar (FABB) baru menerima copy Surat tertulis tertanggal 4 Maret 2009 dengan kop surat resmi dari Sdr Santoso Witoyo, Ketua Dewan Pengurus Daerah Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia (Majabumi) DKI Jakarta: Bahwa surat tertanggal 14 Nov 2008 yang ditandatangani oleh Budiman Sudharma selaku sekretaris dan Sdr Santoso Witoyo selaku ketua, yang menyatakan tidak keberatan dg penggunaan merek dagang Buddha bar (BB), adalah tidak terdaftar dalam arsip DPD Majabumi dan di luar tanggung jawab Sdr Santoso Witoyo selaku ketua. Demikian pula seolah-olah DPD Majabumi pernah menerima surat permohonan dari PT Nireta Vista Creative (pemilik BB di Indonesia) adalah tidak benar. DPD Majabumi dan segenap Umat Buddha Mahayana pada prinsipnya TIDAK SETUJU dan SANGAT MENENTANG nama Buddha digunakan untuk komersial, apalagi untuk sebuah BAR. Jadi ada indikasi bahwa tanda tangan Sdr Santoso Witoyo (Ketua DPD Majabumi DKI) telah DIPALSUKAN (oleh oknum BS = Buddhist Sesat, yang sangat membela keberadaan BB) dalam surat pertama yang mengizinkan BB memakai nama Buddha! Bagi yang ingin melihat scanned surat2 tsb (termasuk surat penolakan BB dari Walubi dan penolakan dari Departemen Agama (Dirjen Bimas Buddha), silakan japri saya. Berikut di bawah ini saya lampirkan email dari Andrew untuk melihat siapa di balik 3 surat rekomendasi BB itu. [Dharmajala] Sang Judas dlm tubuh umat Buddha Indonesia Monday, March 2, 2009 4:19 PM From: "andrew kurniawan" <[email protected] <xenocross%40yahoo.com>> To: "milis buddha" <[email protected]<milis_buddha%40yahoogroups.com>>, "buddhavacana" <[email protected]<buddhavacana%40yahoogroups.com>>, "dharmajala" <[email protected] <dharmajala%40yahoogroups.com>>, "mabindo" <[email protected] <mabindo%40yahoogroups.com>>, "samaggiphala" <[email protected]<samaggiphala%40yahoogroups.com> > Sang Judas Setelah seperti detektif menelusuri karena penasaran, saya menemukan hal yg SANGAT janggal.... Pertama oleh ini: Quote: http://www.detiknew s.com/read/ 2009/0... ar-akan-diubah Prijanto juga membeberkan latar belakang Dinas Pariwisata mengeluarkan izin penggunaan nama Buddha Bar. Dikatakan dia, ada 3 surat yang diterima Dinas Pariwisata yang menyetujui penggunaan nama Buddha Bar. Surat itu dikirim dari Forum Komunikasi Buddha Indonesia. Kedua, DPP Buddha Mahayana Majabumi, dan DPP Generasi Budhis Indonesia. Kedua oleh ini: http://dhammacitta. org/forum/ index.p.. .5027#msg155027 Quote: Sebelum pertamuan dimulai, tampak Budiman Sudarma Ketua Umum Generasi Muda Mahayana Indonesia (GMMI) berdiri di pintu ruangan fraksi PDS. Ia membagi-bagikan selebaran sikap DPP GMMI dan Pernyataan Sikap Sangha Mahayana Indonesia ditanda-tangani Bhiksu Kusalasasana Mahasthavira. Pernyataan mereka mendukung Buddha Bar. Saya jadi penasaran... .ada 'klik' di kepala gua, dan lanjut masuk google untuk mengumpulkan bukti..... Berikut bukti2 yg saya temukan: 1. Coba google "Forum Komunikasi Buddha Indonesia" dan anda akan menemukan pada urutan pertama: Forum Komunikasi Umat Buddha Indonesia. www.infobuddhis. com Tentunya anda sudah tahu siapa pentolannya. .... Dia sendiri sudah mengakuinya dan sudah tak bisa ditutupi: Budiman Sudharma, Ketua FKUB DKI Jakarta 2. Google DPP Buddha Mahayana Majabumi, dan anda akan menemukan juga bahwa: Budiman Sudharma adalah Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia MAJABUMI – DKI Jakarta 3. Google DPP Generasi Budhis Indonesia, dan anda akan menemukan Budiman Sudharma, aka Buddhis Sthavira Dharma, Ketua Dewan Pimpinan Pusat GemaBudhi (Generasi Muda Budhis Indonesia) 4. Ada perbedaan kecil dalam detil-detil, tapi menurut saya dapat dimengerti karena Pak Prijanto hanya mengutip apa yg dia dengar, dan beliau tentunya tidak familiar dengan organisasi Buddhis kecil seperti itu, jadi memang ada perbedaan nama. Tapi kalau ditelusuri sangat jarang ada yg namanya seperti itu kecuali organisasi yg saya sebut 5. Tambahan, konfirmasi lebih jauh didapat dari sebuah tulisan di wall facebook Say NO For Buddha Bar http://apps. facebook. com/causes/ 2278...484? m=b0366309 Dari anggota Siddhi yg ikut Forum Anti Buddha Bar: Quote: "Pada pertemuan ini FABB menanyakan pertimbangan Dinas Pariwisata prov DKI Jakarta sehingga mengeluarkan ijin tersebut walaupun permohonan rekomendasi penggunaan nama Buddha Bar yang mereka tujukan kepada WALUBI telah ditolak oleh WALUBI melalui surat mereka tertanggal 11 November 2008 . Dari pertemuan kami mendapatkan informasi dari Dinas Pariwisata walaupun mereka tidak mendapatkan rekomendasi dari WALUBI tetapi mereka mendapat rekomendasi dari 3 organisasi Buddhis yang ada di Jakarta yaitu : 1. Forum Komunikasi Umat Buddha, 2. DPP Buddha Mahayana Majabumi, 3. Gemabudi DPD Jakarta, yang semuanya didapat dari orang yang sama yaitu Budiman Sudharma SH. (profile dapat dilihat www.infobuddhis. com , di Forum Komunikasi Umat Buddha Indonesia)." Anda dapat menyimpulkan sendiri sisanya..... ..... Kutipan email saya sebelumnya: 2 March 2009 Hati-hati teman seperjuangan umat Buddhist yang tercinta, kita punya oknum pengkhianat seperti durna dalam Bharatayudha atau Judas Iscariot dalam bible. Si durna ini mengaku-ngaku mewakili generasi muda Buddhist mazhab tertentu, padahal tidak ada satupun generasi muda Buddhist yang mengakui dia. Dan dia sangat menjilat si bekas gub, dia membela habis2 an Buddha bar di tiap forum. Dia bahkan menyebarkan surat dan telepon ke pers, yang isinya memecah-belah dan mengadu domba umat Buddha, seolah-olah seluruh umat Buddha setuju dengan Buddha bar! Kalau bertemu dia, segera amankan dan bawa ke pihak berwajib.. Disinyalir, investor Buddha bar tertipu oleh si durna, karena dia menjamin bahwa umat Buddha tidak akan keberatan dengan dibukanya Buddha bar di Jakarta, padahal dari Perwakian Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Direktorat Jendral Bimas Agama Buddha telah mengirimkan surat resmi berisi ketidaksetujuan dan penolakan akan pemakaian nama Buddha bar ke management Buddha bar dan pihak berwenang, apalagi dari seluruh umat Buddhist, jelas kita tidak setuju. Namun karena si durna sudah terlanjur berjanji ke investor Buddha bar, dia harus mati2an membela posisinya dengan membela habis2an eksistensi Buddha bar di Menteng. Dia juga menjadi anggota banyak milis Buddhist, sehingga sewaktu saya memberitahukan undangan Fraksi PDS di DPR, dia juga datang dan menyebarkan selebaran berkop surat Buddhist yang tidak legal, bahkan dengan membawa-bawa nama salah satu pemuka agama Buddha, kepada wartawan, yang isinya membela habis2an keberadaan Buddha bar (BB) di Jakarta (seolah-olah dari generasi muda Buddhist sangat setuju dengan BB). Tapi tenang saja, Tim Advokasi kita (yang terdiri dari ahli-ahli hukum tangguh & berpengalaman, Pemuka2 agama Buddha yang sah, masyarakat) dari Forum Anti Buddha bar (dengan supporter dari non-Buddhist juga karena banyak yang tidak suka dengan barang haram seperti alcohol,bir,wine,whisky dan prostitusi terselubung di dalam Buddha bar itu), telah siap di hari-hari mendatang dengan strategi yang jitu. Harap teman2 seperjuangan umat Buddhist membantu dengan doa, samadhi dan kehadirannya di setiap meeting kami. Saya tidak akan memforward di milis jadwalnya, karena si durna jadi mengetahui langkah2 kita, saya akan menyebarkan dengan cara lain. “Seorang teman adalah kawan seperjalanan. Seorang Ibu adalah teman di rumah. Orang yang mau menolong saat dibutuhkan, adalah teman yang baik dan setia. Akan tetapi, perbuatan baik yang dilakukan oleh diri sendiri, adalah Teman Sejati pada masa yang akan dating” (sabda Guru Agung Buddha dalam Samyuta Nikaya I,37) Sadhu..Sadhu..Sadhu… Mettacittena & Anumodana, [Non-text portions of this message have been removed]
